Sebagai pengusaha, mempelajari cara proyeksi keuangan bisnis merupakan hal yang harus dilakukan. Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan ide dan menulis sederet rencana bisnis, Anda akan mencapai tahap pencarian modal. Proyeksi keuangan dibutuhkan untuk menyakinkan investor bahwa ide bisnis Anda layak diinvestasikan.
Pengertian Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan adalah rancangan anggaran terkait pendapatan dan pengeluaran bisnis di masa depan. Secara umum, proyeksi keuangan memberikan gambaran mengenai sirkulasi keuangan sebuah perusahaan, termasuk prediksi pengeluaran, anggaran modal, dan segala bentuk biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Proyeksi keuangan juga dapat digunakan untuk memprediksi perputaran uang.
Anda disarankan membuat proyeksi keuangan jangka pendek dan menengah agar lebih siap menghadapi hal yang tidak terduga di masa depan. Proyeksi keuangan jangka pendek dirancang untuk kurun waktu satu tahun dengan penganggaran per bulan. Proyeksi keuangan jangka menengah dirancang untuk kurun waktu tiga tahun dengan penganggaran per tahun.
Membuat proyeksi keuangan memudahkan Anda memperkirakan keuangan potensial, dampak dari ide bisnis, dan membantu calon investor memahami Return Of Investment (ROI). Rancangan keuangan sangat krusial karena memengaruhi kelangsungan bisnis. Tanpa perencanaan yang matang, bisnis akan kurang terarah dan berisiko mengalami kerugian hingga gulung tikar. Proyeksi keuangan sangat penting untuk menghindari risiko tersebut sebelum memulai bisnis.
Lantaran termasuk bagian rencana bisnis, proyeksi keuangan akan dianalisis oleh investor sebagai bahan evaluasi. Meskipun prediksi dalam proyeksi keuangan tidak selalu tepat, cara ini merupakan metode terbaik untuk menguraikan bisnis Anda dan membantu orang lain mempertimbangkan modal, risiko, dan keuntungan yang akan didapat. Proses evaluasi kemajuan bisnis akan lebih mudah karena Anda bisa membandingkan kinerja nyata dengan proyeksi keuangan yang dibuat.
Komponen Proyeksi Keuangan
Laporan proyeksi keuangan dibutuhkan oleh banyak pihak yang terlibat dalam bisnis, baik internal maupun eksternal. Mengingat prediksi dan pengalokasian dana akan berdampak pada kesuksesan bisnis Anda, alangkah bijak apabila Anda mulai mempelajari cara proyeksi keuangan bisnis. Dalam pembuatan proyeksi keuangan, terdapat komponen ini yang wajib dicantumkan.
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi berisikan informasi proyeksi pendapatan dan pengeluaran. Dalam proyeksi keuangan, Anda dapat memperkirakan persentase keuntungan yang akan diperoleh.
2. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas berisikan informasi jumlah pendapatan yang terkumpul dalam bentuk kas. Laporan ini akan memudahkan pengambilan keputusan menambah modal atau menyisihkannya untuk hal lain. Selain itu, laporan ini juga memberikan gambaran kepada investor mengenai risiko pemberian modal untuk bisnis.
3. Neraca
Laporan neraca memberikan gambaran mengenai kekayaan bersih bisnis Anda dalam suatu periode. Proyeksi neraca mencakup aset perusahaan, kewajiban (utang perusahaan), dan ekuitas perusahaan.
Tahapan Melakukan Proyeksi Keuangan
Untuk membuat proyeksi keuangan terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, di antaranya:
1. Taksiran Pendapatan dan Pengeluaran
Sebelum bisnis dijalankan, tentukan jumlah uang yang telah Anda keluarkan. Hitung seluruh pengeluaran yang terjadi dalam satu periode, termasuk gaji, biaya produksi, dan lainnya. Hitung jumlah pendapatan dari penjualan barang atau jasa yang Anda harapkan.
2. Proyeksi Keseimbangan
Neraca harus mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas. Dalam tahapan ini, catat pengeluaran atau pembayaran yang mungkin terjadi di masa mendatang. Hitung juga estimasi kenaikan nilai aset Anda di masa depan.
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi
Sesuai namanya, laporan ini akan memberikan informasi mengenai keuntungan yang akan diperoleh. Untuk menghitungnya, kurangi pendapatan dengan pengeluaran serta pajak dan bunga.
4. Proyeksi Arus Kas
Laporan ini menggambarkan jumlah uang yang akan digunakan belanja rutin. Hitung seluruh uang tunai yang akan dimiliki setiap akhir bulan. Apabila jumlahnya besar, Anda bisa menggunakannya untuk biaya tak terduga.
5. Cek Proyeksi yang Dibuat
Mengingat laporan ini digunakan untuk satu periode ke depan, lakukan pengecekan ulang sebelum diberikan kepada investor atau pihak lainnya.
6. Monitor Proyeksi
Bandingkan laporan keuangan dari semua proyeksi anggaran yang telah dirancang secara berkala. Hal ini akan memudahkan Anda menganalisis prediksi pendapatan dan pengeluaran untuk periode mendatang. Anda pun akan lebih mahir membuat proyeksi keuangan.
Kelemahan Model Proyeksi Keuangan
Kendati disarankan, model proyeksi keuangan memiliki sejumlah kekurangan. Adapun kekurangan tersebut menurut Countingup, antara lain:
-
Informasi Tidak Akurat
Proyeksi keuangan berisiko tidak akurat karena hanya berdasarkan pada asumsi. Tak jarang hal ini menjadi masalah serius ketika Anda mengambil keputusan bisnis. -
Menghabiskan Waktu
Pembuatan proyeksi keuangan cukup rumit dan menghabiskan waktu, utamanya bagi pemula. -
Sulit Untuk Bisnis Baru
Proyeksi keuangan sulit dilakukan pada bisnis baru. Meskipun Anda memiliki pengalaman untuk memperkiraan keuangan pada bisnis sebelumnya, belum tentu hal tersebut cocok diaplikasikan ke bisnis baru.
Cara Membuat Proyeksi Keuangan Bisnis
Anda tertarik membuat proyeksi keuangan bisnis? Berikut tips mudah dari Growthink yang dapat Anda coba.
-
Buat Dua Skenario
Mulailah dengan membuat dua skenario yang menggambarkan keadaan terbaik dan terburuk. Investor biasanya tertarik mengenai bagaimana rencana dijalankan sesuai skenario tersebut untuk menganalisis risiko dan dan potensi profitabilitas bisnis. -
Analisis Rasio
Melakukan analisis rasio tentang operasional, profitabilitas, pengembalian rasio investasi, dan sejenisnya. Bandingkan proyeksi keuangan yang telah dibuat dengan hasil analisis tersebut. Melalui cara ini, Anda mungkin dapat melakukan evaluasi biaya yang mungkin diabakan dan menemukan data pendukung kinerja yang diperoyeksikan. Analisis rasio juga akan membantu Anda memastikan proyeksi keuangan tidak terlalu optimis maupun pesimistis. -
Realistis
Sebagian orang cenderung sangat optimis ketika membuat proyeksi keuangan. Alih-alih melakukan hal tersebut, buatlah proyeksi keuangan bisnis secara realitsis. Hal ini lebih disukai investor karena dapat memperkirakan risiko maupun keuntungan dari proyeksi bisnis tersebut. -
Buat Proyeksi Keuangan Jangka Menengah
Selain jangka pendek, buatlah proyeksi jangka menengah. Rancang proyeksi tersebut secara detail dan ringkas. Dalam ringkasan tersebut harus termuat data penjualan, pengeluaran berulang, laba bersih, serta pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Sertakan model keuangan lengkap dalam lampiran proyeksi Anda sebagai rencana utama.
Demikianlah cara proyeksi keuangan bisnis yang akan memberikan gambaran besar tentang kinerja perusahaan di masa mendatang dan meminimalisasi risiko kebangkrutan. Platform for Business hadir untuk kemudahan transaksi antarbank tanpa repot dan bebas biaya admin. for Business, solusi terintegrasi kebutuhan transaksi bisnis Anda. Berkat for Business, Anda bisa transfer uang ke banyak rekening sekaligus! Yuk, pakai for Business!
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

