Warna air tambak adalah indikator yang mudah diamati untuk menentukan kondisi kesehatan tambak. Air tambak dapat memiliki berbagai warna seperti cokelat tua, hijau kekuningan, hitam, dan lainnya. Warna hijau kecoklatan adalah warna yang baik untuk air tambak udang. Mari kita simak informasi tentang cara membuat air tambak berwarna hijau kecoklatan di sini!
Warna Air Tambak Udang yang Baik
Warna air yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan udang adalah hijau kecoklatan dengan kecerahan air rata-rata antara 20-40 cm atau 30-45 cm. Air tambak dengan warna hijau kecoklatan menunjukkan stabilitas dalam budidaya udang karena menandakan adanya banyak fitoplankton yang dapat dimanfaatkan langsung oleh zooplankton.
Jika salah satu kelompok plankton mati atau mengalami gangguan, populasi plankton lainnya masih cukup untuk menjaga kecerahan atau transparansi air sekitar 30-45 cm. Transparansi air yang baik dalam budidaya udang adalah sekitar 20-45 cm.
Air tambak berwarna hijau kecoklatan biasanya didominasi oleh keberadaan plankton Chlorophyta yang memiliki pigmen hijau dan plankton Diatom/Bacillariophyceae yang memberikan warna coklat. Plankton Chlorophyta stabil terhadap perubahan lingkungan dan cuaca karena mortalitasnya relatif panjang. Sedangkan plankton Diatom adalah suplai pakan alami bagi udang yang mempercepat pertumbuhan dan perkembangan udang.
Cara Membuat Air Tambak Berwarna Hijau Kecoklatan
Air tambak sebaiknya hanya diganti jika diperlukan saja, karena udang bisa stres jika air terlalu sering diganti. Perubahan warna air tambak juga harus diamati secara rutin. Jika warna air sering berubah, seperti kuning di pagi hari, hijau di siang hari, dan biru di sore hari, itu menunjukkan rendahnya alkalinitas air tambak (di bawah 80 mg CaCO3 equivalen/L). Hal ini menyebabkan perubahan pH air yang besar dan cepat melebihi 0,5, yang dapat menyebabkan stres pada udang. Kapur dolomit dapat diberikan secara rutin 3-5 ppm per minggu untuk mencegah perubahan pH yang besar, terutama saat musim penghujan di area tambak dengan tanah sulfat masam.
Air Tambak Saat Musim Hujan
Jika tingkat curah hujan tinggi, suhu, pH, oksigen terlarut (DO), alkalinitas, dan salinitas di tambak akan turun drastis karena pengenceran air tambak. Selain itu, kestabilan fitoplankton dalam tambak juga menurun, yang dapat menyebabkan kematian massal.
Jika kepadatan fitoplankton tinggi dan terjadi kematian massal, maka bahan organik akan menumpuk di dasar tambak. Angin yang kencang dapat mengangkat lumpur dasar yang mengeluarkan H2S beracun. Hal ini menyebabkan bakteri patogen menggantikan bakteri yang menguntungkan, sehingga udang rentan terhadap penyakit.
Kematian massal plankton juga menyebabkan transparansi air menjadi jernih, yang meningkatkan kandungan amoniak. Ini menyebabkan penurunan nafsu makan udang dan tubuh udang menjadi kotor terutama pada bagian perut. Selain itu, udang juga mengalami stres, molting massal, dan mengalami softshell karena kekurangan mineral di tambak.
Cara Mengatasi Air Tambak Saat Musim Hujan
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kematian massal pada udang saat musim hujan, yaitu:
- Mengoperasikan semua aerator dengan kecepatan putar sekitar 80–85 putaran/menit. Cara mudah untuk memeriksa aerator adalah dengan menaburkan 5–10 kg saponin ke dalam tambak. Jika gelembung-gelembung terkumpul di tengah tambak, maka aerator terpasang dengan baik.
- Menjaga kandungan oksigen lebih tinggi 20% dari biasanya.
- Mengeluarkan air hujan melalui sistem pembuangan atas yang tepat.
- Menahan pemberian pakan saat hujan turun.
- Melakukan pemeriksaan rutin setelah hujan reda, seperti memeriksa pH, alkalinitas, salinitas, DO, suhu, warna air, kecerahan air, pencernaan udang, dan pakan udang di anco.
- Memastikan pH dalam kondisi optimal (7,5–8,5). Penurunan pH saat hujan dapat diatasi dengan memberikan kapur di sepanjang tepi tambak dengan kadar 10 kg kapur/100m2 saat keadaan kering. Setelah hujan, kapur dapat diberikan sebanyak 10–20 kg/ha dengan tetap menggunakan aerator agar kapur tidak menggumpal di dasar tambak.
- Membuang air dalam tambak sedikit demi sedikit untuk mencegah penurunan salinitas secara signifikan dan mencegah banjir di tambak.
Cara Mengatasi Plankton Saat Musim Hujan
Salinitas akan turun saat musim hujan. Jika salinitas air turun di bawah 8 ppt, biasanya akan tumbuh plankton biru-hijau yang berbahaya dan merusak. Hal ini menyebabkan perubahan pH yang drastis di siang hari, rendahnya DO di pagi hari, dan udang mudah terserang penyakit insang hitam.
Petambak dapat mengatasi masalah plankton saat musim hujan dengan mengurangi pemberian pakan, menggunakan disinfektan untuk melawan patogen mikro, dan menggunakan probiotik dengan kombinasi zeolit untuk menyerap gas beracun yang berasal dari bangkai plankton yang mati di dasar tambak.
Cara Mengatasi Kotoran Saat Musim Hujan
Penurunan salinitas saat musim hujan juga dapat menyebabkan munculnya senyawa dan gas beracun dari kotoran di dasar tambak seperti nitrit yang beracun saat salinitas di bawah 10 ppt, yang dapat membahayakan kondisi udang di tambak. Oleh karena itu, petambak perlu:
- Mengurangi sisa pakan dengan memantau kondisi pakan di anco.
- Menggunakan probiotik secara rutin untuk mempercepat pertumbuhan bakteri pengurai kotoran.
- Meningkatkan penggunaan aerator.
- Menjaga kondisi pH antara 7,8-8,2.
- Mengukur kandungan NH3 (amonia), H2S (hidrogen sulfida), dan NO2 (nitrit) di tambak.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

