Sebagai salah satu rukun Islam yang keempat, ada beberapa macam-macam zakat yang perlu Anda ketahui. Zakat merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib bagi setiap umat Islam yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Selain zakat fitrah dan zakat maal, ada juga macam-macam zakat lainnya yang harus dipenuhi untuk menyucikan harta dan jiwa. Penting bagi Anda untuk mengenal macam-macam zakat ini agar tidak keliru dalam menghitung dan menyalurkannya.
Setiap zakat yang Anda keluarkan akan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Namun, Anda perlu mengetahui apa saja macam-macam zakat dan berapa jumlah harta yang perlu dikeluarkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas macam-macam zakat beserta perhitungan, waktu pembayarannya, dan cara membayarnya.
Pertama, kita perlu memahami pengertian zakat dan hukumnya. Zakat merupakan harta yang dikeluarkan dalam takaran tertentu apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Harta yang dimiliki diperoleh dengan cara halal.
2. Harta yang dimiliki sepenuhnya oleh pemiliknya.
3. Harta yang dapat berkembang.
4. Harta yang dimiliki telah mencapai nisab sesuai jenisnya.
5. Harta telah mencapai batasan waktu satu tahun hijriyah.
6. Pemilik harta tidak memiliki hutang yang harus segera dilunasi.
Macam-macam zakat yang dikeluarkan akan diberikan kepada delapan golongan orang yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Zakat mengandung harapan untuk memperoleh berkah dan membersihkan jiwa.
Menunaikan macam-macam zakat memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga harus dilakukan secara seimbang dengan ibadah salat yang merupakan rukun Islam kedua. Keistimewaan zakat tersebut tercantum dalam Al-Quran, Surat At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Secara umum, ada dua macam-macam zakat yang dikenal, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Namun, jika dikategorikan lebih lanjut, ada beberapa macam-macam zakat lainnya yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah beberapa macam-macam zakat dalam agama Islam:
1. Zakat Fitrah:
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang ditunaikan setiap bulan Ramadhan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Mengeluarkan zakat fitrah merupakan bentuk ibadah yang dapat mensucikan hati dan jiwa dari rasa cinta berlebihan terhadap harta duniawi. Besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah seberat 2,7 kg beras per jiwa. Anda dapat menyalurkan zakat fitrah langsung kepada salah satu dari delapan golongan orang yang berhak menerima zakat atau melalui amil zakat di sekitar Anda.
2. Zakat Maal:
Zakat maal harus dikeluarkan atas kepemilikan segala jenis harta yang diperoleh dengan cara halal. Membayar zakat maal merupakan bentuk ibadah yang dapat meningkatkan keikhlasan melalui pengeluaran sejumlah harta. Zakat maal baru dapat dikeluarkan sebesar 2,5% saat mencapai nisab dan telah dimiliki selama 1 tahun. Nisab zakat maal berbeda-beda tergantung jenis harta yang Anda miliki. Cara menyalurkannya tidak jauh berbeda dengan zakat fitrah, yaitu dapat dilakukan sendiri atau melalui badan amil. Anda juga dapat menyalurkan zakat maal secara online melalui aplikasi mobile banking dari Syariah.
3. Zakat Penghasilan:
Zakat penghasilan atau zakat pendapatan harus dikeluarkan dari penghasilan yang Anda peroleh dari pekerjaan yang halal. Zakat ini merupakan cara untuk membersihkan harta. Penghasilan yang termasuk kategori wajib zakat adalah gaji, honorarium, upah, dan lainnya. Anda diwajibkan untuk mengeluarkan zakat penghasilan jika memiliki penghasilan yang mencapai nisab sebesar 85 gram emas per tahun. Zakat ini dapat dilakukan setiap bulan sesuai dengan nisab yang setara dengan nilai satu per dua belas dari 85 gram emas.
4. Zakat Pertanian:
Zakat pertanian harus dikeluarkan setiap kali Anda menerima hasil panen sebagai ungkapan rasa syukur karena tanaman yang dipanen berasal dari karunia Allah SWT. Nisab zakat pertanian telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang mewajibkan zakat sebesar 5 wasaq atau setara dengan hasil bersih 653 kg beras. Hasil pertanian yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah makanan pokok seperti beras, jagung, dan gandum. Persentase zakat untuk hasil pertanian yang menggunakan air hujan atau mata air adalah 10%, sedangkan untuk pertanian yang menggunakan irigasi adalah 5%.
5. Zakat Reksadana:
Zakat reksadana merupakan zakat yang harus dikeluarkan dari keuntungan investasi reksadana. Selain memperoleh pahala, membayar zakat reksadana juga akan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Pemilik reksadana diwajibkan membayar zakat jika hasil keuntungan investasi mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas. Zakat reksadana memiliki tarif zakat sebesar 2,5% yang harus dikeluarkan setelah mencapai satu tahun hijriyah.
6. Zakat Saham:
Zakat saham harus dikeluarkan atas kepemilikan saham atau surat bukti persero dalam suatu Perusahaan Terbatas (PT). Anda dapat menunaikan zakat saham di akhir tahun yang nilainya dihitung berdasarkan harga di bursa saham. Besaran zakat saham harus disesuaikan dengan nilai dan jumlah lembar saham yang Anda miliki. Zakat saham hanya wajib dikeluarkan jika total nilai saham dan keuntungan investasi yang Anda peroleh telah mencapai nisab dan haul. Nisab untuk zakat saham memiliki nilai yang setara dengan zakat maal, yaitu senilai 85 gram emas dengan tarif zakat sebesar 2,5%.
Itulah beberapa macam-macam zakat dalam Islam yang perlu Anda ketahui. Pastikan nisab dan haul harta yang Anda miliki sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada macam-macam zakat di atas. Saat ini, Anda dapat menunaikan zakat dengan mudah melalui aplikasi mobile banking yang dimiliki oleh Syariah. Anda dapat menyalurkan zakat maal atau macam-macam zakat lainnya kepada berbagai lembaga amil zakat di Indonesia melalui aplikasi ini. Anda juga dapat memilih sumber dana yang ingin digunakan untuk membayar zakat, seperti tabungan, rekening ponsel, atau yang Anda miliki. Anda juga dapat mengatur jadwal rutin pembayaran zakat sesuai dengan keinginan Anda.
Untuk membayar zakat, Anda perlu login ke aplikasi mobile banking dan memilih menu Pembayaran Tagihan. Selanjutnya, pilih menu Zakat dan Kebajikan, lalu lengkapi pembayaran zakat Anda. Sangat mudah bukan? Jadi, mulailah membayar zakat Anda melalui aplikasi mobile banking untuk memudahkan Anda dan memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerima zakat.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

