Tips & Trik Lengkap Budidaya Ikan Lele untuk Pemula


842

Halo Anda Pembudidaya! Ikan lele terkenal mudah dibudidayakan karena mereka bisa tumbuh di kolam yang kecil dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Oleh karena itu, ikan ini cocok dibudidayakan baik oleh Pembudidaya pemula maupun senior. Selain mudah dibudidayakan, persiapan dan tahapan budidaya ikan lele juga tidak terlalu rumit. Yuk, baca terus artikel ini untuk mengetahuinya!

Prospek Bisnis Ikan Lele

Ikan lele memiliki peluang pasar yang luas, mulai dari tukang sayur, pedagang di pasar, pedagang lele pinggir jalan, hingga restoran mewah. Ikan lele lebih mudah dibudidayakan dibanding ikan lainnya karena bisa tahan dikembangbiakkan dalam kolam kecil dengan modal yang tidak besar. Selain itu, harga ikan lele juga cenderung stabil. Lele termasuk ikan yang mudah dipasarkan jika kualitasnya baik saat dipanen.

Untuk membuat lele laku dengan cepat, Anda bisa menjual ikan melalui fitur Lapak Ikan di aplikasi Dramatizen.comKu. Promosi ikan lele melalui dari mulut ke mulut, juga sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan Pembudidaya untuk memasarkan hasil panen mereka. Semakin Anda bekerjasama dengan banyak pihak, semakin mudah pula hasil panen untuk dipasarkan. Untuk membuat lele lebih laku di pasaran, hendaknya Anda tahu jenis daging lele yang digemari oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena berbeda jenis lele, berbeda juga rasa dagingnya. Yuk, pelajari jenis-jenis lele dahulu sebelum memulai budidaya!

Jenis-Jenis Ikan Lele

1. Lele Dumbo

Lele asli Taiwan ini bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan lele lokal asli Indonesia. Walaupun begitu, tekstur daging lele lokal lebih enak dan lebih segar dari lele dumbo. Lele dumbo dinilai lebih menghasilkan ukuran panen yang lebih besar karena lele dumbo mempunyai efisiensi pakan yang lebih tinggi serta dapat dipijah sepanjang tahun.

2. Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang merupakan ikan yang dihasilkan dari perbaikan genetik yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Selain karena jumlah telurnya yang lebih banyak dari lele jenis lainnya, kelebihan lele sangkuriang adalah bisa tumbuh lebih cepat dibanding lele lokal dan lele dumbo.

3. Lele Phyton

Disebut lele phyton karena lele ini memiliki bentuk kepala yang menyerupai ular phyton. Ukuran lele phyton lebih panjang dan bentuk ekornya juga lebih bulat dibanding dengan lele jenis lainnya. Lele Phyton tahan di cuaca dingin, sehingga Survival Rate yang dimilikinya mencapai 90%.

See also  Ciri-Ciri Lengkap Udang Segar dan Berkualitas Tinggi

4. Lele Mutiara

Lele Mutu Tinggi Tiada Tara atau yang biasa disingkat Lele mutiara ini mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat 10-40% dari lele lainnya. Lele mutiara cocok untuk tumbuh di air yang memiliki suhu 15-35 derajat celsius dengan pH 5-10. Lele jenis ini bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 2-3 bulan dengan ukuran 6-10 ekor/kg.

5. Lele Lokal

Lele lokal adalah lele asli Indonesia yang memiliki daging gurih dengan kandungan lemak yang rendah. Namun kelemahannya adalah pertumbuhannya yang relatif lambat dari jenis lele yang lain sehingga angka FCR-nya menjadi tinggi.

Bisnis Budidaya Ikan Lele: Peluang Menggiurkan? Ikuti 6 Langkah Berikut!

Dalam upaya menjaga stabilitas keuangan di tengah pandemi saat ini, banyak orang yang mulai memulai bisnis sendiri. Salah satu pendekatan bisnis yang cukup unik adalah budidaya ikan lele. Ikan lele merupakan komoditas makanan yang populer di Indonesia. Melihat potensi bisnis ini dalam memperkuat kondisi keuangan, budidaya ikan lele menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan di masa pandemi.

Popularitas ikan lele sebagai bahan makanan tidak hanya karena harganya yang terjangkau, tetapi juga karena kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Ikan lele mengandung protein dan vitamin B12. Anda dapat memulai budidaya ikan lele tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, seperti memiliki penangkaran atau tambak khusus. Anda dapat memulai budidaya ikan lele secara kecil-kecilan di rumah. Namun, perlu diingat bahwa kemudahan budidaya lele juga memiliki kekurangan, seperti bau amis yang tidak nyaman bagi Anda dan keluarga.

Seperti bisnis lainnya, budidaya ikan lele membutuhkan ketekunan. Anda memerlukan waktu yang cukup lama untuk membesarkan ikan lele sebelum dapat dijual dan dikonsumsi. Jika Anda yakin dengan kemampuan Anda dalam memulai bisnis budidaya lele, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.

1. Persiapkan Kolam Ternak

Anda perlu mempersiapkan beberapa kolam ternak sebelum memulai budidaya ikan lele. Jumlah kolam ini diperlukan untuk memisahkan benih, ikan lele yang sedang berkembang, dan ikan lele siap panen agar bisnis budidaya ikan lele berjalan dengan optimal. Anda dapat membuat kolam ternak budidaya lele menggunakan terpal dengan volume yang dapat disesuaikan dengan halaman rumah Anda. Perhatikan juga kondisi air kolam ternak ikan lele. Pastikan suhu air kolam tetap di sekitar 20 hingga 28 derajat celsius. Ikan lele rentan terhadap suhu yang tinggi. Selain itu, kondisi air kolam harus keruh karena keberadaan lumut. Untuk menjaga kebersihan air dan suhu, Anda dapat menambahkan tanaman eceng gondok di setiap kolam ternak budidaya ikan lele yang Anda miliki.

2. Memahami Jenis Induk yang Tepat

Setelah membuat kolam ternak budidaya ikan lele, langkah selanjutnya adalah menemukan jenis induk yang tepat. Pemilihan jenis induk yang ideal akan memudahkan proses panen budidaya ikan lele sehingga menghasilkan ikan lele berkualitas. Pilih induk ikan lele jantan dengan bentuk tubuh ramping, tulang kepala pipih, berwarna gelap, dan aktif bergerak di dalam kolam. Untuk induk ikan lele betina, pilih yang memiliki perut lebih besar daripada punggung dan tidak terlalu gesit di dalam air.

See also  Cara Biar Panen Ikan Lele Cepat & Aman, Cek di Sini!

3. Pelajari Perilaku Ikan Lele

Perilaku ikan lele saat berkembang biak adalah aspek penting dalam budidaya ikan lele. Anda dapat memperhatikan tanda-tanda dari induk ikan lele yang Anda miliki. Ikan lele jantan biasanya akan memunculkan warna merah pada bagian tubuh tertentu, sedangkan betina akan memunculkan warna kuning. Pisahkan ikan lele ke kolam lain saat tiba waktunya berkembang biak. Setelah proses ini selesai, pisahkan benih ikan lele ke kolam lain dari kedua induk tersebut.

4. Cara Memindahkan Benih Lele yang Baik

Setelah proses perkembangbiakan selesai, Anda dapat memindahkan benih dari induknya. Namun, jangan langsung memindahkannya ke kolam yang telah dipersiapkan. Pindahkan benih hasil budidaya ikan lele ke ember yang berisi air kolam. Hal ini dilakukan agar benih dapat beradaptasi dengan kondisi air kolam yang baru. Disarankan untuk memindahkan benih ikan lele pada malam atau pagi hari saat suhu udara tidak terlalu panas. Tunggu selama 24 jam untuk melihat perkembangan benih di dalam kolam.

5. Merawat Ikan Lele

Ketika benih mulai berkembang menjadi anak ikan lele, Anda perlu merawatnya dengan lebih teliti. Perhatikan kebersihan kolam. Jika kolam keruh karena lumut, bersihkan kolam secara menyeluruh. Buang sisa pakan yang tidak habis dikonsumsi oleh ikan lele, karena sisa makanan tersebut dapat menyebabkan penyakit pada ikan lele. Berikan pakan tiga kali sehari sesuai dengan jumlah ikan yang ada.

6. Ketahui Waktu Panen

Setelah melewati tahapan yang memakan waktu dan tenaga, saatnya untuk melakukan panen ikan lele yang Anda budidayakan. Untuk mengetahui waktu panen, perhatikan perkembangan fisik ikan lele. Ikan lele yang siap panen biasanya memiliki panjang tubuh antara 7 hingga 12 sentimeter. Selain itu, warna air kolam juga akan berubah menjadi kemerahan. Pada masa panen, pisahkan ikan lele ke kolam atau wadah lain untuk didistribusikan. Kemudian, isi kembali kolam ternak dengan benih baru.

Tahapan Budidaya Ikan Lele

Tahapan pertama dalam budidaya ikan lele adalah persiapan kolam. Ikan lele cocok dibudidayakan dengan kolam tanah, kolam beton, ataupun kolam terpal. Masing-masing kolam memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan dan keinginan Anda saja. Sebelum bibit ikan lele ditebarkan ke kolam, sebaiknya bibit melalui proses aklimatisasi terlebih dahulu. Proses aklimatisasi adalah proses yang dilakukan agar bibit ikan lele bisa melakukan penyesuaian dengan kondisi air dan kolam yang baru.

Proses aklimatisasi bisa dilakukan dengan menggunakan wadah pengangkut benih yang diletakkan di dalam kolam pemeliharaan. Biarkan sekitar 15—20 menit lalu biarkan udara di sekitar kolam masuk ke dalam wadah. Selanjutnya, masukkan air kolam ke dalam wadah sampai wadah tersebut penuh. Terakhir, tuang benih ke dalam kolam secara perlahan. Setelah bibit melalui proses aklimatisasi, saatnya Anda menebarkan bibit ke kolam secara hati-hati.

Pastikan suhu air yang ada di kolom budidaya sama dengan suhu kolam di tempat lele sebelumnya. Selanjutnya Anda bisa memberikan suplemen ikan setelah lele 1 hari berada di kolam. Suplemen berguna untuk membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh yang baik dan sehat, sehingga bibit ikan lele tidak mudah sakit. Bibit yang sudah ditebarkan ke kolam membutuhkan 3-4 bulan untuk siap dipanen. Ikan lele yang sudah layak dipasarkan adalah ikan yang memiliki ukuran 4-7 ekor per kilogram. Sebelum panen, sebaiknya ikan lele dipuasakan selama 1 hari. Proses puasa ini bertujuan untuk mengosongkan perut ikan lele agar tidak ada terlalu banyak kotoran ketika akan dikonsumsi.

See also  Tekan FCR Udang Vaname dan Hemat Pakan dengan Cara Ini

Tips Budidaya Ikan Lele

1. Persiapan Kolam Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, kolam tidak hanya diisi air. Kolam membutuhkan kapur dan pupuk agar ikan lele bisa tumbuh dengan baik. Kapur berguna untuk menyeimbangkang pH dan memberantas mikroorganisme patogen, sedangkan pupuk berguna untuk menumbuhkan plankton dan fitoplankton yang akan menjadi pakan alami ikan lele. Setelah ditaburi kapur dan pupuk, isi kolam dengan air sebanyak 30-40 cm dan diamkan selama seminggu di bawah sinar matahari. Jika kolam sudah berwarna hijau, artinya pakan alami ikan lele yang berupa fitoplankton sudah tumbuh. Lalu, isi air kolam secara bertahap hingga mencapai ketinggian 100-120 cm.

2. Pemilihan Bibit Lele

Sebelum membeli bibit lele di toko bibit, sebaiknya Anda mengetahui ciri-ciri bibit yang berkualitas terlebih dahulu. Bibit lele yang berkualitas tinggi memiliki gerakan yang lincah, warna kulit yang gelap, serta berukuran 5-7 cm. Selain itu, bibit lele yang baik memiliki nafsu makan yang tinggi dan tidak mempunyai luka di tubuhnya. Jenis lele yang akan Anda pilih untuk dibudidayakan juga harus diperhatikan. Hal ini karena ada jenis lele yang bisa tumbuh dengan cepat dan ada pula yang pertumbuhannya lambat. Jadi, sesuaikan jenis lele dengan kebutuhan budidaya, ya!

3. Pemilihan Pakan Ikan Lele

Pakan yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele harus mengandung sekitar 30% protein, 10-20% karbohidrat, dan vitamin-vitamin lainnya. Agar tidak bingung mengatur kandungan gizi dalam pakan ikan lele, Anda bisa membeli pelet buatan pabrik. Nutrisi yang ada di dalam pelet buatan pabrik sudah diatur oleh ahli gizi ikan. Pelet untuk lele dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pelet apung dan pelet tenggelam.

Pelet apung mengandung protein yang lebih tinggi dan biasanya sering digunakan oleh Pembudidaya ketika mendekati masa panen. Untuk membantu Anda memilih antara pakan alami dan buatan, yuk ketahui perbedaan antar keduanya. Pakan alami adalah pakan yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam atau bahan organik, sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat di pabrik secara masal. Anda bisa memberikan ikan lele pakan alami yang berupa bekicot, cacing, belatung lalat, eceng gondok, dan fermentasi ampas tahu. Untuk pakan buatan, Anda bisa memilih antara pelet apung atau pelet tenggelam.

4. Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama predator yang mengganggu pertumbuhan lele adalah linsang, ular, sero, musang air, dan burung. Anda bisa memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam untuk mencegah hama. Sedangkan untuk penyakit ikan lele, biasanya disebabkan oleh protozoa, bakteri, dan virus. Ketiga mikroorganisme ini bisa menyebabkan penyakit bintik putih, kembung perut, dan luka di kepala & ekor yang akan mematikan lele. Untuk mencegahnya, Anda harus menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28 derajat celsius.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!