3 Perbedaan KIS dan BPJS yang Perlu Anda Ketahui
Jika kita berbicara tentang asuransi kesehatan, ada dua jenis layanan yang populer di Indonesia, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Kedua layanan ini cukup terjangkau dan menawarkan manfaat yang beragam. Meskipun memiliki kesamaan dalam biaya, fungsi, dan manfaat yang ditawarkan, terdapat perbedaan antara KIS dan BPJS yang sering kali dibahas. KIS dan BPJS adalah layanan proteksi kesehatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan tujuan untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat di Tanah Air.
Pengertian layanan KIS dan BPJS
Perbedaan antara KIS dan BPJS dapat dilihat dari biaya iuran yang dikeluarkan. KIS adalah layanan jaminan kesehatan yang dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu dan tidak memerlukan pembayaran iuran bulanan. Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat memberikan pelayanan kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat kurang mampu kapan saja dan di mana saja. Sementara itu, peserta BPJS Kesehatan diharuskan membayar iuran bulanan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Perbedaan antara KIS dan BPJS
Meskipun memiliki skema pembayaran yang berbeda, baik KIS maupun BPJS Kesehatan termasuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dicanangkan oleh pemerintah dan dikelola oleh BPJS. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan jaminan kesehatan yang adil, komprehensif, dan merata bagi seluruh penduduk Indonesia. Selain biaya dan tata kelola, terdapat beberapa perbedaan antara KIS dan BPJS yang perlu diketahui agar bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai.
-
Kewajiban memiliki layanan kesehatan
Perbedaan mendasar antara KIS dan BPJS terletak pada target penerima layanan. KIS ditujukan untuk masyarakat Indonesia yang kurang mampu, sedangkan BPJS Kesehatan berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki ekonomi lebih baik, termasuk Warga Negara Asing. KIS memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk memenuhi kebutuhan akses layanan kesehatan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga memiliki tiga kelas layanan yang mempengaruhi iuran yang harus dibayarkan.
-
Lokasi layanan kesehatan
Perbedaan lainnya antara KIS dan BPJS terletak pada lokasi layanan kesehatan. Pemegang KIS memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan terpadu di mana saja, terutama di rumah sakit atau balai kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah, seperti Puskesmas. Sementara itu, pemegang BPJS Kesehatan hanya dapat mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tertera pada kartu mereka. Untuk mendapatkan pengobatan atau penanganan medis lebih lanjut, pemegang BPJS Kesehatan memerlukan surat rujukan dari dokter.
-
Perbedaan dalam manfaat
Perbedaan antara KIS dan BPJS juga terlihat dari segi manfaat yang diberikan. Meskipun keduanya merupakan layanan kesehatan yang dijamin oleh pemerintah, BPJS Kesehatan hanya dapat digunakan saat peserta membutuhkan penanganan medis atau dalam keadaan sakit. Di sisi lain, KIS juga dapat digunakan sebagai langkah pencegahan.
Manfaat KIS dan BPJS
Setelah memahami perbedaan antara KIS dan BPJS, penting untuk mengetahui manfaat yang ditawarkan oleh kedua program jaminan kesehatan ini.
-
Proteksi kesehatan seumur hidup
Meskipun terdapat perbedaan antara KIS dan BPJS, keduanya bertujuan untuk memberikan proteksi kesehatan seumur hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kedua program ini memberikan rasa aman bagi peserta dan masyarakat Indonesia yang membutuhkan akses atau pertolongan kesehatan dalam situasi darurat.
-
Program JKN Menanggung Hampir Semua Jenis Penyakit
Baik KIS maupun BPJS Kesehatan menawarkan jaminan kesehatan yang mencakup hampir semua jenis penyakit. Hal ini memberikan rasa lega bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi kekhawatiran terkait virus Corona. Namun, terdapat beberapa jenis layanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, seperti layanan estetika, alternatif, infertilitas, dan komplementer.
-
Medical check up tidak diwajibkan untuk daftar
Kedua program ini tidak mewajibkan hasil medical check up saat mendaftar. Hal ini dilakukan agar layanan kesehatan ini dapat diakses oleh seluruh penduduk Indonesia. Melalui program JKN, pemerintah berusaha memberikan kesempatan kepada semua kalangan masyarakat untuk merasakan manfaat dari program ini.
Bagi peserta BPJS Kesehatan, ada banyak aplikasi mobile yang dapat menjadi solusi dalam pembayaran iuran. Dengan mobile banking, Anda dapat membayar tagihan BPJS Kesehatan secara online, di mana saja dan kapan saja. aplikasi mobile juga menawarkan fitur transaksi perbankan lengkap seperti transfer real-time.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

