Memahami Makna dan Sejarah Idul Adha Lebih Dalam


839


Makna dan Sejarah Idul Adha yang Lebih Dalam

Idul Adha adalah hari raya kedua yang besar bagi umat Islam setelah Idul Fitri. Setiap tahun, Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah atau 70 hari setelah Idul Fitri. Seperti Idul Fitri, umat Islam juga melaksanakan salat sunnah Idul Adha bersama-sama di masjid atau tanah lapang.

Idul Adha merupakan puncak ibadah haji, dimana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang menjadi rukun Islam kelima ini.

Bagi mereka yang belum mampu melaksanakan ibadah haji, berkurban menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT saat Idul Adha. Berkurban menjadi amalan utama Idul Adha dengan cara menyembelih hewan kurban.

Perayaan Idul Adha saat ini tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim a.s dan putranya, Nabi Ismail a.s. Untuk memahami makna Idul Adha secara lebih dalam, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Makna dan Sejarah Idul Adha

Meskipun dirayakan setiap tahun, Idul Adha selalu memberikan makna yang mendalam bagi umat Muslim. Ada kisah tentang ketaatan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s yang dapat dijadikan contoh di balik perayaan Idul Adha.

Idul Adha mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan berbagi. Terdapat perintah untuk menyembelih hewan kurban dan melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial dan fisik.

  1. Perintah untuk Berkurban

    Berkurban saat Idul Adha merupakan pengingat bagi manusia bahwa jalan menuju surga membutuhkan pengorbanan dan ketaatan terhadap perintah Allah SWT, seperti kisah Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s.

    Perintah untuk menyembelih hewan kurban saat Idul Adha bermula dari mimpi yang diterima Nabi Ibrahim a.s untuk menyembelih Nabi Ismail a.s pada tanggal 8 Dzulhijjah.

    Sebagai seorang ayah, mimpi tersebut membuat Nabi Ibrahim merenung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Namun, Nabi Ibrahim a.s tetap mendapatkan mimpi yang sama hingga tiga kali.

    Nabi Ibrahim a.s kemudian membagikan mimpinya kepada Nabi Ismail a.s. Sebagai sosok yang taat kepada perintah Allah SWT, Nabi Ismail a.s tanpa ragu menyuruh ayahnya untuk melaksanakan perintah tersebut.

    Karena keikhlasan dan kesabaran keduanya, Allah SWT mengganti Nabi Ismail a.s dengan seekor domba. Sejak saat itu, penyembelihan hewan kurban menjadi ibadah rutin pada hari tasyrik yang jatuh pada tanggal 10-13 Dzulhijjah setiap tahunnya.

    Berkurban memiliki banyak hikmah bagi umat Islam yang meyakini dan melaksanakannya. Menurut Nahdlatul Ulama, hewan kurban pada hari kiamat nanti akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh tanpa kekurangan satu anggota tubuh pun seperti saat masih hidup di dunia. Semuanya tentu akan mendatangkan pahala dan menjadi penolong di hari akhir.

    Penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha juga dapat menanamkan rasa ikhlas dalam berbagi. Penting untuk diingat bahwa dua pertiga bagian daging kurban merupakan hak orang lain dan sisanya diberikan kepada orang yang berkurban.

  2. Perintah untuk Melaksanakan Ibadah Haji

    Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib bagi orang yang memiliki kemampuan fisik dan finansial. Ibadah haji dimulai ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Kota Mekkah. Setelah Ka’bah dibangun, Nabi Ibrahim a.s diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan memberitahu manusia tentang ibadah haji.

    Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s dan keluarganya oleh Allah SWT menjadi dasar lahirnya Kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Setiap tanggal 8-12 Dzulhijjah, jutaan umat Muslim melakukan serangkaian ibadah haji sesuai seruan dari Nabi Ibrahim a.s.

    Perintah untuk melaksanakan ibadah haji juga tercantum dalam Surah Al-Imran ayat 97 yang berbunyi: “… Barangsiapa memasukinya (Ka’bah) dalam keadaan aman, maka dia akan selamat. Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana…”.

    Melaksanakan ibadah haji dapat membersihkan jiwa dan hati dari dosa-dosa sebelumnya. Berangkat haji saat Idul Adha juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

See also  5 Tips Mudah Memulai Bisnis Minuman Kekinian

Ketentuan Hewan Kurban Idul Adha

Perlu diketahui bahwa tidak semua hewan dapat dijadikan hewan kurban. Menurut syariat Islam, jenis hewan yang diperbolehkan untuk disembelih saat Idul Adha adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.

Ada dua kriteria yang harus diperhatikan sebelum membeli hewan kurban, yaitu fisik dan umur:

  1. Fisik

    Saat membeli hewan kurban, Anda harus memastikan bahwa hewan tersebut memenuhi ketentuan hewan kurban. Pilihlah hewan yang sehat dan memiliki fisik yang baik. Jangan memilih hewan kurban yang cacat atau memiliki kondisi seperti berikut:

    • Salah satu atau kedua matanya buta
    • Telinganya terpotong sebagian atau kedua-duanya
    • Tidak memiliki tanduk
    • Hewan yang kurus hingga tulang rusuk terlihat
    • Salah satu atau kedua kakinya pincang
  2. Umur

    Hewan kurban untuk Idul Adha juga memiliki kriteria umur. Hewan yang belum mencapai umur tidak sah sebagai hewan kurban. Namun, Anda masih diperbolehkan berkurban dengan hewan yang melebihi umur asalkan tidak terlalu tua.

    Setiap jenis hewan ternak memiliki kriteria umur masing-masing. Unta dan sapi yang akan dijadikan hewan kurban sebaiknya berumur lima hingga enam tahun.

    Kambing yang akan dikurbankan sebaiknya berumur dua tahun. Sedangkan domba boleh dikurbankan saat umurnya mencapai satu tahun atau setidaknya giginya telah lepas setelah umur enam bulan.

Mempersiapkan Dana untuk Berkurban dan Haji dengan

Baik berkurban maupun melaksanakan haji, keduanya membutuhkan pengorbanan finansial. Jika Anda belum memiliki kemampuan finansial untuk melaksanakannya, Anda dapat mempersiapkan dana dengan menabung sejak sekarang. menyediakan Deposito iB Berjangka sebagai tabungan khusus untuk berkurban dan haji.

Deposito iB Berjangka adalah produk penyimpanan uang dari syariah yang menggunakan akad Mudharabah. Dengan modal minimal, Anda dapat memiliki deposito dalam waktu singkat.

See also  Mau Kuliah di Luar Negeri? Coba Daftar ke 6 Universitas Terbaik di Asia Ini

Anda dapat memilih jangka waktu deposito mulai dari 1-12 bulan yang dapat dicairkan sebelum jatuh tempo. Deposito akan diperpanjang secara otomatis melalui fasilitas Automatic Roll Over (ARO) dengan jangka waktu yang sama seperti pilihan Anda.

Pembukaan deposito dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking atau internet banking jika Anda sudah memiliki tabungan . Beberapa pilihan tabungan syariah yang dapat Anda pilih untuk mempersiapkan dana berkurban dan haji antara lain Goal Savers iB, TabunganKu iB, dan Tabungan Pahala iB. Informasi lengkap dapat ditemukan di sini.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!