Jenis, Peluang, & Tips Lengkap Bisnis Ekspor Udang


841

Bisnis ekspor udang atau shrimp export sedang diperhatikan secara intensif oleh pemerintah saat ini. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki produksi udang yang tinggi dan pemerintah berusaha mencapai peningkatan ekspor sebesar 250% pada tahun 2024. Apakah Anda tertarik untuk mengekspor udang hasil budidaya? Simak tipsnya di artikel ini!

Peluang dan Prospek Ekspor Udang Indonesia

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), udang tetap menjadi primadona ekspor Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor udang sebesar 250% pada tahun 2024. Pada tahun 2019, ekspor udang Indonesia mencapai 207.000 ton (lebih dari 80% hasil budidaya di tambak). Pada tahun 2022, harga rata-rata udang ekspor naik 3%. Jika kenaikan harga ini konsisten selama 4 tahun ke depan, target peningkatan ekspor sebanyak 250% dapat tercapai dengan ekspor sebanyak 425.000 ton.

Target peningkatan ekspor ini juga didukung dengan masih banyaknya tambak tradisional yang dapat diubah menjadi tambak intensif untuk meningkatkan produktivitas panen udang. Tambak tradisional hanya memiliki kepadatan 8 ekor/m2, sedangkan tambak intensif memiliki kepadatan 110 ekor/m2. Dengan mengubah tambak tradisional menjadi tambak intensif, jumlah panen udang yang dihasilkan akan semakin banyak.

Selain mengubah tambak tradisional menjadi tambak intensif, peningkatan produksi udang juga dapat dilakukan dengan revitalisasi tambak. Revitalisasi tambak dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi, menggunakan teknologi yang tepat, dan menggunakan benur unggul yang dapat tumbuh cepat saat budidaya.

See also  Ini Dia Jenis-Jenis Ikan Nila yang Sering Dibudidayakan!

Tambak dengan infrastruktur yang baik dan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat dapat memiliki produktivitas 2-3 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Meningkatkan produksi melalui revitalisasi tambak dapat dilakukan untuk meningkatkan prospek ekspor udang.

Namun, udang Indonesia saat ini masih menghadapi kesulitan dalam diterima oleh pasar Eropa (pangsa pasar 1,7%) karena masalah tarif impor, sertifikasi, dan isu lingkungan. Untuk memasuki pasar Tiongkok (pangsa pasar 1,5%), Petambak Indonesia harus menekan biaya produksi karena harga yang kurang kompetitif.

Untuk mendukung kelancaran ekspor udang, pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang kondusif. Hal ini dapat dilakukan dengan:

1. Menyederhanakan dan mempermudah perizinan.
2. Membangun infrastruktur di kawasan tambak.
3. Mengenalkan penggunaan teknologi budidaya yang tepat dan ramah lingkungan.
4. Menjamin ketersediaan benur unggul.
5. Membuat regulasi untuk menjaga kelestarian lingkungan, keamanan pangan, dan keberlanjutan usaha.
6. Meningkatkan promosi dan branding.
7. Menurunkan tingkat risiko usaha.

Daftar Negara Tujuan Ekspor Udang

5 Negara Tujuan Ekspor Udang Hasil Budidaya Terbesar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor udang Indonesia meningkat 5,33 juta kg (36,13%) pada Januari-November 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 3,92 juta kg. Total nilai ekspor mencapai US$36,75 juta. Udang diekspor ke negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Singapura merupakan negara tujuan ekspor udang budidaya terbesar dengan volume 1,89 juta kg (US$8,2 juta). Malaysia berada di urutan kedua dengan volume 2,07 juta kg udang (US$3,38 juta). Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor udang budidaya sebanyak 733,3 ribu kg (US$13,8 juta). Hong Kong menjadi negara tujuan ekspor udang budidaya sebanyak 436,03 ribu kg (US$8,57 juta) dan Korea Selatan sebanyak 69,19 ribu kg (US$88,54 juta).

See also  Komposisi dan Jenis Makanan Ikan Gabus Supaya Cepat Besar

Jenis Udang Ekspor dan Harganya

Umumnya, udang-udang dari Indonesia diekspor dalam bentuk beku (frozen peeled) dan shell-on. Harga udang ekspor berkisar di angka US$8,72/kg. Jenis udang yang diekspor meliputi:

1. Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)
Budidaya udang vaname sedang berkembang pesat di Indonesia. Udang vaname lebih unggul karena tahan terhadap penyakit, tumbuh lebih cepat, masa pemeliharaan lebih singkat, memiliki imunitas yang tinggi, dan pemberian pakan yang mudah. Udang vaname dapat dikembangkan dengan teknik pola tambak tradisional, semi-intensif, maupun intensif. Udang ini diminati oleh pasar Amerika Serikat karena tersedia dalam berbagai ukuran.

2. Udang Windu (Penaeus monodon)
Udang Windu merupakan udang asli Indonesia yang juga dikenal sebagai tiger shrimp. Udang windu digemari sebagai bahan makanan karena ukuran badannya yang besar dan rasanya yang lezat. Udang windu lebih diminati oleh pasar Jepang dan Eropa.

Ciri Kualitas Udang Ekspor

Ketika memilih udang untuk diekspor, perhatikan beberapa ciri kualitas berikut agar hanya udang berkualitas tinggi yang dipilih:

1. Warna yang Cerah: Udang berkualitas memiliki warna cerah, segar, dan menarik. Warna harus merata di seluruh tubuh udang dan tidak ada kontaminasi bercak hitam atau coklat.

2. Ukuran dan Bentuk yang Sama: Udang ekspor harus memiliki ukuran dan bentuk yang seragam. Hal ini membuat produk terlihat profesional dan menarik bagi konsumen di pasar internasional.

3. Bebas dari Kandungan Zat Asing Berbahaya: Udang ekspor harus bebas dari kandungan zat berbahaya seperti bakteri patogen dan toksin seperti histamin. Udang ekspor juga tidak boleh diproses dengan bahan kimia yang melebihi batas maksimum dan tidak mengandung bahan asing.

4. Kadar Air yang Rendah: Udang berkualitas tinggi memiliki kadar air yang rendah. Hal ini membuat produk memiliki masa simpan yang lebih lama dan tidak mudah rusak.

See also  Begini Cara Menentukan Kepadatan Udang Vaname Per Meter!

Tips Bisnis Ekspor Udang

1. Melengkapi Semua Dokumen yang Dibutuhkan

Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai dokumen dan sertifikasi yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan hukum dan keamanan ekspor udang. Beberapa dokumen yang umumnya dibutuhkan adalah faktur, sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), NIB (Nomor Induk Berusaha), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Bidang Pengolahan, SKP (Surat Ketetapan Pajak), rekaman Audit Internal, surat permohonan pendaftaran nomor registrasi, dan surat pernyataan pemanfaatan nomor registrasi.

2. Mengemas Udang dengan Rapi

Pengemasan yang rapi sangat penting dalam menjaga kualitas udang selama proses ekspor. Pastikan udang dikemas dengan rapi menggunakan kemasan yang tahan perubahan suhu dan kelembaban. Cantumkan label yang jelas pada kemasan dengan informasi akurat seperti nama produk, berat bersih, tanggal kadaluarsa, dan negara asal.

3. Memenuhi Persyaratan Ekspor

Pastikan udang ekspor telah memenuhi semua persyaratan ekspor yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan negara tujuan ekspor, termasuk standar kualitas dan persyaratan dokumen. Hal ini bertujuan agar produk diterima di negara tujuan dan tidak ada masalah dalam proses ekspor.

4. Membuat Kontrak Ekspor

Membuat kontrak ekspor merupakan proses menyusun dan menandatangani perjanjian antara eksportir (Petambak) dengan importir (pembeli di negara tujuan). Kontrak ini berisi informasi tentang jenis, jumlah, harga, jadwal pengiriman, dan kondisi-kondisi lain udang yang diekspor. Pastikan semua pasal dalam kontrak dipenuhi oleh kedua belah pihak.

5. Memastikan Pembayaran Ekspor Udang

Pastikan pembayaran telah dilakukan sebelum atau setelah pengiriman barang untuk mencegah masalah keuangan. Pembayaran dapat disesuaikan dengan kesepakatan dalam kontrak.

6. Menerapkan Strategi Pemasaran yang Terarah

Sebelum menyusun strategi pemasaran ekspor udang, lakukan riset pasar terlebih dahulu. Promosikan merek udang melalui event Akuakultur, bazar, atau pameran. Dapatkan sertifikasi IndoGAP dan Technical Guideline on Aquaculture Certification-FAO. Perhatikan aspek ketelusuran (traceability) untuk memenuhi persyaratan internasional.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!