Meskipun belum terlalu populer, budidaya ikan gabus memiliki permintaan dan keuntungan yang tidak kalah dengan ikan nila, mas, atau lele. Permintaan masyarakat terhadap ikan ini cukup tinggi, tetapi pasokannya terbatas di pasar. Hal ini karena sebagian besar ikan gabus yang ada adalah hasil tangkapan alam bukan hasil budidaya. Oleh karena itu, bisnis budidaya ikan gabus memiliki potensi yang baik. Bagaimana cara budidaya ikan gabus agar bisa panen dalam waktu singkat? Mari kita simak artikel ini!
Jenis-Jenis Ikan Gabus untuk Budidaya
Sebelum mengetahui cara budidaya ikan gabus, penting untuk mengetahui jenis-jenis ikan gabus yang sering dibudidayakan agar tidak bingung dalam memilih. Berikut adalah jenis-jenis ikan gabus:
1. Forest Snakehead
Forest Snakehead banyak ditemukan di perairan tawar. Ikan gabus ini berukuran kecil dan memiliki warna yang tidak secerah ikan gabus lainnya. Ikan ini banyak diminati untuk budidaya karena dapat bertahan pada suhu yang berbeda. Ketika dewasa, ukuran ikan gabus jenis Forest Snakehead bisa mencapai 40 cm.
2. Great Snakehead
Great Snakehead adalah jenis yang langka dengan harga yang cukup mahal karena ukurannya yang besar, dagingnya yang tebal, dan kandungan gizinya yang tinggi. Great Snakehead memiliki badan yang licin dan kepala yang tidak bersisik seperti ikan pada umumnya. Ikan dengan sisik gelap ini biasanya disajikan di restoran besar.
3. Channa Gachua
Channa Gachua lebih dikenal sebagai ikan gabus “bogo”. Biasanya, jenis Channa Gachua memiliki ukuran kecil sekitar 20 cm dan memiliki warna cokelat terang dengan bintik-bintik hitam di sampingnya.
Cara Budidaya Ikan Gabus
Pemilihan Jenis Kolam
Ada tiga jenis kolam yang biasanya digunakan, yaitu kolam tanah, kolam terpal, dan kolam beton. Pilihlah jenis kolam sesuai dengan lahan dan modal yang dimiliki. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis kolam budidaya ikan gabus.
Pemilihan dan Penebaran Bibit
Biasanya, bibit ikan gabus yang ditebar berusia sekitar 2 minggu. Penyebaran bibit dilakukan di pagi hari. Jangan memberi pakan kepada bibit ketika ditebar ke kolam. Beri pakan berupa pelet atau makanan ikan buatan pabrik setelah bibit berusia 2 hari di kolam.
Pemberian Pakan
Jangan telat memberi pakan karena ikan gabus adalah ikan predator yang bisa memakan sesamanya jika lapar. Beri pakan berupa pelet, anakan rayap, atau daging ampas. Bisa juga membuat pakan sendiri dengan mencampurkan ampas tahu, jagung, bekatul, dan ikan teri.
Pembesaran Ikan
Pada tahap pembesaran ikan, sebaiknya menyortir ikan gabus setiap bulan agar ikan yang besar dapat dipisahkan dari ikan yang masih kecil. Hal ini dilakukan untuk mencegah kanibalisme karena ikan gabus bisa melakukan kanibalisme jika kelaparan.
Panen
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tahap panen biasanya sekitar 6 bulan. Pada usia ini, ikan gabus sudah memiliki daging yang tebal dan tubuh yang kuat jika disimpan di luar kolam budidaya. Proses panen bisa dilakukan secara bertahap sesuai dengan permintaan pasar.
Peluang Bisnis Budidaya Ikan Gabus
Ikan gabus memiliki permintaan tinggi di pasar, sehingga peluang bisnisnya masih sangat luas bagi yang ingin terlibat. Keberhasilan bisnis budidaya ikan gabus tergantung pada proses dan cara budidaya yang tepat untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dan menguntungkan. Ikan gabus merupakan ikan yang dapat hidup di sungai, danau, dan sawah, sehingga memudahkan dalam pemberian pakan dan modal awal yang tidak terlalu besar.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!
