Apakah Anda sudah tahu tentang kebiasaan makan udang vaname? Udang vaname yang merupakan udang air payau mempunyai kebiasaan makan yang berbeda di habitat alami dengan di tambak budidaya. Lantas, seperti apa kebiasaan makan udang vaname di kedua habitat tersebut? Simak selengkapnya di artikel ini, yuk?
Kebiasaan Makan Udang Vaname
Udang vaname adalah hewan nokturnal yang aktif mencari makan pada malam hari atau saat intensitas cahaya rendah. Sedangkan pada siang hari yang cerah, udang vaname lebih pasif, dengan berdiam diri di dasar tambak. Alaminya, udang vaname termasuk ke dalam hewan omnivorous scavenger yang memakan hewan, tumbuhan, bangkai, plankton, alga bentik, detritus, dan bahan organik lainnya. Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, udang vaname membutuhkan pakan yang mengandung protein, asam amino, dan asam lemak.
Jika menjumpai pakan yang mengandung senyawa organik tersebut, udang vaname akan merespon dengan cara mendekatinya. Di habitat alaminya, udang vaname mencari makan di dasar perairan. Namun, udang vaname memiliki pergerakan yang terbatas dalam mencari makanan dan mempunyai sifat dapat menyesuaikan diri terhadap makanan yang tersedia di lingkungannya.
Sehingga, jika Anda memberikan pakan yang berupa pelet pada sistem budidaya intensif di tambak, udang vaname akan mudah untuk menyukainya. Udang vaname juga mempunyai saluran pencernaan yang sederhana, sehingga udang jenis ini memerlukan jenis pakan yang mudah dicerna. Pakan organik yang biasa ditemui udang vaname di habitat aslinya sudah didesain sedemikian rupa agar mudah dicerna. Hal ini berarti, jika Anda ingin membudidayakan udang vaname secara intensif di tambak, kandungan dan ukuran pakan harus disesuaikan akan mudah dicerna udang.
Cara Udang Vaname Makan
Sumber: Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang
Udang vaname memakan segala sesuatu yang menarik mereka dengan mengidentifikasinya menggunakan sinyal kimiawi dan bantuan organ sensor yang bernama seta. Ketika sudah menemukan makanan yang ingin dimakannya, udang vaname akan menggunakan sepasang kaki capitnya untuk mengarahkan makanan ke mulut. Selanjutnya, pakan yang berukuran kecil masuk ke dalam kerongkongan, sedangkan pakan yang berukuran besar akan dicerna secara kimiawi terlebih dahulu oleh maxilliped di dalam mulut.
Persentase Pemanfaatan Pakan oleh Udang Vaname
Bagi udang, pakan yang baik merupakan sumber nutrisi yang terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Nutrisi-nutrisi ini nantinya digunakan udang vaname sebagai sumber energi untuk tumbuh dan berkembang. Pakan menjadi faktor yang sangat penting dalam budidaya udang vaname karena memakan 60-70% dari total biaya operasional budidaya. Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan akan memacu pertumbuhan dan perkembangan udang vaname secara optimal sehingga produktivitasnya bisa ditingkatkan.
Berdasarkan persentasenya, udang vaname hanya menyerap 85% pakan yang dikonsumsinya, sedangkan 15% dari pakan tersebut akan menjadi limbah. Dari 85% tersebut, 48% pakan digunakan untuk proses metabolisme, molting, dan sumber energi, sedangkan 17%-nya untuk pertumbuhan, dan 20%-nya menjadi feses. Pengefisiensian penggunaan pakan bisa dilakukan dengan memberikan pakan dalam jumlah dan ukuran yang tepat serta monitoring pakan yang ketat. Hal ini dilakukan agar udang vaname tidak mengalami kekurangan pakan (underfeeding) atau kelebihan pakan (overfeeding). Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat dapat membuat udang tumbuh dan berkembang ke ukuran yang maksimal. Maka dari itu, jumlah pakan harus disesuaikan dengan biomassa dan populasi udang yang di budidaya di kolam.
Rekomendasi Cara Pemberian Pakan Udang
Masalah yang sering dialami Petambak udang vaname adalah banyaknya pakan yang terbuang dan mengendap di dasar kolam. Hal ini bisa terjadi ketika pakan tidak diberikan di jam pemberian pakan udang vaname yang tepat, sehingga ketika pakan ditebar ke tambak, udang belum mau makan dan pakan pun mengendap di dasar kolam. Hal lain yang bisa menyebabkan pengendapan pakan adalah cara pemberian pakan yang kurang tepat.
Salah satu cara pemberian pakan udang vaname yang tepat adalah dengan mematikan kincir yang ada di kolam 15 menit sebelum penebaran pakan. Pasalnya, kincir yang menyala akan memperbanyak arus air di tambak dan mengakibatkan pakan terbawa oleh arus. Mematikan kincir 15 menit sebelum penebaran pakan dinilai efektif dalam meningkatkan jangkauan udang terhadap pakan yang diberikan.
Hal ini terjadi karena udang vaname harus mendeteksi pakan menggunakan sensornya terlebih dahulu sebelum menyantapnya. Namun, jika Anda menggunakan autofeeder (alat pakan udang otomatis), Anda tidak perlu mematikan kincir karena autofeeder hanya berada pada beberapa titik. Sehingga membutuhkan arus dari kincir agar persebarannya merata. Selanjutnya, Anda perlu memperhatikan bentuk pakan yang diberikan kepada udang. Apabila pakan yang diberikan berbentuk tepung, maka pakan perlu dibasahi terlebih dahulu sebelum ditebar ke tambak. Pembasahan pakan yang berbentuk tepung dilakukan untuk menghindari terbuangnya pakan yang bisa terjadi akibat hembusan angin saat ditebar ke tambak.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!
