Memahami MPN dan Cara Mudah Pembayarannya
MPN atau Modul Penerimaan Negara adalah inisiatif yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI untuk memodernisasi pengelolaan perbendaharaan negara. Hal ini dilakukan melalui peluncuran fitur Single Sign-On (SSO) yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mendapatkan kode billing untuk berbagai jenis penerimaan negara. Kode billing ini akan digunakan untuk proses pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran yang telah terintegrasi.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai MPN dan cara pembayarannya, berikut ini adalah informasi lengkap yang perlu Anda ketahui.
Apa itu Modul Penerimaan Negara (MPN)
MPN atau Modul Penerimaan Negara adalah sistem yang dikembangkan oleh Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI yang memiliki fungsi dalam mengatur proses penyetoran, penerimaan, pencatatan, pengumpulan data, pembuatan ringkasan, dan pelaporan terkait dengan penerimaan negara.
Sistem MPN ini merupakan upaya untuk melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perbendaharaan negara agar fungsi Treasury dapat berjalan dengan baik. Sistem MPN ini mulai dikembangkan sejak tahun 2012 dengan memanfaatkan fasilitas e-banking dan menggunakan konsep e-Billing system.
Perkembangan MPN ini mengalami beberapa tahapan, yang dikenal sebagai MPN G-1,5. Setiap tahapan pengembangan MPN ini bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya dan melakukan pembayaran melalui berbagai metode pembayaran elektronik yang telah bekerja sama dengan bank-bank tertentu.
Selain itu, MPN G3 juga memberikan kemudahan bagi wajib pajak dengan menyediakan fasilitas pembayaran melalui virtual account, kartu kredit, dan bahkan dompet digital. Selain itu, transaksi juga dapat dilakukan melalui PJAP, e-commerce, dan bahkan fintech.
Jenis Pajak Selain MPN
Selain MPN, terdapat beberapa jenis pajak lain yang perlu Anda ketahui untuk lebih memahami pentingnya pembayaran pajak. Berikut adalah lima jenis pajak selain MPN yang perlu Anda ketahui:
-
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak ini seringkali ditemui saat berbelanja atau membeli makanan di restoran. Pajak Pertambahan Nilai ditanggung oleh konsumen jasa dan barang. Jika barang tersebut diperdagangkan di dalam negeri, maka tarif PPN yang harus dibayarkan adalah sebesar 10%.
Tarif pajak ini dapat berubah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah, dengan tarif paling tinggi mencapai 15% dan paling rendah 5%.
Sedangkan untuk barang yang diekspor, tarif PPN yang dikenakan adalah 0%, termasuk ekspor jasa, ekspor barang kena pajak tidak berwujud, dan ekspor barang kena pajak berwujud.
-
Pajak Penghasilan atau PPh
Selain PPN, Anda juga mungkin sudah akrab dengan PPh atau Pajak Penghasilan. Seperti namanya, pajak ini dikenakan kepada penghasilan seseorang, badan usaha, dan instansi. Terdapat beberapa jenis pajak yang umum ditemui, seperti PPh 21 yang merupakan pajak penghasilan dari gaji, hadiah, upah, tunjangan, dan honorarium.
Selain itu, terdapat juga PPh 15 yang dikenakan pada penghasilan asuransi asing, maskapai penerbangan, perusahaan pelayaran, dan perusahaan yang berhubungan dengan infrastruktur negara. Terakhir, terdapat juga PPh 22 yang ditujukan untuk penghasilan dari perdagangan barang.
-
Materai
Materai juga merupakan salah satu jenis pajak selain MPN. Pajak ini dikenakan pada pembuatan dokumen atau berkas penting dan bertujuan untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen tersebut. Tarif pajak materai telah ditetapkan sebesar Rp10.000 sejak tahun 2021.
-
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Jenis pajak selanjutnya adalah PPnBM. Pajak ini dikenakan pada barang-barang mewah yang dibeli oleh kalangan dengan penghasilan tinggi dan dikenakan bersamaan dengan PPN.
-
PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan
PBB adalah pajak atau biaya yang harus dibayarkan atas kepemilikan tanah atau bangunan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi individu atau instansi tertentu. Besaran pajak yang harus dibayarkan akan disesuaikan dengan objek tanah atau bangunan tersebut.
Objek pajak bumi mencakup kebun, tanah, sawah, ladang, tambang, dan pekarangan. Sedangkan objek pajak bangunan mencakup pagar mewah, rumah tinggal, bangunan usaha, kolam renang, gedung bertingkat, jalan tol, dan pusat perbelanjaan.
Manfaat MPN
Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari Modul Penerimaan Negara atau MPN:
- MPN memiliki fungsi untuk mengumpulkan semua penerimaan negara.
- Memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak.
- Membantu meningkatkan pendapatan negara.
- Memberikan dukungan untuk kegiatan penatausahaan penerimaan negara dengan efisien, tepat, dan cepat.
Cara Membayar Pajak atau MPN Melalui
Untuk memudahkan pembayaran pajak, Anda dapat menggunakan beberapa produk dari sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda adalah wajib pajak perorangan, Anda dapat menggunakan mobile banking dan internet banking untuk membayar pajak melalui transfer dana atau virtual account.
Di mobile banking, selain pembayaran MPN, Anda juga dapat memanfaatkan berbagai fitur lainnya, seperti pembukaan rekening secara online dengan cashback menarik, transfer dana, pembayaran dengan QR Code, top up e-wallet, pembayaran tagihan kartu kredit, KTA, PLN, penarikan dan penyetoran tunai tanpa kartu, investasi, perubahan cicilan, top up dan voucher, dan lain-lain.
Selain itu, internet banking juga menawarkan berbagai keuntungan menarik, seperti fitur top up pulsa dan paket data, pembayaran PLN, pembayaran tagihan, pembayaran e-commerce, pembukaan deposito dengan bunga menarik, dan investasi reksadana.
Sedangkan jika Anda adalah wajib pajak perusahaan atau instansi, Anda dapat menggunakan BizChannel@CIMB untuk membayar MPN.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti:
- Pilih menu pembayaran dan klik lanjut.
- Pilih Fasilitas Umum (Pajak, Perusahaan Air).
- Pilih Penerimaan Negara, lalu pilih jenis layanan Penerimaan Negara.
- Masukkan Kode Billing dan pilih Rekening Sumber Dana.
- Pada tampilan konfirmasi pembayaran, klik OK.
Selain untuk membayar pajak, melalui BizChannel@CIMB Anda juga dapat melakukan transaksi pembayaran massal untuk pembayaran gaji dan tagihan. Terdapat dua jenis BizChannel@CIMB yaitu BizChannel@CIMB for Enterprise dan BizChannel@CIMB for Business.
Dengan BizChannel@CIMB for Enterprise, Anda dapat melakukan pembayaran seperti overbooking, SKN, RTGS, dan Domestik Online, remittance dengan nilai tukar konter dan/atau spesial, penerimaan negara, pembayaran tagihan (telepon, kartu kredit, TV berbayar, tiket pesawat, dll), dan pembayaran massal (termasuk pembayaran gaji).
Sedangkan dengan BizChannel@CIMB for Business, Anda dapat melakukan pembayaran seperti pemindahbukuan, SKN, RTGS, dan Domestik Online Transfer, remittance (transfer valuta asing), penerimaan negara (pajak dan non pajak), pembayaran tagihan (telepon, kartu kredit, TV berbayar, tiket pesawat, dll), dan pembayaran massal (termasuk pembayaran gaji).
Itulah beberapa informasi mengenai MPN dan cara mudah untuk melakukan pembayaran. Pastikan Anda membayar pajak sebelum batas waktu yang ditentukan untuk menghindari denda keterlambatan.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!
