Obligasi


799



Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pihak yang berutang kepada pihak yang berpiutang. Dalam bahasa Indonesia, obligasi dapat diartikan sebagai surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat diperjualbelikan. Surat utang ini memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu. Obligasi dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan perusahaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, obligasi adalah dokumen bermeterai yang menyatakan bahwa penerbitnya akan membayar kembali utang pokoknya pada waktu tertentu, dan secara berkala akan membayar kupon kepada pemegang obligasi. Biasanya, obligasi diikat dengan suatu jaminan yang dapat dijual untuk melunasi klaim jika emiten gagal membayar kupon dan pokok pada saat jatuh tempo.

Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pihak yang berutang kepada pihak yang berpiutang. Obligasi ini dapat diperjualbelikan dan pembeli akan mendapatkan keuntungan berupa bunga di masa depan. Dalam obligasi, terdapat tanggal jatuh tempo pembayaran utang dan bunganya. Bunga dalam obligasi disebut kupon. Penerbit obligasi wajib memberikan kupon kepada pemegang obligasi.

Di Indonesia, obligasi memiliki jangka waktu antara 1 hingga 10 tahun. Obligasi termasuk dalam surat utang jangka menengah panjang. Obligasi terdaftar dalam Bursa Efek, seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun Aset, dan Investasi Real Estat. Selain negara, perusahaan juga dapat menerbitkan obligasi.

Keuntungan berinvestasi dalam obligasi adalah sebagai berikut. Pertama, investor mendapatkan kupon atau nisbah secara periodik dari efek bersifat utang yang dibeli. Tingkat kupon atau nisbah lebih tinggi daripada bunga Bank Indonesia (BI Rate). Kedua, investor dapat memperoleh capital gain atau keuntungan dari penjualan aset modal yang harganya lebih tinggi. Ketiga, tingkat imbal hasil sudah diperhitungkan pada awal investasi. Keempat, terdapat banyak pilihan seri efek bersifat utang yang bisa dipilih investor di pasar sekunder. Kelima, obligasi negara terjamin sehingga investor tidak perlu khawatir tentang keamanannya. Keenam, kupon obligasi memiliki nilai yang lebih tinggi daripada keuntungan bunga deposito. Hal ini membuat investor memilih berinvestasi lewat obligasi karena keuntungannya lebih maksimal. Ketujuh, surat utang bisa dijadikan sebagai jaminan dan agunan. Sehingga investor dapat menggunakannya untuk mengambil pinjaman ke bank atau membeli saham di bursa efek.

See also  Orientasi

Namun, terdapat juga kekurangan dalam berinvestasi dalam obligasi. Pertama, terdapat risiko likuiditas terhadap obligasi swasta maupun pemerintah. Obligasi pemerintah lebih aman, namun obligasi tersebut mungkin kurang likuid atau sulit untuk dijual kembali di pasar sekunder karena jarang ada investor yang mau. Kedua, terdapat risiko maturitas yang sering terjadi pada obligasi korporasi terkait masa jatuh tempo obligasi. Semakin lama jatuh tempo obligasi, semakin tinggi risiko tersebut. Investor dapat mengatasi risiko ini dengan memilih obligasi dengan maturitas premium atau jatuh tempo yang lebih pendek. Ketiga, terdapat risiko default yang hanya terjadi pada obligasi korporasi. Obligasi korporasi tidak dijamin pemerintah, sehingga investor harus menyadari risiko gagal bayar seandainya perusahaan bangkrut.

Perbedaan antara saham dan obligasi adalah pemilik saham memiliki hak atas keuntungan perusahaan dan juga hak suara, sedangkan pemilik obligasi hanya berstatus sebagai pemberi utang. Saham adalah bentuk kepemilikan suatu perusahaan dan pemilik saham berhak mendapatkan keuntungan perusahaan atau dividen. Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan perusahaan atau instansi pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang yang kemudian akan dibayarkan kembali sebesar harga pokok utang beserta bunga atau kupon.

Berdasarkan sisi penerbit, terdapat tiga jenis obligasi, yaitu obligasi korporasi, obligasi pemerintah, dan obligasi daerah. Obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan milik negara atau perusahaan swasta. Obligasi pemerintah diterbitkan oleh pemerintah dan di Indonesia dikenal dengan sebutan Obligasi Negara Ritel (ORI). Obligasi daerah diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membantu pembangunan daerah.

Berdasarkan nominalnya, obligasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu obligasi konvensional dan obligasi ritel. Obligasi konvensional memiliki nominal yang besar, sedangkan obligasi ritel memiliki nominal yang lebih kecil.

See also  Black Card

Berdasarkan pembayaran bunganya, terdapat empat jenis obligasi yang penting untuk diketahui. Pertama, obligasi kupon adalah surat utang yang memberikan bunga secara berkala kepada investor. Kedua, zero coupon bond adalah surat utang tanpa bunga yang memberikan keuntungan dari selisih harga jual diskonto dan harga awal surat utang saat diperjualbelikan. Obligasi ini memiliki jangka waktu tempo mulai dari 1 hingga 10 tahun. Ketiga, obligasi fixed coupon atau kupon tetap adalah obligasi dengan tingkat suku bunga yang tetap hingga jatuh tempo. Keempat, obligasi floating coupon atau kupon mengambang adalah obligasi yang kuponnya bisa berubah tergantung dengan indeks pasar uang. Obligasi ini memiliki kupon batas minimal yang berlaku sampai waktu jatuh tempo.

Berdasarkan imbal hasilnya, obligasi terbagi menjadi obligasi konvensional dan obligasi syariah. Obligasi konvensional diterbitkan dengan tujuan mendapatkan pinjaman dan memberikan imbal hasil atau bunga kepada investor dalam jangka waktu tertentu. Obligasi syariah diterbitkan dengan tujuan memberikan imbal hasil berupa uang sewa yang sesuai dengan prinsip syariah Islam dan tanpa mengandung unsur riba. Imbal hasil pada obligasi syariah dibayarkan secara berkala sesuai dengan periode yang telah ditentukan.

Obligasi memiliki beberapa karakteristik, antara lain nilai obligasi yang merupakan jumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan dilunasi sebelum jatuh tempo. Tanggal jatuh tempo adalah tanggal di mana obligasi harus dibayarkan. Principal rate adalah jumlah uang yang berkaitan dengan nilai nominal obligasi. Coupon rate atau tingkat kupon adalah bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Waktu pembayaran kupon adalah waktu di mana penerbit obligasi harus membayar kupon kepada pemegang obligasi.

Obligasi merupakan efek yang dapat diperdagangkan. Terdapat dua pasar obligasi, yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah tempat diperdagangkannya obligasi saat pertama kali diterbitkan. Obligasi harus dicatatkan di bursa efek, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk dapat ditawarkan kepada masyarakat. Pasar sekunder adalah tempat diperdagangkannya obligasi setelah diterbitkan dan tercatat di BEI.

See also  Emas Lokal

Contoh obligasi yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar modal antara lain obligasi korporasi, Surat Utang Negara (SUN), sukuk korporasi, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan Efek Beragun Aset (EBA).

Dalam kesimpulan, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pihak yang berutang kepada pihak yang berpiutang. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu dan suku bunga tertentu. Obligasi dapat diperjualbelikan dan memberikan keuntungan berupa bunga kepada pemegang obligasi. Terdapat berbagai jenis obligasi, seperti obligasi korporasi, obligasi pemerintah, dan obligasi daerah. Obligasi juga memiliki karakteristik tertentu, seperti nilai obligasi, tanggal jatuh tempo, principal dan coupon rate, dan waktu pembayaran kupon. Obligasi dapat diperdagangkan di pasar primer dan pasar sekunder. Contoh obligasi yang diperdagangkan di pasar modal antara lain obligasi korporasi, SUN, sukuk korporasi, SBSN, dan EBA.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!