Ini Dia Cara Ampuh Menaikkan Size Udang di Tambak Anda!


846

Dalam bisnis budidaya udang, Anda perlu mengupayakan cara meningkatkan ukuran udang. Hal ini tidaklah mudah dilakukan dan memerlukan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Selain itu, perlu dipertimbangkan juga risiko penyakit. Namun, hal ini tidak lagi menjadi masalah bagi Anda Petambak karena artikel ini akan membahas cara meningkatkan ukuran udang di tambak. Yuk, kita ulas bersama!

Ukuran dalam Budidaya Udang

Dalam budidaya udang, penting bagi Anda mengetahui sistem ukuran udang. Ukuran dalam budidaya udang dapat diartikan sebagai sistem pengukuran udang berdasarkan jumlah udang per 1 kg. Misalnya, udang dengan ukuran 30 berarti ada 30 ekor udang dalam 1 kg. Sumber: Dramatizen.com

Untuk mengetahui ukuran udang yang Anda miliki, Anda bisa menggunakan rumus berikut:
Ukuran Udang = 1.000 gram/ABW
Keterangan:
ABW : Berat rata-rata udang (didapatkan ketika sampling)

Sebagai contoh:
Anda memiliki sampel udang dengan berat 50 gr. Lalu, berapakah ukuran udang tersebut?
Ukuran Udang = 1.000 gram/50 gram = 20
Maka, ukuran udang tersebut adalah 20.

Dengan mengetahui cara menghitung ukuran udang, Anda bisa membuat rencana manajemen pakan yang tepat untuk meningkatkan ukuran udang Anda. Berikut adalah beberapa jenis udang dengan ukuran yang ada di pasaran dan sering dicari oleh pembeli:

  1. Udang Ukuran 20/Kg
  2. Udang Ukuran 30/Kg
  3. Udang Ukuran 40/Kg
  4. Udang Ukuran 50/Kg
  5. Udang Ukuran 60/Kg
  6. Udang Ukuran 70/Kg
  7. Udang Ukuran 80/Kg
  8. Udang Ukuran 90/Kg
  9. Udang Ukuran 100/Kg

Harga udang sangat bervariasi, tergantung pada ukuran, berat, dan lokasinya. Contohnya, harga udang di Jawa Tengah pada Februari 2023 berkisar Rp53.000-Rp97.000. Anda dapat memberikan harga terbaik sesuai dengan ukuran, berat, maupun lokasi. Sehingga, Anda akan mendapatkan keuntungan optimal dari hasil panen.

Penyebab Ukuran Udang Tidak Naik

Anda Petambak mungkin sering bertanya-tanya apa penyebab ukuran udang tidak naik. Banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan udang terhambat sehingga ukuran udang tidak mengalami peningkatan. Udang yang tumbuh dengan lambat tidak dapat terjual di pasaran karena adanya beberapa persyaratan dalam perdagangan udang. Oleh karena itu, Anda harus merawat udang dengan baik dan benar agar pertumbuhannya tidak terhambat sehingga udang tumbuh dengan ukuran yang optimal dan dapat mendatangkan keuntungan.

See also  Ketahui 15 Manfaat Ikan Lele yang Baik Bagi Kesehatan Tubuh!

Untuk mengatasi ukuran udang yang tidak naik, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut ini adalah ulasannya:

1. Kualitas Air Tambak Buruk

Kualitas air tambak yang kurang baik akan menghambat pertumbuhan udang. Ada banyak faktor yang membuat sulitnya peningkatan ukuran udang, seperti salinitas air yang buruk dan warna air yang keruh, menandakan air kolam yang kotor. Hal ini tentunya membuat udang stres sehingga kesulitan untuk tumbuh lebih besar. Kandungan amonia yang terlalu tinggi akan menjadi racun pada udang. Selain itu, kandungan nitrat yang terlalu tinggi akan menurunkan kadar oksigen terlarut dan kandungan pH yang tidak ideal juga akan membuat organ tubuh udang terluka.

2. Pemberian Pakan

Selain air kolam, pakan juga sangat penting dalam perkembangan udang. Pemberian pakan yang tidak tepat akan membuat udang kesulitan tumbuh besar. Untuk memberikan pakan secara optimal dan meningkatkan efisiensi budidaya udang, Anda dapat menggunakan eFeeder dari Dramatizen.com.

3. Pemilihan Bibit Udang yang Kurang Berkualitas

Penyebab udang tumbuh dengan lambat sehingga ukurannya sulit meningkat adalah kesalahan dalam memilih bibit. Bibit udang yang kurang berkualitas akan menghasilkan udang yang tumbuh dengan lambat.

4. Penebaran Bibit saat Awal Budidaya

Kesalahan dalam penebaran bibit pada saat awal budidaya akan membuat udang sulit tumbuh besar. Kesalahan yang sering terjadi adalah melakukan penebaran ketika intensitas sinar matahari yang tinggi, langsung menebarkan bibit begitu saja, menebarkan bibit pada air kolam yang tidak berkualitas, dan menebarkan bibit dalam jumlah yang terlalu banyak.

Cara Menaikkan Ukuran Udang agar Optimal

Setelah mengetahui penyebab ukuran udang yang tidak naik, ada beberapa cara yang Anda dapat lakukan untuk menaikkan ukuran udang hingga optimal. Lakukan beberapa hal berikut ini untuk membuat udang lebih cepat besar:
Sumber: Dramatizen.com

1. Memperbaiki Kualitas Air Kolam

Air kolam harus selalu bersih sehingga udang tidak mudah stres. Anda dapat menggunakan filter agar tidak perlu membersihkannya setiap hari. Untuk melihat parameter air yang sesuai untuk budidaya udang, Anda dapat melihat tabel berikut ini:

See also  4 Jenis Tambak Udang untuk Budidaya Beserta Padat Tebarnya!

Parameter Kualitas Air yang Disarankan untuk Budidaya Udang di Tambak

Dalam usaha budidaya udang di tambak, kualitas air yang baik dan terjaga menjadi faktor kunci untuk kesuksesan. Air yang bersih dan kondisi parameter yang sesuai dapat mengurangi stres pada udang serta mendukung pertumbuhan dan produktivitas yang optimal. Berikut adalah tabel parameter kualitas air yang direkomendasikan untuk budidaya udang di tambak:

Parameter Satuan Kisaran
Suhu 28-30
Salinitas g/L 23-33
pH 7,5-8,5
Alkalinitas mg/L 100-200
BOD (Deman Oksigen Biologi) mg/L ≤ 3,0
Bahan Organik mg/L ≤ 55
Total Padatan Terlarut mg/L 150-200

Parameter kualitas air di atas menjadi acuan penting dalam menjaga lingkungan air tambak agar sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan udang. Suhu yang optimal, tingkat salinitas yang sesuai, pH yang stabil, dan konsentrasi zat-zat terlarut seperti bahan organik dan padatan terlarut menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Pengukuran dan pemantauan berkala terhadap parameter-parameter ini akan membantu memastikan bahwa kondisi air tambak tetap mendukung kesehatan dan pertumbuhan udang yang maksimal.

 

2. Pemilihan Bibit yang Berkualitas

Memilih bibit udang yang berkualitas sangatlah mudah, yaitu dengan melihat ciri fisik dan pergerakannya. Bentuk bibit udang yang sehat dapat Anda lihat secara langsung seperti tubuh lurus, ususnya terisi penuh, antena utuh, ekor membuka, dan aktif berenang. Selain itu, udang akan segera bereaksi ketika ada rangsangan pada air kolam atau ada pakan yang masuk kolam.

3. Teknis Pemeliharaan

Teknis pemeliharaan yang benar juga akan meningkatkan pertumbuhan udang agar mendapatkan ukuran optimal. Pemberian pakan yang tepat, penjagaan kualitas air, penebaran bibit, hingga pemberian suplemen merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam pemeliharaan udang.

4. Jenis dan Jumlah Pakan

Pemberian Pakan yang Tepat untuk Pertumbuhan Udang

Dalam usaha budidaya udang, pemberian pakan yang tepat pada setiap fase pertumbuhan sangat krusial untuk mencapai pertumbuhan optimal dan kesehatan yang baik. Berbagai jenis pakan dengan dosis dan frekuensi yang sesuai perlu diperhatikan. Berikut adalah tabel pemberian pakan yang direkomendasikan untuk berbagai umur udang:

Umur Udang Jenis Pakan Dosis Pakan Frekuensi Pemberian
<15 hari Powder 15-17% 3 kali sehari
16-30 hari Crumble 15-25% 4 kali sehari
31-45 hari Crumble 10-15% 5 kali sehari
>46 hari Pelet 7-10% 5 kali sehari
See also  Cara Menghitung ABW Udang dengan Mudah dan Cepat

Tabel di atas menyajikan panduan pemberian pakan berdasarkan umur udang. Dosis pakan dihitung sebagai persentase dari bobot udang dan frekuensi pemberian dilakukan sesuai dengan tahap pertumbuhan. Pemberian jenis pakan yang sesuai dengan fase pertumbuhan dan memperhatikan dosis serta frekuensinya akan membantu mendukung pertumbuhan dan kesehatan udang secara optimal.

5. Pemenuhan Kandungan Nutrisi Pakan

Pemenuhan Kandungan Nutrisi Pakan untuk Budidaya Udang

Kualitas pakan yang diberikan pada budidaya udang tidak hanya ditentukan oleh jenis dan jumlah pakan, tetapi juga oleh kandungan nutrisi yang terkandung dalam pakan tersebut. Kandungan nutrisi yang tepat akan memastikan pertumbuhan optimal dan kesehatan udang yang baik. Berikut adalah tabel yang menunjukkan pemenuhan kandungan nutrisi yang direkomendasikan untuk berbagai fase pertumbuhan udang:

Nutrisi Starter Grower Finisher
Kadar Air (%) 12 12 12
Kadar Protein (%) 32 30 28
Kadar Lemak (%) 6 6 5
Kadar Serat (%) 4 4 5
Kadar Abu (%) 15 15 15

Tabel di atas menunjukkan kandungan nutrisi yang direkomendasikan untuk tiga tahap pertumbuhan udang: Starter, Grower, dan Finisher. Pemenuhan kandungan nutrisi seperti kadar air, protein, lemak, serat, dan abu perlu dijaga sesuai dengan fase pertumbuhan masing-masing. Dengan memperhatikan kandungan nutrisi pakan yang tepat, Anda dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan optimal bagi udang dalam berbagai tahap pertumbuhannya.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), pemberian jenis pakan dibagi menjadi 3 fase. Fase yang dimaksud adalah starter, grower, dan finisher. Berikut ulasannya:
– Fase starter adalah fase awal dalam proses budidaya udang, yaitu saat udang masih dalam bentuk benur. Dengan ukurannya yang terbilang kecil, tentu memerlukan pakan dengan bentuk yang sesuai dengan bukaan mulutnya. Dalam hal ini, pakan terbaik yang digunakan berupa tepung.
– Fase grower adalah fase pembesaran. Pada fase ini, ukuran udang sudah lebih besar. Untuk itu, pakan yang digunakan berupa crumble, sehingga fase pembesaran udang dapat berjalan dengan optimal.
– Fase finisher adalah fase akhir menjelang panen. Pada fase ini, bisa dikatakan tinggal menunggu waktu panen. Namun, udang tetap memerlukan pakan yang bernutrisi agar tetap sehat. Pakan paling tepat yang diberikan berupa pelet.

6. Pemantauan dan Sampling Pertumbuhan

Pemantauan ini berfungsi untuk melihat laju pertumbuhan hingga menjaga kelangsungan hidup udang. Anda perlu memantau setiap fase pertumbuhan.

7. Pemberian Suplemen

Pemberian suplemen tidak kalah penting dari pemberian pakan dan penjagaan kualitas air. Pastinya Anda perlu memilih suplemen yang tepat agar pertumbuhan udang makin cepat.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!