Penyakit udang adalah masalah yang harus diatasi oleh Anda Petambak agar tidak mengalami kegagalan panen. Beberapa penyakit dapat menyebabkan kematian udang. Penyakit dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kualitas air yang kotor, perawatan yang salah, hingga pemilihan benur yang tidak tepat. Penyakit udang dapat memiliki dampak yang besar, seperti kehilangan nafsu makan dan perkembangan yang lambat. Bahkan, udang dapat mengalami kematian secara massal. Untuk menjaga tambak udang agar terbebas dari penyakit, pengetahuan mengenai jenis-jenis penyakit udang dan cara mengatasinya sangat penting bagi Petambak. Dalam artikel ini, akan dibahas secara rinci dan jelas mengenai jenis-jenis penyakit udang dan cara-cara mengatasinya. Ayo kita simak!
11 Jenis Penyakit Udang yang Umum Terjadi
Penyakit pada udang perlu diwaspadai sejak dini karena dapat menyebabkan kegagalan panen. Berikut adalah jenis-jenis penyakit mematikan yang sering terjadi pada udang.
1. Vibriosis
Jika udang terkena vibriosis, kulit udang menjadi tipis dan terdapat luka hitam di tubuhnya. Selain itu, anggota tubuh udang juga tidak lengkap, seperti antena dan kakinya yang putus. Gejala tersebut merupakan gejala vibriosis yang perlu diperhatikan. Penyakit vibriosis dapat meningkatkan kematian hingga 85%.
2. Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)
AHPND adalah penyakit udang berbahaya yang dapat menyebabkan kematian massal. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 100% dalam waktu 30-35 hari. Gejala pada penyakit ini menyebabkan udang menjadi kurang nafsu makan, adanya bintik hitam pada hepatopankreas, udang lemas sehingga dapat tenggelam ke dasar kolam, kosongnya saluran pencernaan, dan kulit menjadi lunak.
3. Insang Hitam
Penyakit ini menyebabkan insang udang yang biasanya berwarna putih buram menjadi kuning atau kecoklatan. Jika infeksi sudah parah, insang akan berwarna coklat atau hitam disertai pengecilan dan kerusakan insang. Penyakit insang hitam disebabkan oleh kualitas air yang rendah, kadar oksigen yang rendah, dan kepadatan populasi yang berlebihan. Jika tidak dicegah, udang akan mengalami gangguan pernapasan hingga kematian.
4. White Feces Disease
Penyakit ini ditandai dengan warna feses udang yang berwarna putih. White Feces Disease sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian massal pada satu kolam udang. Oleh karena itu, tindakan pencegahan perlu diambil. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh air kolam yang terlalu kotor. Oleh karena itu, pembersihan air kolam sangat penting untuk menjaga kesehatan udang.
5. Myo
Serangan myo pasti menyebabkan kematian pada udang budidaya. Penyakit udang ini disebabkan oleh virus myonecrosis. Tanda-tanda udang terkena myo adalah warna tubuhnya menjadi sedikit memerah dan ruas ketiga sampai ekor udang menjadi lemas. Jika Anda melihat tanda ini pada udang budidaya Anda, segera waspada.
6. Bintik Putih
Penyakit bintik putih umumnya menyerang udang, termasuk udang vaname. Jika terkena, udang akan kehilangan nafsu makan hingga berujung pada kematian. Gejala awal penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih pada tubuh udang. Penyebab penyakit ini adalah air kolam yang terlalu kotor dan dingin.
7. Kepala Kuning
Penyakit udang ini menyebabkan kepala udang berubah warna menjadi kuning. Tingkat kematian dari penyakit ini dapat mencapai 100% dalam hitungan hari. Oleh karena itu, perlu diwaspadai.
8. Taura Syndrome
Taura syndrome menyebabkan udang menjadi lemah dan muncul bercak-bercak hitam pada bagian tubuh. Selain itu, seluruh tubuh udang akan berwarna kemerahan terutama bagian kipas ekor. Kulit udang juga menjadi lembek. Dampak dari penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada udang.
9. White Spot Disease
Gejala awal White Spot Disease dapat dilihat dari munculnya bintik putih berbentuk lingkaran disertai kemerahan pada bagian tubuh udang. Penyakit ini menyebabkan udang kehilangan nafsu makan dan tampak sekarat.
10. Infeksi Hypodermal dan Nekrosis Hematopoietik (IHHNV)
Pertumbuhan dan berat udang tidak stabil dan terhambatnya pembentukan karapas. Udang yang terinfeksi akan berenang ke permukaan air, diam tidak bergerak, kemudian tenggelam ke dasar kolam.
11. Enterocytozoon Hepatopenaei
Jika terkena Enterocytozoon Hepatopenaei, pertumbuhan udang budidaya akan melambat. Punggung udang juga akan berubah warna menjadi putih. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat udang saat panen.
Cara Mencegah Penyakit Udang
Ada beberapa cara mencegah penyakit udang yang perlu diketahui. Berikut adalah cara-cara ampuhnya!
1. Penerapan Biosekuriti
Biosekuriti adalah cara pencegahan agar penyakit tidak masuk ke dalam sistem budidaya. Penerapan biosekuriti sederhana yang dapat diterapkan adalah manajemen kualitas air dan sanitasi. Selain itu, hewan yang menyebabkan penyakit juga perlu dikarantina atau dipindahkan dari kolam budidaya ke kolam lain agar tidak menularkan penyakit ke udang lain.
2. Menggunakan Benur Bersertifikasi
Memilih benur unggul adalah cara pencegahan penyakit yang dapat dilakukan. Benur bersertifikasi bebas patogen menjadi salah satu persyaratan agar budidaya udang dapat sukses.
3. Pemberian Probiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang diberikan pada budidaya udang. Umumnya jenis bakteri baik yang diberikan adalah lactobacillus dan bacillus. Bakteri baik ini akan bersaing dengan patogen sehingga patogen sulit menginfeksi udang budidaya.
4. Pemberian Imunostimulan
Imunostimulan berfungsi untuk meningkatkan imunitas udang budidaya. Jika diberikan imunostimulan, udang akan lebih tahan terhadap penyakit. Salah satu imunostimulan yang biasa diberikan ke udang adalah vitamin C.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

