Tips Panen Udang Sukses: Udang Tidak Stres, Tambak Bersih Terawat


856

Mendapatkan hasil panen udang yang memuaskan menjadi impian semua Pembudidaya udang. Kunci hasil panen yang tepat, tentunya, adalah perawatan tambak dan udang yang baik. Namun, kadang langkah yang diambil Pembudidaya kurang tepat. Bahkan, kadang Pembudidaya kesulitan mendapatkan kunci rahasia budidaya udang yang menguntungkan. Ternyata, ada beberapa aspek dalam budidaya udang yang perlu diperhatikan agar budidaya udang sukses dan udang bisa tumbuh maksimal! Berikut tips yang bisa dilakukan Pembudidaya udang agar panen udang sukses!

Menghitung Pakan Sesuai Takaran dan Kebutuhan

Pembelian pakan bisa menjadi sekitar 80% dari biaya pengeluaran Pembudidaya. Namun, pakan juga bisa menjadi sumber masalah yang besar bagi Petambak udang. Pakan yang tersisa karena tak termakan bisa menjadi sumber gas amonia yang beracun bagi udang vanname. Apabila pakan yang ditebar kurang banyak, pertumbuhan udang menjadi lambat dan tidak maksimal. Maka dari itu, menghitung takaran pakan udang yang pas jadi salah satu kunci kesuksesan budidaya udang. Ini dia cara hitung pakan udang vanname. Selama 1 bulan pertama pemberian pakan, gunakan takaran sekitar 1 kg pakan per 100.000 ekor benur ukuran PL. 15-20. Di minggu-minggu selanjutnya, tambahkan sekitar 100 gram per minggu dan disesuaikan dengan jumlah udang yang hidup.

Mencegah Masuknya Penyakit dan Wabah

Penyakit adalah salah satu alasan terbesar kematian massal pada budidaya udang. Ada berbagai penyakit yang mengancam udang Anda, di antaranya adalah AHPND, IMNV, dan White Spot pada udang. Setiap penyakit ini berasal dari sumber dan patogen yang berbeda, namun lebih mudah mencegah daripada menyembuhkan. Salah satu cara mencegah penyakit masuk ke dalam tambak Anda adalah dengan menjaga kondisi air tambak. Pastikan angka parameter air tidak berubah dengan drastis karena akan membuat udang stres dan rentan terkena penyakit. Selain itu, jaga kebersihan air tambak agar tidak menjadi tempat yang cocok bagi pertumbuhan penyakit.

See also  Cara Membuat Makanan Ikan Sidat Berkualitas Terbaik

Menggunakan Disinfektan atau Probiotik Sesuai Rekomendasi dan Kebutuhan

Disinfektan dan probiotik kadang belum menjadi pilihan ketika budidaya udang masih sehat, tapi keduanya sangat ampuh melindungi dan mencegah penyakit pada udang. Cara penggunaan disinfektan dan probiotik pada tambak juga memang tidak mudah, tapi sangat efektif. Disinfektan digunakan untuk mencegah penyakit masuk ke dalam tambak, sedangkan probiotik digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh udang. Penggunaan disinfektan dan probiotik harus sesuai anjuran dan takaran yang tepat agar efektif dan tidak malah mematikan udang.

Menjaga Kebersihan dan Keseimbangan Kondisi Air

Kondisi air sangat penting dalam menentukan kesuksesan budidaya udang Anda. Sebagai tempat tinggal udang, kondisi air bisa membantu udang tumbuh lebih optimal atau bahkan membuat udang lebih cepat terjangkit penyakit! Untuk menjaga kondisi air, berikut adalah beberapa parameter yang perlu diperhatikan Petambak udang:

– Suhu
– pH
– Kadar Nitrit
– Kadar Nitrat
– Kadar Oksigen Terlarut
– Salinitas
– Ammonia
– Warna Air
– Kekeruhan Air

Pastikan bahwa perubahan kondisi air tidak terlalu drastis agar tidak membuat udang stres. Apabila ada perubahan parameter, langsung sesuaikan kembali kondisi air! Selain itu, ada tidaknya busa pada tambak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Busa pada air tambak tidak selalu menjadi hal yang buruk, karena busa menjadi indikator adanya aktivitas mikroba, salah satunya adalah proses daur Nitrogen. Sebaiknya, busa ini rutin dibuang.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!