Memulai Menabung? Berikut Ini 3 Tips untuk Menyisihkan Uang!
Menabung adalah salah satu hal dasar yang sering diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kehidupan di masa depan dengan melakukan perubahan kecil dari diri sendiri. Hemat pangkal kaya adalah peribahasa lama yang tetap relevan dan berlaku sampai kapan pun. Artinya, untuk mencapai kesuksesan dan kekayaan, seseorang harus bisa berhemat, tidak boros, dan bijak dalam menggunakan uang.
Namun, kenyataannya, menabung tidaklah semudah yang kita pikirkan. Seiring dengan bertambahnya usia, kebutuhan kita sebagai manusia juga akan semakin meningkat. Tidak dapat dipungkiri bahwa menabung seringkali menjadi prioritas terakhir setelah semua kebutuhan terpenuhi. Terutama bagi mereka yang mungkin baru pertama kali bekerja atau lulus kuliah, sulit bagi mereka untuk menabung.
Gaji yang masih kecil dan kebutuhan yang semakin banyak seringkali menjadi alasan utama untuk menunda kegiatan menabung. Padahal, menabung seharusnya menjadi salah satu prioritas utama karena tabungan bisa digunakan sebagai dana darurat, modal untuk membeli aset, serta menyokong kehidupan di masa tua. Masa awal karir adalah saat yang paling tepat untuk menabung karena pada saat itu kita belum memiliki banyak tanggungan pengeluaran harian dan bulanan. Dalam kondisi ini, seharusnya jumlah uang yang kita tabung lebih besar daripada pengeluaran sehari-hari.
Tidak disadari, masalah menabung bukanlah akibat dari pendapatan yang kecil, melainkan pola pikir yang salah saat membentuk kebiasaan di awal. Sebelum memulai menabung, ada beberapa bagian dan pola pikir yang perlu kita perbaiki.
Hambatan dalam Menabung
Mengetahui hambatan-hambatan yang kita hadapi dalam menyisihkan uang sebagai tabungan akan membantu mengurangi risiko kegagalan dalam menabung. Apa saja hambatan tersebut?
1. Tidak Membuat Skala Prioritas
Masa depan adalah hal yang harus kita prioritaskan karena penuh dengan ketidakpastian. Jika kita menginginkan masa depan yang cerah secara finansial, menabung seharusnya menjadi prioritas utama kita.
Prioritas berarti membuat sesuatu menjadi hal yang paling penting. Jadi, sebelum menggunakan gaji kita untuk hal-hal lain, kita harus menggunakan sebagian untuk menabung. Kemudian, sisanya baru dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Salah Memahami Konsep Alokasi
Mungkin kita masih berpikir bahwa uang tabungan adalah sisanya setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Banyak orang beranggapan bahwa mengalokasikan uang sama dengan menyisakan, padahal keduanya adalah hal yang sangat berbeda.
Bagaimana jika gaji atau pendapatan kita sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari? Tentu saja dalam kondisi seperti ini kita tidak akan pernah bisa menabung. Sebaliknya, kita harus melakukan sebaliknya, yaitu mengalokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan terlebih dahulu. Tentukan jumlah tabungan yang ingin kita sisihkan setiap bulannya, sehingga ketika gaji kita diterima, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengalokasikan tabungan tersebut.
3. Tidak Memiliki Tujuan Menabung
Seperti dalam melakukan perjalanan, dalam hidup kita sebaiknya selalu memiliki tujuan, termasuk dalam menabung. Tujuan akan membuat kita lebih jelas dalam membuat strategi.
Misalnya, jika tujuan kita menabung adalah untuk mempersiapkan dana darurat, maka kita perlu menentukan berapa jumlah yang sebaiknya kita sisihkan setiap bulan. Selain itu, pilih jenis tabungan yang sesuai dengan kondisi kita, seperti sesuai dengan usia, status, atau pendapatan.
4. Gaya Hidup Konsumtif
Sifat konsumtif seringkali menjadi hambatan bagi seseorang untuk menabung. Contohnya adalah kebiasaan berbelanja yang berlebihan. Jika kita tidak memiliki kendali diri untuk menahan sifat konsumtif, maka kita tidak akan pernah bisa menabung. Gaji yang masuk ke rekening akan selalu habis untuk memenuhi keinginan dan hasrat dalam berbelanja.
Merasa bahwa jika kita tidak membeli suatu barang maka kita akan ketinggalan tren adalah sebuah pola pikir yang salah. Jika sifat konsumtif masih melekat pada kita, bagaimana mungkin kita bisa mulai menabung?
Tips Menabung Bagi Pemula
Tidak ada kata terlambat untuk memulai menabung, meskipun semakin kita menunda waktu untuk menabung, semakin besar pula jumlah uang yang harus kita sisihkan. Agar kita dapat rajin menabung dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam gaya hidup kita, konsistensi adalah kuncinya. Bagi kita yang baru memulai menabung, gunakanlah tips-tips berikut ini agar sukses dan konsisten dalam menyisihkan uang:
1. Buat Otomatis
Membuat sistem autodebet tabungan dari rekening gaji setiap bulan adalah cara yang efektif untuk membiasakan diri menabung. Setelah menentukan jumlah tabungan yang ingin kita sisihkan, autodebet akan membantu kita secara otomatis menabung tanpa alasan untuk lupa.
Misalnya, jika kita menerima gaji bulanan pada tanggal 25, buatlah autodebet tabungan pada hari yang sama atau paling lambat satu hari setelah gajian agar kita terhindar dari risiko penggunaan uang untuk kebutuhan lain. Tanpa disadari, kebiasaan ini akan membantu kita untuk konsisten dalam menabung.
2. Sisihkan, Bukan Sisakan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsep menyisihkan dan menyisakan adalah dua hal yang berbeda. Ketika membuat anggaran keuangan, sisihkan minimal 10% dari gaji kita untuk menabung. Setelah itu, baru kita dapat menggunakan sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Porsi minimal 10% dari gaji harus dijunjung tinggi dan tidak boleh diganggu gugat. Jika ada kebutuhan mendesak, yang seharusnya disesuaikan adalah pengeluaran harian kita, bukan jumlah tabungan kita. Jika ada kenaikan gaji atau bonus, sebaiknya tambahkan porsi tabungan kita.
3. Pasang Target
Memulai menabung dengan membuat target keuangan adalah langkah kecil yang memaksa kita untuk menyisihkan uang. Misalnya, menetapkan target dana darurat sebesar 10 juta dalam waktu satu tahun. Dengan cara ini, kita dapat membuat proyeksi tabungan per bulan minimal sebesar 830 rupiah.
Hal yang sama juga berlaku jika kita memiliki target biaya pernikahan, ingin membeli rumah, dan lain sebagainya. Target akan membantu kita untuk semakin termotivasi dalam menabung. Percayalah bahwa konsistensi akan membantu kita mencapai target tersebut. Dan selalu ingat bahwa hidup kita terus berkembang dan pendapatan kita akan semakin meningkat setiap tahunnya.
4. Buat Rekening Terpisah
Untuk menjaga keamanan dan kelancaran tabungan kita, sebaiknya uang tabungan kita memiliki rekening tersendiri. Usahakan untuk tidak menggabungkan rekening tabungan dengan rekening pengeluaran harian. Memiliki rekening yang terpisah bertujuan untuk melindungi dana tabungan kita tanpa khawatir terganggu oleh pengeluaran yang tidak terduga.
Khusus untuk rekening tabungan, kita dapat memilih untuk membatasi fasilitas transaksi yang tersedia. Misalnya, tidak menggunakan kartu ATM atau tidak dapat diambil dalam jangka waktu tertentu. Pastikan untuk menggunakan jenis rekening yang sesuai dengan tujuan keuangan kita.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

