Cara & Tips Sukses Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal


845

Budidaya ikan gabus di kolam terpal adalah alternatif teknik budidaya yang cocok untuk pemula atau pembudidaya dengan keterbatasan dana. Salah satu keuntungan budidaya ikan gabus di kolam terpal adalah biaya operasional yang terjangkau, hanya perlu terpal, beberapa kayu atau bambu sebagai kerangkanya. Beberapa pembudidaya juga melakukan modifikasi dengan menggunakan dasar tanah, batako, atau tembok, serta memanfaatkan terpal sebagai dindingnya. Selain itu, ikan gabus juga dapat menyerap oksigen tanpa alat oksigen bantuan karena adanya labirin pada tubuhnya. Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang budidaya ikan gabus di kolam terpal, simak pembahasan berikut ini.

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

Sebelum memulai budidaya ikan gabus di kolam terpal, perlu diketahui terlebih dahulu prospek bisnis budidaya ikan air tawar ini. Ikan gabus termasuk jenis ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ikan gabus dapat dijadikan berbagai jenis produk, seperti hidangan makanan utama, olahan untuk pempek atau kerupuk kemplang, alternatif pengobatan, hingga ikan hias. Jadi, tidak perlu khawatir tentang target pasarnya. Selain itu, budidaya gabus memiliki peluang bisnis yang menggiurkan, terutama jika menggunakan kolam terpal. Modal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya ini sekitar Rp5-10 juta, lebih kecil dibandingkan budidaya ikan lele dan nila. Faktor yang menekan biaya modalnya antara lain biaya operasional membangun kolam dan perawatan kolam yang minim karena terpal sebagai bahan utamanya.

See also  Jenis Makanan Ikan Gurame Supaya Cepat Besar

Jenis-Jenis Media Budidaya Ikan Gabus

Selain kolam terpal, budidaya ikan gabus juga dapat dilakukan pada kolam tanah dan kolam beton. Masing-masing jenis media budidaya memiliki keunggulan masing-masing. Berikut ini adalah keunggulan masing-masing kolam budidaya.

Kolam Terpal:
– Biaya pembuatan kolam murah
– Kolam mudah dibersihkan
– Hemat air
– Anti hama

Kolam Tanah:
– Ketersediaan pakan alami lebih banyak
– Kolam mudah dibersihkan
– Tidak mengeluarkan aroma kurang sedap
– Mengurangi tingkat stres pada ikan

Kolam Beton:
– Kolam lebih kokoh
– Air kolam terbebas dari lumpur atau pencemaran tanah lainnya
– Tidak mengeluarkan aroma kurang sedap
– Suhu kolam terjaga

Kelebihan & Kekurangan Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

Budidaya ikan gabus di kolam terpal merupakan opsi paling efisien untuk pembudidaya pemula atau dengan keterbatasan modal. Kelebihan kolam terpal antara lain biaya pembuatan kolam yang murah dan kemampuan menyerap air yang bagus sehingga tidak mudah bocor. Perawatan budidaya di kolam terpal juga tergolong mudah. Kolam terpal dapat dipindahkan sesuai kebutuhan dan luas lahan yang diperlukan tidak terlalu besar. Selain itu, pembudidaya dapat mengontrol dan menjaga kolam dari predator gabus dan gangguan alam lainnya. Kerugian budidaya di kolam terpal antara lain terpal mudah rusak jika terkena benda tajam dan sulit mengontrol suhu dan tingkat asam basa air.

Cara Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya ikan gabus di kolam terpal, mulai dari persiapan kolam budidaya, penebaran bibit gabus, pemberian pakan, hingga pencegahan hama dan penyakit.

1. Persiapan Kolam Terpal

– Potong terpal dengan ukuran lebar 2 m, panjang 5 m, dan ketinggian 100-150 cm.
– Buat rangka yang kokoh untuk kolam terpal, pastikan lingkungan kolam bersih dari benda tajam.
– Isi kolam terpal dengan air dan diamkan selama 3-5 hari agar pakan alami tumbuh.
– Isi kolam dengan air hingga ketinggian 60-100 cm.
– Kontrol suhu air kolam pada tingkat 26-30 oC dengan tingkat asam basa atau pH air berkisar 4-9.

See also  Terapkan Index Pakan Udang agar Budidaya Lebih Optimal!

2. Pemilihan dan Penebaran Benih Gabus

– Pilih benih ikan gabus yang berkualitas.
– Benih gabus berkualitas memiliki ukuran dan bentuk tubuh seragam, bergerak aktif, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki warna tubuh coklat keemasan.
– Penebaran benih dilakukan dengan aturan padat tebar sekitar 40-60 ekor/m2.
– Penebaran benih dilakukan saat sinar matahari tidak terlalu terik dan air berada pada suhu terbaik.

3. Pemberian Pakan

– Berikan pakan sebanyak 3 kali sehari dengan jumlah 3-5% dari bobot tubuh gabus.
– Pastikan pakan mengandung nutrisi dan gizi yang dibutuhkan ikan gabus, terutama protein dan lemak.
– Bisa memberikan pakan alternatif seperti usus ayam atau ikan rucah yang mengandung protein tinggi.
– Jika ingin meracik pelet sendiri, campurkan jagung, ikan teri, ampas tahu, dan dedak.

4. Panen Ikan Gabus

– Panen ikan gabus dilakukan setelah 8-10 bulan atau saat ikan memiliki bobot tubuh antara 250-500 gram/ekor.
– Beberapa pembudidaya dapat melakukan panen dalam waktu 5-6 bulan dengan menghasilkan ikan gabus sebanyak 5 ekor/kg.

Tips Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal

– Pantau dan kontrol kualitas air kolam secara berkala, periksa tingkat asam basa, suhu, dan kadar oksigen terlarut.
– Jaga kualitas air kolam agar ikan gabus tidak stres atau terserang hama dan penyakit.
– Isolasi ikan yang terindikasi terserang hama dan penyakit agar tidak menyebar ke ikan lainnya.

Cara Mendapatkan dan Memilih Pakan untuk Ikan Gabus

– Berikan pakan sesuai aturan pemberian, jangan memberikan pakan dalam jumlah berlebihan.
– Pastikan menggunakan pakan dengan kualitas terbaik.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

See also  Ini 3 Cara Mengatasi Ikan Mati di Kolam Budidaya!