Tarif


796


Pengertian Tarif

Secara sederhana, tarif dapat diartikan sebagai sejumlah pungutan yang dibebankan atas suatu hal, kegiatan, kebijakan, atau apapun yang telah diatur dalam peraturan. Dalam konteks pemerintahan, tarif dapat didefinisikan sebagai pungutan yang dikenakan untuk semua barang yang melewati negara, baik keluar maupun masuk, dan diatur melalui perundang-undangan seperti tarif ekspor, tarif impor, dan sejenisnya.

Tujuan Tarif

Dalam ekspor impor, tarif diberlakukan untuk meningkatkan biaya impor bagi barang tertentu. Bagi konsumen domestik, cara ini dapat mengurangi permintaan barang impor karena harganya menjadi lebih mahal. Bagi pengekspor, tarif membuat produk mereka menjadi kurang kompetitif di pasar negara tujuan. Selain itu, pengenaan tarif juga dapat melindungi produsen dalam negeri, termasuk industri yang baru berkembang, serta mengatasi ketidakadilan dari praktik dumping yang dilakukan oleh produsen asing yang menjual barang dengan harga lebih murah dari pasar mereka. Tarif juga dapat meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak.

Jenis-jenis Tarif

Berdasarkan berbagai perspektif dalam penentuan dan cara penarikannya, berikut adalah beberapa jenis-jenis tarif atau istilah tarif lainnya beserta arti dan definisinya:

  1. Tarif nominal

    Tarif nominal adalah persentase tarif yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) untuk barang tertentu.

  2. Tarif proteksi efektif

    Tarif proteksi efektif (Effective Rate of Protection / ERP) adalah kenaikan Value Added Manufacturing (VAM) yang terjadi karena perbedaan antara persentase tarif nominal untuk barang jadi atau CBU (Completely Built-Up) dengan tarif nominal untuk bahan baku/komponen input impornya atau CKD (Completely Knock Down).

  3. Tarif berdasarkan harga (burden rate)

    Tarif berdasarkan harga adalah tarif yang digunakan dalam pembebanan overhead pra produksi.

  4. Tarif bunga efektif (effective rate of interest)

    Tarif bunga efektif adalah tarif bunga di pasar pada saat pengeluaran obligasi.

  5. Tarif dasar (basing rate)

    Tarif dasar adalah tarif yang digunakan untuk menentukan tarif-tarif lainnya.

  6. Tarif diskonto (discount rate)

    Tarif diskonto adalah tarif yang digunakan untuk menghitung bunga yang harus dipotongkan dari nilai jatuh tempo dari wesel.

  7. Tarif pajak (tax rate)

    Tarif pajak adalah tarif yang diterapkan atas penghasilan kena pajak untuk menghitung pajak penghasilan yang terhutang.

  8. Tarif pajak marjinal (marginal tax rate)

    Tarif pajak marjinal adalah tarif pajak tertinggi yang dikenakan terhadap laba dari wajib pajak.

  9. Tarif transito (cut back rate)

    Tarif transito adalah tarif pengangkutan yang dikenakan untuk pengapalan transito.

  10. Tarif varian upah langsung (direct labor rate variance)

    Tarif varian upah langsung adalah perbedaan biaya antara tarif sebenarnya yang dibayar untuk upah langsung dengan tarif standar untuk memproduksi barang.

  11. Tarif yang ditentukan lebih dulu (predetermined transfer price)

    Tarif yang ditentukan lebih dulu adalah beban biaya tidak langsung yang ditentukan terlebih dahulu untuk tiap departemen yang menggunakannya.

  12. Tarif Ad Valorem

    Tarif Ad Valorem adalah tarif impor yang perhitungannya berdasarkan persentase tetap dari harga produk yang diimpor. Oleh karena itu, nominal tarif yang dibayarkan akan bervariasi mengikuti tren harga produk impor di pasar internasional.

  13. Tarif Spesifik

    Tarif Spesifik adalah tarif impor yang perhitungannya berdasarkan nominal uang tetap dan tidak bervariasi dengan harga barang.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

See also  Asian Stock Market