Pengertian Harta
Harta merujuk pada semua barang (uang dan sejenisnya) yang menjadi kekayaan seseorang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, harta juga dapat berupa kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai dan yang menurut hukum dimiliki oleh perusahaan. Dalam ilmu ekonomi, harta juga dikenal sebagai aktiva.
Dalam konteks ekonomi, harta dapat dihitung dalam nilai mata uang untuk menentukan besarnya nilai harta tersebut. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki sebuah rumah di Jakarta, rumah tersebut dapat dianggap sebagai harta yang memiliki nilai dan dapat diukur dalam satuan mata uang. Nilai dari harta tersebut juga dapat diuangkan sesuai dengan harga pasar saat ini.
Harta dapat berasal dari transaksi-transaksi yang dilakukan baik pada masa lalu maupun di masa depan. Harapannya adalah harta tersebut dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya. Sebagai contoh, seseorang dapat memiliki sebuah mobil senilai Rp100 juta yang diperoleh dari hasil kerja selama 3 tahun. Kemudian, mobil tersebut dijual untuk mendapatkan modal usaha yang diharapkan dapat memberikan pemasukan tambahan ke dalam kas.
Jenis-jenis Harta
Berdasarkan sifatnya, harta atau aktiva dari suatu perusahaan dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu harta tetap (fixed asset) dan harta lancar (current asset).
- Harta Tetap
- Tanah
- Gedung atau Bangunan
- Mesin-mesin
- Peralatan Kantor
- Angkutan
- Harta Lancar
- Kas atau Uang Tunai
- Surat-surat Berharga
- Piutang Wesel
- Piutang Dagang
- Piutang Pendapatan
- Persediaan Barang Dagang
- Perlengkapan
Harta tetap merujuk pada harta milik perusahaan yang memiliki bentuk fisik. Umumnya, harta tetap memiliki umur ekonomis lebih dari 1 tahun dan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan guna mencapai tujuan bisnisnya. Beberapa contoh harta tetap meliputi:
Harta lancar merujuk pada aktiva yang tidak memiliki bentuk fisik. Berbeda dengan harta tetap, harta lancar tidak digunakan untuk mendukung operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya. Jenis harta ini dapat diuangkan menjadi mata uang dalam waktu kurang dari 1 tahun. Beberapa contoh harta lancar meliputi:
Dalam menjalankan bisnis, penting bagi perusahaan untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai jenis-jenis harta ini. Dengan demikian, perusahaan dapat menyusun strategi keuangan yang tepat untuk mengelola dan memanfaatkan harta secara optimal.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

