Teknik pemijahan ikan patin yang benar menjadi kunci sukses dalam budidaya. Penting untuk diketahui, pemijahan ikan patin yang tepat akan menghasilkan benih ikan patin yang berkualitas. Apa itu pemijahan ikan patin? Mungkin bagi para Pembudidaya pemula kata pemijahan cukup asing. Pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan betina untuk menghasilkan telur. Ikan patin menghasilkan telur dan pemijahan dilakukan untuk mendapatkan benih ikan patin. Jumlah telur ikan patin yang dihasilkan bisa mencapai 323.500 butir dari satu induk. Cukup banyak bukan?Jika Anda melakukan pemijahan ikan patin sendiri, maka benih yang dihasilkan dapat dijual ke Pembudidaya ikan. Selain itu, bisa juga Anda besarkan sendiri, sehingga menghemat biaya pembelian benih. Bagaimana teknik pemijahan ikan patin?
Cara Membedakan Ikan Patin Jantan dan Betina
Sebelum Anda memijah ikan patin, tahap pertama adalah membedakan ikan patin jantan dan betina. Selain itu, Anda harus memilih ikan patin yang sudah dewasa untuk dipijahkan. Berikut cara membedakan ikan patin jantan dan betina.
Pemilihan Induk Ikan Patin yang Siap Dipijahkan
Anda perlu memilih ikan patin yang sudah dewasa agar pemijahan sukses. Berikut cara memilih induk ikan patin yang siap dipijahkan.
6 Teknik Pemijahan Ikan Patin yang Pasti Sukses!
Teknik pemijahan ikan patin dapat dilakukan secara alami dan buatan. Namun, pemijahan secara alami sering digunakan oleh para Pembudidaya, karena prosesnya mudah dan hasilnya baik. Inilah 6 teknik pemijahan ikan patin yang perlu Anda ketahui!
1. Persiapan Kualitas Air
Anda harus menggunakan sumber air yang bersih untuk pemijahan ikan patin. Pastikan juga air tidak terkontaminasi dan bebas dari penyakit. Caranya menggunakan air dari sungai dan air tanah, serta air sumur. Selain itu, pastikan suhu air 25-30 derajat celcius dengan kandungan oksigen terlarut >4 mg/l. pH air optimal berada pada rentang 6.0-8.5.
2. Persiapan Kolam
Anda membutuhkan kolam pemijahan induk yang memiliki saluran sirkulasi air yang baik. Hal ini bertujuan agar kualitas air budidaya dapat terjaga. Ada 3 jenis kolam yang perlu disiapkan untuk proses pemijahan. Pertama yaitu kolam penetasan yang berukuran 15-20 liter. Kedua yaitu kolam pendederan yang dapat berukuran 2 x 1 x 0.6 m dan kolam pembesaran ikan patin.
3. Seleksi Indukan Ikan Patin
Tidak semua ikan patin dapat menghasilkan bibit yang baik. Oleh karena itu, Anda perlu menyeleksi indukan yang berpotensi menghasilkan benih unggul. Selain itu, Anda juga harus memilih indukan patin yang sudah dewasa. Nah, cara untuk menyeleksi indukan patin yang tepat dapat Anda lihat sudah kami bahas sebelumnya.
4. Pemeliharaan Indukan Patin
Ikan patin yang telah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam khusus untuk pemeliharaan indukan patin. Proses ini dilakukan agar indukan patin dapat matang sehingga bisa dipijahkan. Saat proses pemindahan, hendaknya Anda menangkap indukan dengan hati-hati agar tidak stres. Selanjutnya, lakukan pemuasaan selama 2 hari terhadap indukan agar mempermudah mengenali indukan yang sudah berisi telur.
5. Teknik Pemijahan Ikan Patin
Indukan ikan patin jantan dan betina dimasukkan ke dalam satu kolam untuk pemijahan. Biarkan indukan melakukan perkawinan secara alami. Pada tahap ini dilakukan pemberian pakan, pemberian suplemen, dan pantau perkembangan ikan patin. Umumnya ikan melakukan pemijahan pada malam hari. Maka keesokan harinya Anda dapat memantau apakah ikan sudah bertelur. Jika sudah, pindahkan telur ke dalam kolam penetasan.
6. Penetasan Telur
Telur ikan patin dibiarkan hingga menetas menjadi larva. Larva sangat rentan sehingga Anda perlu merawatnya dengan hati-hati. Dengan pemberian pakan yang tepat dan manajemen kualitas air, menjadi kunci agar larva ikan dapat bertahan hidup. Selanjutnya, benih ikan patin dapat Anda jual ke Pembudidaya maupun digunakan sendiri untuk pembesaran ikan patin.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

