Memilih Lokasi yang Tepat


816



Di masa muda, banyak orang berlomba-lomba melakukan investasi untuk masa tua mereka. Salah satu investasi yang populer akhir-akhir ini adalah investasi properti. Investasi properti memiliki banyak jenis, seperti kendaraan atau rumah. Investasi properti yang paling diminati adalah dalam bentuk perumahan karena dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Keberhasilan memiliki properti pertama adalah hal yang paling membanggakan bagi investor pemula. Untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan, Anda perlu merencanakan strategi yang tepat.

Sebagai pemula, sebaiknya Anda tidak terburu-buru karena ada banyak hal yang harus dipelajari sebelum memulai investasi properti. Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membeli properti adalah proses pembelian properti yang tidak mudah. Terkadang ada banyak langkah yang harus dilewati. Perhatikan sistem pembayaran yang akan Anda pilih, jika Anda memilih untuk membayar dengan KPR, pastikan Anda memiliki semua persyaratan yang lengkap sebelum mengajukan. Berikut adalah 10 langkah untuk memulai investasi properti bagi pemula.

Memilih Lokasi yang Tepat

Lokasi adalah salah satu hal yang harus ditentukan terlebih dahulu sebelum Anda membeli rumah atau memulai bisnis properti. Orang-orang biasanya memutuskan untuk membangun rumah karena lokasinya strategis. Oleh karena itu, lokasi menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memulai investasi properti. Lokasi juga sangat mempengaruhi harga jual properti. Lokasi strategis yang mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian akan membuat rumah memiliki harga jual yang tinggi.

Mempersiapkan Dana

Selain memilih lokasi, biaya juga menjadi faktor penentu bagi orang-orang dalam melakukan investasi properti. Anda harus mempersiapkan dana untuk menanggung biaya pokok dan biaya lain yang menjadi kewajiban. Terkadang jumlah yang harus dikeluarkan cukup besar dan dapat membuat investor pemula terkejut. Berikut adalah beberapa biaya yang harus disiapkan sebelum memulai investasi properti.

See also  Inilah Beberapa Jenis Bisnis yang Menjanjikan

– Biaya Tanda Jadi
Biaya tanda jadi akan ditentukan oleh pengembang. Namun, jika Anda membeli properti melalui pasar sekunder, biaya tanda jadi akan ditentukan oleh penjual properti. Biaya tanda jadi adalah tanda bahwa Anda telah melakukan pembelian rumah atau yang biasa disebut sebagai booking fee.

– Uang Muka
Setelah Anda membayar biaya tanda jadi, kewajiban selanjutnya adalah menyiapkan uang muka. Jika Anda membeli rumah melalui pengembang, Anda diharuskan untuk melunasi uang muka. Sedangkan jika Anda membeli melalui pasar sekunder, uang muka akan ditaksir sebesar 20%-50% sesuai dengan ketentuan dari pihak bank.

– Angsuran
Investasi properti untuk pemula biasanya dilakukan dengan cara kredit atau cicilan selama beberapa tahun ke depan dengan membayar angsuran setiap bulan. Besarnya angsuran ditentukan oleh kesepakatan antara Anda dan pihak bank, namun jumlahnya tidak akan melebihi penghasilan Anda dan pasangan.

Pilih Pengembang yang Terpercaya

Sebelum memulai investasi properti, penting bagi Anda untuk mengetahui latar belakang pengembang properti yang ingin Anda beli. Jangan terlalu mudah percaya dengan pengembang yang sudah terkenal. Pastikan bahwa performanya baik dan dapat dipercaya. Pilihlah pengembang yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun dalam bidang properti. Informasi mengenai pengembang biasanya dapat ditemukan di situs web terkait.

Cek Harga Pasar

Jangan terburu-buru saat ingin membeli properti. Ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum Anda membuat keputusan. Salah satu hal yang harus Anda perhatikan adalah harga pasar yang berlaku saat ini. Anda harus mengetahui harga pasar untuk rumah yang ingin Anda beli. Anda dapat memeriksa harga pasar secara online atau melakukan riset langsung. Dengan begitu, Anda dapat mendapatkan harga terbaik untuk investasi properti Anda.

See also  Apa Saja Persyaratan BPJS dan Bagaimana Cara Mendaftarnya?

Fasilitas yang Memadai

Setelah memeriksa harga pasar, Anda juga harus mengetahui fasilitas apa saja yang disediakan oleh pengembang. Fasilitas yang memadai juga akan meningkatkan harga jual properti. Perhatikan ketersediaan fasilitas internal dan eksternal. Fasilitas internal meliputi tempat ibadah, arena olahraga, area bermain, dan infrastruktur perumahan seperti gerbang perumahan. Sementara itu, fasilitas eksternal adalah fasilitas yang ada di sekitar perumahan seperti pusat perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh pemula yang ingin memulai investasi properti.

Persetujuan KPR

Biasanya orang-orang berusaha mendapatkan persetujuan KPR untuk memudahkan pembayaran rumah. KPR juga memudahkan investor pemula dalam melakukan investasi properti. Memiliki persetujuan KPR membuat agen perumahan atau penjual yakin dengan minat Anda untuk membeli rumah dan melakukan investasi properti. Selain itu, KPR juga mencegah kegagalan transaksi jual beli rumah antara Anda dan agen perumahan.

Pilih Tenor yang Sesuai dengan Kemampuan Anda

Saat Anda mengajukan KPR, pihak bank akan menawarkan berbagai macam tenor. Tenor yang ditawarkan berkisar antara 5 hingga 10 tahun. Penentuan tenor akan dibuat oleh pihak bank berdasarkan kemampuan Anda. Jangan memilih tenor yang pendek jika Anda belum siap secara finansial, karena investasi properti adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Surat Pembelian Tanah

Hal lain yang harus diperhatikan saat melakukan investasi properti adalah memastikan bahwa sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh pengembang sah secara hukum. Sebagai investor pemula, Anda harus jeli dalam memilih unit perumahan sebagai investasi properti. Anda dapat menanyakan hal ini kepada notaris yang mengurus akta tanah. Surat-surat tersebut akan menentukan status tanah kavling yang Anda miliki dan keseluruhan kavling perumahan.

See also  Manfaat Perencanaan Usaha untuk Mengembangkan Bisnis

Mempersiapkan Dana Tambahan

Saat melakukan transaksi jual beli properti, Anda harus mempersiapkan dana tambahan karena kemungkinan ada biaya tambahan yang harus ditanggung dalam proses pembelian investasi properti. Berikut adalah beberapa biaya tambahan yang mungkin muncul dalam transaksi jual beli properti.

Biaya Bank

Pembelian rumah menggunakan KPR berarti Anda harus melakukan beberapa tahap pengecekan kelengkapan berkas yang berbayar. Salah satunya adalah biaya survei aset properti sebelum membeli rumah. Pada umumnya, pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti didasarkan pada harga pasar yang berlaku.

Biaya Asuransi

Biaya asuransi biasanya mencakup asuransi jiwa sebesar 1% hingga 2% dari total pinjaman. Selain itu, ada juga asuransi kebakaran sebesar 1% dari total pinjaman.

Biaya Notaris

Notaris adalah pihak yang akan membantu Anda dalam mengurus akta dan sertifikat jual beli. Biaya notaris menjadi kewajiban Anda sepenuhnya. Besarnya biaya notaris disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.

Pajak

Pajak adalah kewajiban yang tidak bisa dihindari dalam setiap transaksi jual beli properti. Biaya pajak akan timbul baik dengan KPR maupun pembayaran tunai. Pajak yang timbul dalam jual beli properti adalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

Waktu Serah Terima Unit

Setelah Anda melewati semua langkah untuk membeli rumah, pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang Anda beli. Jangan sampai terjadi keterlambatan yang akan merugikan Anda di kemudian hari. Jangan sampai tujuan utama Anda dalam investasi properti justru merugikan.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memulai investasi properti. Jika Anda ingin membeli rumah melalui KPR, pastikan Anda memilih bank dengan bunga yang kompetitif seperti . Untuk informasi lebih lanjut mengenai KPR , klik di sini.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!