Dalam kehidupan sehari-hari, ada dua jenis utang yang perlu kamu tahu, yakni utang produktif dan konsumtif. Perbedaan utama dari keduanya adalah pemanfaatan atau penggunaan uangnya. Utang produktif biasa dipakai untuk sesuatu yang menghasilkan pemasukan lagi. Sementara itu, utang konsumtif dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Simak ulasan berikut ini untuk mencari tahu lebih dalam mengenai utang produktif dan konsumtif. ### Mengenal Utang Produktif , dan Kredit Modal Kerja. Utang yang gunanya untuk mengembangkan usaha juga terhitung produktif karena akan dikelola demi menghasilkan keuntungan. Meski bersifat menguntungkan, kamu tidak disarankan mengambil utang produktif terlalu banyak. Pasalnya, utang tetaplah pinjaman yang harus dibayarkan di kemudian hari. Kalau terlalu banyak utang, maka arus kas keuangan bakal terganggu. Pendapatan bulanan bukan tidak mungkin bakal ikut terpakai untuk menutup utang produktif kamu. Makanya, kamu harus bijak dalam mengambil utang produktif. ### Mengenal Utang Konsumtif Jenis utang rumah tangga yang berikutnya adalah utang konsumtif. Utang konsumtif adalah pinjaman yang tujuannya untuk membeli produk yang dikonsumsi atau digunakan. Di masa depan, utang yang dipakai untuk membeli barang konsumtif nilainya akan turun atau malah habis tak bersisa. Sementara itu, bunga utang konsumtif juga terkenal lebih besar dan meningkat seiring berjalannya waktu. Dalam rumah tangga, contoh utang konsumtif adalah kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan pinjaman online. Karena sifatnya bukan untuk mendatangkan keuntungan di masa depan, maka kamu perlu bijak dalam mengambil utang konsumtif ini. Melansir Kompas.com, Yosephine P. Tyas selaku Perencana Keuangan Finansialku menekankan pentingnya melihat rasio cicilan utang konsumtif. “Cicilan utang maksimal 35 persen dari penghasilan bulanan,” terangnya. ### Perbedaan 2 Jenis Utang: Produktif dan Konsumtif 
