Kepadatan penyebaran adalah salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam budidaya udang vaname. Kepadatan penyebaran berkaitan dengan kompetisi makanan yang terjadi di dalam tambak dan kemampuan sistem kolam untuk menampung aktivitas udang. Oleh karena itu, kepadatan penyebaran yang tepat akan mengoptimalkan pertumbuhan udang. Yuk simak caranya menentukan kepadatan udang vaname per meter di sini!
5 Hal Penting dalam Menentukan Kepadatan Udang Vaname Per Meter
1. Tingkat Teknologi Budidaya
Hal ini terkait dengan jenis, ukuran, spesifikasi tambak, serta kebutuhan input yang akan digunakan.
2. Target Produksi
Target produksi akan menentukan jumlah dan spesifikasi peralatan pendukung khususnya aerasi/kincir sebagai pemasok kebutuhan oksigen bagi udang. Biasanya patokan yang digunakan adalah setiap 1 HP kincir dapat mendukung kehidupan biomassa udang sebanyak 500 kg. Hal ini berarti jika target produksi sebanyak 5 ton, maka jumlah kincir yang harus dipersiapkan sebanyak 10 HP.
3. Sumber Daya Manusia (SDM)
Kompetensi SDM seperti operator tambak sangat dibutuhkan terkait kemampuan manajemen budidaya yang dapat mendukung tingkatan teknologi yang akan diaplikasikan.
4. Budget
Kemampuan pembiayaan usaha tambak karena terkait dengan jumlah input yang digunakan. Pakan merupakan salah satu aspek produksi yang mengambil presentase paling tinggi dalam total budget, yaitu sekitar 50-70%.
5. Lokasi
Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi, yaitu:
– Kondisi kelayakan lahan yang meliputi topografi, apakah kawasan supratidal atau intertidal, tipologi pantai terutama tinggi/rendahnya pasang surut
– Jenis tanah tambak, seperti gambut, tanah sulfat masam, dan tanah mineral lainnya
– Kuantitas dan kualitas sumber air laut dan tawar yang meliputi kandungan bahan organik, pH air, amonia, nitrit, fosfat, H2S
– Spesies udang yang dikembangkan karena beda spesies akan beda tingkat kepadatannya. Biasanya padat tebar vaname lebih tinggi dibandingkan jenis udang lainnya seperti udang windu, karena vaname bisa hidup pada kolam air tambak
Rekomendasi Kepadatan Udang Vaname Per Meter
Kepadatan penyebaran benur bisa 60-100 ekor/meter persegi. Untuk menghitung jumlah penyebaran udang bisa melalui 2 cara, yaitu:
1. Budidaya Udang Tradisional Semi Intensif
Contoh: Jika luas kolam 1.000 m2 dengan kepadatan 70 ekor/m2, maka dibutuhkan benur sebanyak 70.000 ekor. Kepadatan ini lebih aman dibandingkan kepadatan penyebaran tinggi.
2. Budidaya Udang Intensif (Kepadatan di atas 100 ekor/m2)
Contoh: Jika kolam seluas 1.000 m2 dan kedalaman 2m dengan kepadatan 110 ekor/m3, maka dibutuhkan benur sebanyak 220.000 ekor.
Tips Penyebaran Benur Sesuai Kepadatan Udang Vaname Per Meter
1. Waktu Penyebaran
Disarankan agar menyebar benur pada suhu air rendah, misalnya pada malam hari hingga dini hari. Benur dikirimkan dari hatchery ke tambak biasanya dalam kondisi suhu air rendah. Perbedaan suhu yang tidak terlalu jauh dapat mempercepat proses aklimatisasi atau adaptasi suhu sehingga udang tidak stress.
2. Kolam dalam Kepadatan Udang Vaname Per Meter
Kolam ini meliputi luas kolam, tinggi air, dan aerasi. Aerasi berhubungan dengan suplai oksigen terlarut (DO). DO digunakan untuk proses respirasi dan degradasi bahan organik dan sisa pakan. Rendahnya kadar DO dapat meningkatkan toksisitas yang berujung pada kematian masal. Suplai DO dapat menggunakan blower aerator atau sistem venturi dan dapat diukur dengan DO meter.
3. Pemilihan benur
Pastikan benur berada pada PL 10 sampai PL 15, berukuran seragam, dan sehat. Benur yang akan ditebar juga harus tidak dalam kondisi stress pasca pengiriman. Saat proses pengiriman, benur akan di anestesi sehingga perlu disadarkan terlebih dahulu sebelum ditebar. Proses penyadarannya dapat dilakukan dengan cara memutar-mutar plastik benur. Benur dalam kondisi baik akan melawan arus, sedangkan benur yang stress akan mengikuti arus. Benur yang stress tidak boleh langsung ditebar agar meminimalisir tingkat kematian.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

