Hal-hal Penting dalam Manajemen Keuangan Syariah


839

Pentingnya Manajemen Keuangan Syariah

Saat ini, manajemen keuangan syariah semakin mendapatkan perhatian dari banyak orang, terutama di Indonesia. Bahkan, dalam dekade terakhir, keuangan syariah telah menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri keuangan global, melampaui pasar keuangan konvensional.

Data dari Global Islamic Economic menunjukkan pertumbuhan positif keuangan syariah di Indonesia, meskipun di tengah pandemi. Pada Mei 2021, aset keuangan syariah mencapai Rp598,2 triliun.

Dengan pertumbuhannya yang terus meningkat, banyak orang yang ingin memulai atau sudah menerapkan manajemen keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebelum dapat menerapkannya dengan benar, penting untuk memahami pengertian, prinsip, larangan, dan produk keuangan syariah yang berlaku di Indonesia.

Apa itu Manajemen Keuangan Syariah?

Manajemen keuangan syariah adalah kegiatan manajerial keuangan secara individu maupun non-individu dengan tujuan mencapai keberhasilan yang didasarkan pada prinsip dan dasar hukum agama Islam. Prinsip dan dasar hukum ini tidak hanya diterapkan pada sistem manajemen keuangan, tetapi juga pada lembaga keuangan dan produk yang ditawarkan.

Manajemen keuangan merupakan kegiatan penting dalam kehidupan bermasyarakat karena membantu mengendalikan aktivitas keuangan agar lebih baik. Meskipun umumnya manajemen keuangan dilakukan oleh perusahaan atau organisasi, individu juga perlu melakukan manajemen keuangan pribadi agar mencapai kebebasan finansial.

Hubungan antara Manajemen Keuangan Syariah dan Lembaga Perbankan Syariah

Manajemen keuangan syariah dapat dilakukan oleh individu maupun lembaga perbankan syariah. Bank syariah beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah agama Islam, yang menjadi perbedaan utama dengan bank konvensional.

See also  Peluang Usaha Makanan Yang Cocok di Tahun Ini

Lembaga perbankan syariah harus mengikuti tiga prinsip utama dalam ajaran Islam, yaitu keadilan, kemitraan, dan transparansi. Keadilan mengacu pada pembagian keuntungan yang adil berdasarkan kontribusi dan risiko masing-masing pihak. Kemitraan menjadikan nasabah dan bank sebagai mitra usaha yang saling bersinergi untuk memperoleh keuntungan. Transparansi mengharuskan bank untuk memberikan laporan keuangan yang terbuka agar nasabah dapat mengetahui kondisi dana mereka. Prinsip terakhir adalah universalitas, yang tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat.

Dalam manajemen keuangan syariah di bank syariah, terdapat konsep penghimpunan dana seperti giru, tabungan, dan deposito. Prinsip wadi’ah dan mudharabah sering diterapkan dalam lembaga perbankan syariah. Wadi’ah yad dhamanah digunakan dalam produk rekening giro, sedangkan mudharabah digunakan saat penyimpanan atau deposan bertindak sebagai pemilik modal dan bank sebagai pengelola.

Konsep penyaluran dana dalam lembaga perbankan syariah dapat dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, seperti pembiayaan dengan prinsip jual beli, sewa, bagi hasil, dan akad pelengkap.

Cara Mengatur Keuangan Berdasarkan Syariah Islam

Dalam menerapkan manajemen keuangan syariah, penting untuk melakukan perencanaan keuangan dengan tepat. Perencanaan keuangan adalah proses untuk mencapai tujuan hidup melalui pengelolaan keuangan yang terencana. Perencanaan keuangan syariah harus memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan tidak hanya berorientasi pada dunia, tetapi juga pada akhirat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan syariah adalah:

1. Menyusun tujuan keuangan sesuai dengan syariah Islam. Misalnya, menunaikan ibadah haji sebagai tujuan keuangan yang lebih penting daripada keinginan konsumtif dan duniawi lainnya.

2. Mengalokasikan sebagian dana untuk zakat, infaq, dan sedekah. Al-Quran dan hadist mendorong umat Islam untuk memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan. Zakat, infaq, dan sedekah memiliki fungsi penyucian jiwa dan harta, serta membantu fakir miskin.

See also  Profil, Sejarah, dan Berbagai Produk Menarik Dari Bank Mega

3. Meminimalkan utang. Agama Islam menganjurkan untuk tidak berutang kecuali dalam keadaan darurat. Jika memiliki utang, sebaiknya melunasi utang secepat mungkin.

4. Menggunakan produk keuangan syariah. Memilih produk keuangan syariah seperti tabungan, deposito, asuransi, dan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

5. Terapkan pola hidup sederhana. Membiasakan diri dengan pola hidup sederhana, membedakan keinginan dan kebutuhan, mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan rapi, serta merasa cukup dan bersyukur.

6. Menyiapkan dana darurat. Menyisihkan dana darurat untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!