Ini Dia Hal yang Harus Diperhatikan pada Kolam Udang!


844

Kualitas udang tidak hanya ditentukan oleh perawatannya saja, namun juga berkaitan dengan intensitas kolam udang. Salah satu syarat agar budidaya udang maksimal adalah kolam yang berkualitas. Kolam menjadi hal yang krusial dalam budidaya udang. Oleh karena itu, diperlukan perlakuan yang tepat untuk membuat kualitas kolam lebih baik. Ada banyak upaya yang harus Anda lakukan agar udang mendapatkan kolam yang berkualitas sebagai tempat tinggalnya.

Jenis Kolam Budidaya Udang

Dalam budidaya udang, Anda perlu memperhatikan kolam budidaya udang, baik dari jenis kolam yang akan digunakan ataupun cara menjaga kualitas air tambak udang. Jenis kolam yang Anda gunakan akan berpengaruh terhadap banyaknya kapasitas tebar udang. Makin besar ukuran kolam yang Anda gunakan, maka populasi tebar udang juga akan makin banyak.

1. Kolam Beton

Kelebihan kolam beton atau semen untuk budidaya udang adalah lebih steril, lebih aman dari serangan hama, serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan jenis kolam lainnya. Meski memiliki kelebihan, menggunakan kolam beton memiliki kekurangan, yaitu butuh biaya besar dan waktu pembuatan cukup lama.

2. Kolam Terpal

Terpal dapat dimanfaatkan sebagai bahan membuat kolam untuk budidaya udang. Kolam terpal banyak digunakan oleh Petambak udang di Indonesia karena kolam terpal mudah dibuat dan lebih murah. Kekurangan kolam terpal adalah mudah bocor dan roboh, dan cara menanggulangi risiko tersebut adalah dengan memakai terpal berkualitas dan membuat kolam dengan rangka yang kokoh. Pastikan juga tidak ada batu tajam sebelum terpal digelar, supaya terpal tidak sobek.

3. Kolam Tanah

Kelebihan penggunaan kolam tanah adalah proses pembuatan yang lebih mudah, hanya dengan menggali lubang yang cukup luas untuk dijadikan kolam udang. Namun, kolam tanah sangat rentan terkena serangan hama. Tidak hanya itu, kualitas lahan juga mempengaruhi perkembangan udang. Kualitas tanah yang kurang baik akan membuat kualitas air menurun sehingga menghambat pertumbuhan udang.

See also  Cara Biar Panen Ikan Lele Cepat & Aman, Cek di Sini!

Hal yang Harus Diperhatikan pada Kolam Udang

Selain jenis kolam, berikut adalah faktor yang perlu diperhatikan pada kolam budidaya:

1. Pemilihan Lokasi Kolam Budidaya Udang

Ketika Anda ingin menekuni budidaya udang, hal yang harus dipertimbangkan adalah lokasi budidaya. Anda harus memastikan bahwa lokasi kolam yang dipilih bebas dari pencemaran air. Oleh karena itu, ada beberapa persyaratan yang harus Anda perhatikan ketika memilih lokasi kolam budidaya udang:
– Pilih lokasi yang memiliki suplai atau sumber air yang cukup.
– Hindari daerah lokasi tambak yang kualitas airnya fluktuatif.
– Pilih lokasi yang berpotensi memiliki jangka waktu keberlanjutan budidaya yang lama.
– Pilih lokasi yang terintegrasi dengan komunitas sekitar.
– Calon lokasi tambak harus bisa dibangun dengan tidak menimbulkan efek negatif bagi alam.

Setelah Anda memperhatikan syarat-syarat di atas, Anda wajib mempelajari aturan tertulis yang ada dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 75 berikut ini:
– Terletak di daerah pantai dengan fluktuasi pasang-surut air 2-3 meter.
– Terhindar dari banjir.
– Jenis tanah bertekstur lumpur liat atau lumpur berpasir, dengan kandungan pasir kurang dari 20%.
– Sumber air tawar dengan kapasitas besar.
– Jauh dari pencemaran limbah beracun dan berbahaya.
– Lokasi tambak sebaiknya berjarak 50-150 meter dari bibir pantai.
– Pertimbangkan fungsi konservasi dan meminimalkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
– Di sekitar lokasi harus memiliki green belt sebagai daerah penyangga berupa hutan bakau.

2. Persiapan Alat dan Bahan

Dalam budidaya udang, Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk memulai proses pembibitan hingga proses panen. Persiapan alat dan bahan disesuaikan dengan luas kolam dan jumlah bibit udang yang dibudidayakan. Untuk mengetahui cara budidaya udang dari awal hingga akhir, Anda bisa membaca artikel berikut ini.

See also  Waspada Gagal Panen! Cek Ciri-Ciri Ikan Sakit di Sini!

3. Pengelolaan Air

Agar udang tumbuh dengan baik, Anda perlu memperhatikan masalah pengelolaan air. Untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi saat budidaya udang, Anda dapat memperhatikan beberapa hal, seperti:
– Air dalam kolam dipastikan selalu mengalir untuk pemeliharaan. Air selalu diganti dengan persentase 30-50% air baru yang ditambahkan ke air lama.
– pH diukur secara berkala dan dijaga agar tetap berada di antara 7,8-8,5.
– Suhu minimal air kolam berkisar 28-30 ℃ dengan kadar oksigen terlarut minimum 4 ppm.
– Salinitas berkisar 27-30 ppt.

Cara Menjaga Kualitas Air Kolam Udang

Masalah air pada kolam budidaya udang menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam memaksimalkan budidaya udang. Kualitas air kolam tidak hanya dinilai dari kebersihannya saja, Anda membutuhkan manajemen air yang baik untuk menjaga kualitas air kolam. Berikut cara menjaga kualitas air kolam udang:

1. Parameter Kualitas Air yang Baik

Parameter kualitas air pada kolam tidaklah tetap sepanjang waktu. Namun, parameter kualitas air dapat dikendalikan agar selalu berada pada kisaran yang bisa ditoleransi oleh udang dan memberikan pertumbuhan yang baik. Kondisi yang baik akan meminimalkan proses perubahan pakan menjadi energi, sehingga pakan yang dimakan akan lebih banyak dikonversi menjadi daging. Dalam pengelolaan air perlu dilakukan pengukuran kualitas air kolam secara berkala dan rutin, agar kondisi kolam selalu optimal.

Tabel Kisaran Kualitas Air Optimal pada Kolam Udang
No. Parameter Nilai Optimal
1. Kecerahan 20-40 cm
2. Suhu 28-30 ℃
3. Salinitas 27-30 ppt
4. Tinggi Air 130-150 cm
5. Warna Air Hijau
6. pH 7,8-8,5
7. DO > 4 ppm
8. Alkalinitas 120-150 ppm
9. TAN 0,1-1,8 ppm
10. Amonia < 0,25 ppm
11. Nitrit < 3 ppm
12. Nitrat < 50 ppm 13. Fosfat > 0,75 ppm
14. TOM 40-85 ppm
15. Plankton GA ± 80%

Pengukuran parameter kualitas air dapat dilakukan setiap hari untuk parameter fisika, sedangkan parameter kimia dan biologi dapat dilakukan minimal seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran dalam pengecekan kualitas air.

See also  Budidaya Ikan Kerapu: Prospek Bisnis dan Tips Suksesnya

Tabel Frekuensi Pengukuran Parameter Kualitas Air
Pengukuran Harian
– pH
– Alkalinitas
– Salinitas
– TOM
– Suhu
– Nitrat dan Nitrit
– DO
– Amonium dan Amoniak
– Tinggi Air
– Fosfat
– Kecerahan
– Flok
– Warna Air
– Plankton
– Kondisi Cuaca
– Bakteri

Perubahan parameter kualitas air dapat dilakukan dengan beberapa treatment. Dengan menjaga kualitas air kolam, Anda dapat meningkatkan dan menunjang keberhasilan budidaya udang.

Tabel Treatment yang Dilakukan Bila Terjadi Perubahan Parameter Kualitas Air
Perubahan Parameter Perlakuan
DO rendah
– Tambahkan kincir dan tambah/ganti air dengan yang baru
– Dalam kondisi darurat, berikan hidrogen peroksida secara berulang setiap 2 jam sampai kadar oksigen stabil
pH rendah
– Lakukan pengapuran sampai pH optimal
pH tinggi
– Lakukan penggantian air secara bertahap
Kecerahan di bawah 20
– Lakukan penambahan air atau pengenceran
Kecerahan di atas 40
– Lakukan pemupukan susulan
Salinitas terlalu rendah
– Lakukan pemberian KCL dengan dosis 1 ppm
Kematian alga/klekap yang mengambang di permukaan air kolam
– Lakukan pembersihan dengan menyerok dan membuangnya ke pembuangan
Perubahan kualitas air yang menyebabkan molting massal
– Dapat diantisipasi dengan penggunaan dolomit atau penambahan mineral
Penumpukan bahan organik di dasar
– Lakukan siphoning atau pembersihan kolam dengan cara disedot melalui sistem gravitasi
Mengurangi pengaruh sisa pakan terhadap penurunan kualitas air
– Dapat menerapkan metode bioflok, dengan menambahkan molase sebanyak 1,5-2% dari total pakan, dilakukan seminggu 2 kali

2. Manajemen Pakan yang Baik

Manajemen pakan dan kualitas air mempunyai hubungan yang erat dan saling mempengaruhi. Manajemen pakan yang buruk akan mempengaruhi kualitas air. Kualitas air berpengaruh terhadap pertumbuhan, tingkat kesehatan, dan kelangsungan hidup udang. Kualitas air yang buruk akibat manajemen pakan yang tidak baik dapat menyebabkan udang mengalami stres dan penurunan imun, patogen mudah berkembang, dan potensi timbulnya penyakit.

3. Memberikan Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang dikembangbiakkan serta diaplikasikan melalui pakan dan lingkungan. Probiotik berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh udang dan memperbaiki kualitas air. Probiotik untuk kolam budidaya udang dapat membantu proses dekomposisi dengan cara mengurai bahan-bahan organik, menghambat patogen, dan menjaga kestabilan parameter kualitas air.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!