Strategi pemasaran ikan patin sangat penting bagi Pembudidaya ikan patin untuk menjaga stabilitas bisnis dan mendapatkan keuntungan maksimal setiap periode. Meskipun bisnis budidaya ini memiliki target pasar yang luas, Anda perlu meningkatkan bisnis yang sedang dijalani. Berikut ini adalah penjelasan mengenai strategi pemasaran ikan patin agar dapat meraih keuntungan besar!
Keuntungan Bisnis Ikan Patin
Bisnis ikan patin memiliki banyak keuntungan jika Anda menjalankannya dengan serius. Kelebihannya adalah perawatan ikan patin lebih mudah dibandingkan ikan lele, bahkan ikan patin yang Anda pelihara dapat memanfaatkan limbah rumah tangga yang tidak mengandung minyak. Berikut adalah keuntungan bisnis ikan patin yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal:
1. Permintaan Pasar
Ikan patin memiliki permintaan pasar yang sangat luas karena merupakan jenis ikan favorit masyarakat, terlebih lagi belum banyak yang membudidayakannya. Jumlah konsumsi ikan patin per kapita terus meningkat setiap tahunnya mencapai 21,9% dari tahun 2014-2017. Selain itu, banyak masyarakat yang mengonsumsi ikan patin. Ikan patin dapat dijadikan olahan makanan yang cukup beragam. Apalagi masyarakat Indonesia identik dengan penggemar olahan ikan.
2. Tidak Memerlukan Banyak Biaya
Ketika Anda ingin memulai budidaya ikan patin namun tidak mempunyai modal besar, Anda tidak perlu khawatir karena bisnis ini dapat dilakukan dengan modal minimum. Dalam melakukan bisnis ini, Anda bisa menggunakan media kolam terpal. Dengan media yang memadai serta pemeliharaan yang baik dan benar, maka hasil panen ikan patin dijamin tidak mengecewakan.
3. Pertumbuhan Cepat
Ikan patin juga terkenal dengan pertumbuhannya yang cepat, dalam jangka waktu 1 bulan ikan ini dapat tumbuh dengan bobot 1 kg dan panjang 30-40 cm. Maka, Anda dapat panen dalam jangka waktu relatif singkat.
4. Harga Jual Tinggi
Ikan patin memiliki harga yang relatif tinggi di pasaran. Harga ikan patin berkisar Rp26.000-Rp36.000. Jadi, apabila Anda serius untuk menjalankannya maka akan meraup untung besar.
5. Jumlah Telur yang Dihasilkan Banyak
Kelebihan lainnya adalah ikan patin mampu menghasilkan telur dalam jumlah banyak. Seekor induk patin dapat bertelur 200.000 butir telur setiap 6 bulan sekali.
Cara Pemasaran Ikan Patin
Berikut ini adalah strategi pemasaran ikan patin yang efektif agar bisnis budidaya ikan patin dapat berusia panjang dan memiliki harga jual yang stabil:
1. Membedakan Target Pasar
Strategi pemasaran yang dapat Anda lakukan adalah dengan membedakan target pasar. Pemasaran ini dilakukan dengan menjual patin berdasarkan umurnya. Misalnya, Anda dapat menjual bibit ikan patin ke pemasok benih. Bibit ikan patin bisa dijual ketika berumur 20-50 hari. Selain benih, untuk kebutuhan konsumsi, ikan patin bisa dijual saat berusia 7 bulan. Sedangkan untuk permintaan indukan, Anda dapat menjualnya setelah berumur 2 tahun. Cara pemasaran dengan membedakan target pasar, menjadikan strategi pemasaran yang Anda lakukan makin efektif karena dapat menjangkau tiga konsumen sekaligus.
2. Kerja Sama dengan Penjual Ikan hingga Jadi Supplier di Pasar
Anda bisa mengajukan diri untuk bekerja sama dengan para pedagang ikan di pasar. Untuk memulainya, Anda bisa mencari pedagang di pasar yang terdekat dahulu. Lama-kelamaan, para pedagang ikan di pasar akan mengenal Anda sebagai Pembudidaya ikan patin sehingga Anda berpotensi menjadi supplier ikan patin untuk semua pedagang ikan di satu pasar. Anda bisa menekuni kerjasama ini dalam jangka panjang. Bila tekun dan rutin menyuplai ikan ke pedagang, maka Anda bisa menjadi supplier di lebih dari satu pasar dan bisnis akan bertumbuh besar.
3. Kerja Sama dengan Restoran
Anda bisa menawarkan ikan patin kepada pihak restoran. Cara ini membutuhkan skill komunikasi dan menjalin relasi yang baik. Kerja sama dengan restoran merupakan potensi yang patut Anda coba. Dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa menjadi pemasok ikan patin di restoran besar. Apabila bekerja sama dengan restoran, Anda juga perlu meyakinkan pihak restoran bahwa ikan patin hasil budidaya Anda berkualitas baik. Trik lainnya adalah memberikan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan harga pasaran ikan patin dari pebisnis lainnya.
4. Kerja Sama dengan Supermarket
Tips pemasaran selanjutnya adalah dengan menawarkan kerja sama dengan supermarket. Agar dapat bekerja sama dengan supermarket, Anda juga perlu meyakinkan pihak supermarket bahwa kualitas ikan patin milik Anda telah terjamin kebersihan, kelezatan, dan juga gizinya. Bekerja sama dengan supermarket cukup menjanjikan profit yang tinggi. Oleh karena itu, tak heran jika mereka memiliki kualifikasi yang cukup rumit terhadap ikan patin yang diterima.
5. Pemasaran Word of Mouth
Anda dapat mempromosikannya melalui word of mouth (mulut ke mulut). Cara ini digunakan agar banyak orang yang mengetahui informasi mengenai keberadaan usaha Anda, sehingga dapat tersebar luas dengan mudah.
6. Tawarkan Ikan Patin melalui Media Sosial dan Platform Online
Perkembangan teknologi yang pesat harus Anda manfaatkan, khususnya untuk perkembangan bisnis. Tips pemasaran ikan patin yang terakhir adalah menawarkan ikan patin melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau platform online lain. Ada banyak platform online atau marketplace yang bisa Anda gunakan untuk menawarkan ikan patin. Mulai dari olahan ikan patin yang Anda olah sendiri atau langsung menawarkan ikan patin segar.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

