Mau Budidaya Sukses? Yuk Buat Formulasi Pakan Ikan!


842

Anda mungkin pernah bertanya-tanya tentang komposisi pakan ikan yang ideal. Sebenarnya, komposisi tersebut tergantung pada jenis dan ukuran ikan yang dibudidayakan. Misalnya, ikan patin membutuhkan protein sebesar 25-30% pada masa pertumbuhan (2 bulan ke atas), sedangkan di fase pendederan memerlukan protein sebesar 30-32%. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami formulasi pakan. Formulasi pakan ikan adalah komposisi nutrisi seimbang dalam pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi setiap jenis ikan. Formulasi yang baik harus mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan ikan dan memberikan keuntungan secara ekonomis karena bahan baku yang digunakan murah dan mudah didapatkan.

Dalam pemilihan bahan baku untuk formulasi pakan, Anda perlu mempertimbangkan beberapa persyaratan, seperti tinggi nutrisi, ketersediaan, kemudahan pengolahan, keamanan pangan, dan harga yang relatif murah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena dalam artikel ini akan dijelaskan dengan jelas tentang formulasi pakan ikan, sehingga dapat membantu dalam proses budidaya Anda. Berikut ini adalah cara efektif membuat formulasi pakan ikan agar budidaya menjadi sukses.

Manfaat Formulasi Pakan untuk Ikan

Dalam budidaya ikan, pakan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produksi. Lebih dari 60% biaya produksi dikeluarkan hanya untuk pembelian pakan. Namun, harga pakan buatan terus meningkat karena kenaikan harga bahan baku protein utama seperti tepung ikan. Namun, sekarang Anda dapat mengatasinya dengan membuat pakan sendiri yang kualitasnya tidak kalah dengan pakan buatan pabrikan. Anda perlu mengetahui formulasi pakan ikan agar dapat membuat pakan berkualitas. Tujuan dari penyusunan formulasi pakan adalah untuk memperoleh nutrisi yang dibutuhkan ikan, baik dalam jumlah maupun perbandingan yang tepat untuk pertumbuhan ikan yang optimal. Hal ini sejalan dengan program GERPARI (Gerakan Pakan Mandiri) yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2015, di mana para pembudidaya dapat memproduksi pakan sendiri dengan menggunakan bahan baku lokal yang memiliki kandungan protein hampir sama dengan pakan buatan pabrikan.

See also  Cara Pemeliharaan Larva Ikan Mas Agar Budidaya Makin Untung

Dalam pemilihan bahan baku untuk menyusun formulasi pakan, Anda perlu mempertimbangkan ketersediaan dan kualitas bahan baku. Bahan baku harus memenuhi kebutuhan nutrisi ikan agar dapat meningkatkan rasio konversi pakan menjadi daging ikan. Selain itu, harga juga merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan. Pertimbangan harga bukan hanya tentang murahnya harga bahan baku, tetapi Anda juga perlu membandingkan harga tersebut dengan nutrien yang terkandung di dalam bahan pakan.

Sebagai contoh, harga tepung ikan impor Rp6.300 dengan kandungan protein 70%, sedangkan harga tepung ikan lokal Rp6.000 dengan kandungan protein 50%. Maka, untuk menghitung harga per kg protein adalah sebagai berikut: Tepung ikan impor = (6.300/70) x 100 = Rp9.000/kg protein Tepung ikan lokal = (5.000/50) x 100 = Rp10.000/kg protein Dari perhitungan tersebut, terlihat bahwa harga tepung impor lebih murah dibandingkan dengan tepung ikan lokal jika dilihat dari harga proteinnya.

Contoh lainnya, tepung ikan dengan kadar air 30% harganya adalah Rp420/kg, sedangkan tepung ikan lain dengan kadar 14% harganya adalah Rp400/kg. Maka, untuk menghitung harga per kg bahan kering adalah sebagai berikut: Tepung ikan (kadar air 30%) = Rp420/(100 – 30) x 100 = Rp600/kg bahan kering Tepung ikan (kadar air 14%) = Rp400/(100 -14) x 100 = Rp465/kg bahan kering Dari perhitungan tersebut, terlihat bahwa tepung ikan dengan kadar air 14% lebih murah dibandingkan dengan tepung ikan dengan kadar air 30% jika dilihat dari bahan keringnya.

Metode Penyusunan Formulasi Pakan Ikan

Terdapat beberapa metode dalam menyusun formulasi pakan yang perlu Anda ketahui. Namun, metode yang umum dan mudah dilakukan adalah metode empat persegi pearson’s dan metode persamaan aljabar. Sebelum menyusun formulasi pakan, Anda harus mengetahui kandungan protein dalam pakan. Kandungan protein dalam pakan berbeda-beda tergantung jenis pakan yang ingin Anda gunakan. Setelah Anda mengetahui kandungan protein pakan, saatnya Anda mengetahui cara menyusun formulasi pakan ikan. Contoh-contoh ini dapat Anda perluas sendiri tergantung keinginan dan ketersediaan bahan baku: Sebagai contoh, apabila Anda ingin menyusun formulasi pakan untuk ikan nila dengan bahan baku tepung petek dan bungkil kelapa. Pakan diharapkan mengandung protein 30 gram pada setiap 100 gram formulasi pakan.

See also  Ini Dia Hal yang Harus Diperhatikan pada Kolam Udang!

Penyelesaian dengan Metode Empat Persegi Pearson’s

1. Anda perlu mengetahui kandungan protein tepung petek dan bungkil kelapa. Kandungan protein tepung petek adalah 60% dan bungkil kelapa 13,45%.
2. Gambarlah bujur sangkar dan letakkan nilai kandungan protein tepat di tengah garis diagonal bujur sangkar tersebut (lihat gambar).
3. Cantumkan kandungan protein pada sisi kiri bujur sangkar. Sisi kiri atas adalah bahan baku yang nilai kandungan proteinnya lebih tinggi (tepung ikan). Sedangkan pada sisi kiri bawah adalah yang nilai kandungan proteinnya lebih rendah (bungkil kelapa).
4. Lakukan perhitungan dengan melakukan pengurangan terhadap kandungan protein bahan baku dengan nilai protein yang dibutuhkan. Hasilnya berada di sisi kanan bujur sangkar.
– Lakukan penjumlahan masing-masing komponen bahan baku tersebut untuk mendapatkan variabel pembagi.
16,55 + 30,0 = 46,55

– Nilai yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Tepung ikan petek: 35,55 gram
Bungkil kelapa: 64,45 gram

Catatan:
Untuk membuktikan kebenaran nilai kandungan protein sebesar 30% atau 30 gram protein setiap 100 gram formulasi pakan dari bahan baku tepung ikan petek sebesar 35,55 gram dan bungkil kelapa 64,45 gram adalah sebagai berikut:
– Jumlah protein dari tepung ikan petek: 35,55 gr x 60% = 21,33 gram
– Jumlah protein dari bungkil kelapa: 64,45 gr x 13,45% = 8,67 gram
Total jumlah protein per 100 gr formulasi pakan = 30,0 gram

Penyelesaian dengan Metode Persamaan Aljabar

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui kandungan protein tepung petek dan bungkil kelapa. Kandungan protein tepung petek adalah 60% dan bungkil kelapa 13,45%. Kedua angka tersebut bisa dijadikan variabel untuk persamaan dalam menghitung formulasi pakan. Simak persamaan-persamaan berikut.

Setelah mendapatkan persamaan-persamaan tersebut, Anda bisa mendapatkan nilai Y dan X. Simak caranya di bawah ini.

– Untuk mendapatkan nilai Y, lakukan pengurangan dari persamaan 3 yang baru diperoleh dengan persamaan 2, sehingga Anda mendapatkan nilai Y, yaitu jumlah bungkil kelapa dalam gram untuk setiap 100 gram formulasi pakan.
– Setelah mendapatkan nilai Y, masukkan nilai Y ke persamaan 1, sehingga Anda mendapatkan nilai X, yaitu jumlah gram tepung petek untuk setiap 100 gram formulasi pakan.

See also  Jangan Bingung! Ini Cara Membedakan Ikan Nila dan Mujair!

Lalu, dapat disimpulkan bahwa formulasi pakan yang mengandung 30% protein atau 30 gram protein tiap 100 gram pakan adalah:

– Tepung petek: 21,33 gram
– Bungkil kelapa: 8,67 gram

Proses Pembuatan Pakan Ikan

Dalam pembuatan pakan ikan, perlu diingat bahwa komposisi bahan baku yang digunakan harus memenuhi persyaratan, seperti tinggi nutrisi, mudah diolah, mudah diperoleh, dan bebas racun. Mengingat harga pelet yang semakin tinggi, Anda dapat mencoba membuat pelet ikan sendiri untuk menghemat biaya produksi.

Berikut ini adalah proses pembuatan pakan ikan yang mudah dilakukan:

1. Penyusunan Formulasi Bahan yang Digunakan

Hal pertama yang dilakukan dalam pembuatan pakan ikan adalah menyusun bahan baku yang akan digunakan. Dalam penyusunan ini, perhitungan yang tepat diperlukan untuk mendapatkan pakan dengan kandungan protein yang diinginkan.

2. Penyiapan Bahan Baku

Bahan baku dipilih dengan memperhatikan kriteria, ketersediaan, harga, kualitas, keamanan pangan, dan kemudahan penggunaan.

3. Penepungan

Penepungan adalah proses menghaluskan bahan baku menjadi tepung. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses pencampuran dan pencetakan serta meningkatkan daya cerna ikan agar pelet mudah hancur.

4. Pencampuran

Pencampuran dilakukan untuk menghasilkan campuran bahan baku yang homogen. Bahan baku yang telah dihaluskan ditimbang sesuai dengan formulasi yang telah dihitung. Kemudian, bahan baku tersebut dicampur secara merata menggunakan mesin pencampur.

5. Pencetakan

Pencetakan dilakukan untuk mengubah campuran bahan baku menjadi pelet dengan ukuran dan bentuk tertentu yang cocok untuk ikan. Campuran bahan baku yang telah dicampur dapat langsung dicetak menggunakan mesin pencetak.

6. Pengeringan

Sebelum dijemur di bawah sinar matahari, pelet yang sudah dicetak perlu dimatangkan terlebih dahulu. Pematangan dilakukan dengan cara memasukkan pelet ke dalam air panas selama ±30 detik. Setelah itu, pelet dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari.

7. Pengemasan

Pelet yang sudah kering tidak langsung dikemas, karena pelet yang masih panas dapat menyebabkan uap air di dalam kemasan pelet. Pelet yang basah juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur. Setelah dijemur, pelet didiamkan sampai dingin selama ±30-60 menit, kemudian dikemas menggunakan karung yang dilapisi plastik.

8. Penyimpanan

Pelet harus disimpan di tempat yang tidak lembab dan tidak terpapar sinar matahari langsung agar terhindar dari kontaminasi jamur saat disimpan.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!