Petambak memiliki kemampuan untuk mengurangi biaya produksi dengan membuat pakan alami untuk udang vaname sendiri, tetapi tetap menjaga kandungan nutrisinya. Kebutuhan nutrisi udang harus dipenuhi agar udang dapat bertahan hidup. Pakan berkualitas harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan udang. Berikut ini adalah cara membuat pakan alami untuk udang vaname. Mari simak penjelasannya!
Jenis Pakan Alami untuk Udang Vaname
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi udang, sangat penting bagi Petambak untuk mengetahui komposisi bahan pakan yang tepat untuk pertumbuhan udang vaname selama proses budidaya. Bahan pakan alami untuk udang vaname harus memiliki kandungan yang bermanfaat seperti air, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, karbohidrat yang dapat dicerna, kadar abu, vitamin dan mineral, fosfor tersedia, kadar asam amino, dan kadar asam lemak tak jenuh. Kandungan bahan pakan tersebut terdapat dalam dua jenis pakan alami untuk udang vaname, yaitu pakan nabati dan hewani. Persentase pemberian setiap bahan pakan ditentukan oleh faktor-faktor seperti komposisi proksimat bahan pakan, profil asam amino, kebutuhan nutrisi udang, biaya bahan, ketersediaan bahan, kecernaan pakan, dan karakteristik pengolahan. Bahan baku utama yang umum digunakan oleh Petambak udang vaname adalah tepung terigu, bungkil kedelai, tepung ikan, dan ragi. Bahan-bahan ini menyediakan protein, asam amino, dan energi dalam pakan. Suplemen protein dapat berasal dari protein hewani, ragi, atau nabati. Beberapa bahan baku yang terbukti menjadi sumber protein utama yang sangat baik untuk pakan udang adalah cumi-cumi, bungkil kedelai, bungkil udang, tepung ikan, krill, dan limbah kerang.
Cara Membuat Pakan Alami untuk Udang Vaname
Pakan alami untuk udang berbentuk mikroorganisme dalam air, biasanya berupa fitoplankton dan zooplankton. Berikut adalah cara menumbuhkan pakan alami dalam tambak:
1. Menaburkan Kapur Dolomit atau Kaptan (Kapur Pertanian)
Kapur digunakan untuk merangsang pertumbuhan plankton dalam tambak dengan cara menaburkannya saat persiapan tambak.
2. Menambahkan Bakteri Nitrifikasi
Bakteri nitrifikasi ditambahkan ke dalam kolam dalam jumlah yang cukup. Penggunaan bakteri tidak perlu berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan plankton menjadi cepat dan kadar oksigen dalam tambak menjadi rendah.
3. Melakukan Penambahan Air
Lakukan pergantian air di pagi hari hingga mencapai ketinggian 5 cm dari ketinggian semula. Hal ini dilakukan karena air mengandung banyak mineral yang baik untuk pertumbuhan plankton.
4. Mengaplikasikan Hasil Fermentasi
Petambak dapat menggunakan bahan-bahan seperti dedak atau katul dan molase atau tetes tebu.
Cara Membuat Pakan Buatan untuk Udang Vaname
1. Pemilihan Bahan Baku
Pakan alami untuk udang vaname harus mengandung protein yang baik. Bahan baku yang mengandung protein untuk pakan alami udang vaname dapat dibedakan menjadi dua, yaitu protein hewani dan nabati. Berikut adalah beberapa bahan baku pakan alami hewani dan nabati yang dapat digunakan:
– Tepung ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi yang kaya akan energi dan mineral penting seperti fosfor, vitamin B, dan asam lemak esensial. Tepung ikan berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan pada semua spesies udang yang diuji.
– Ikan dan minyak cumi menyediakan asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh udang.
– Gandum digunakan sebagai pengikat sumber karbohidrat dalam pakan alami udang. Idealnya, gandum harus memiliki kandungan gluten yang tinggi. Indeks gluten basah gandum tergolong rendah (23-28%) dibandingkan dengan kebutuhan untuk pelet pakan alami udang (32-35%). Gandum juga berfungsi sebagai pengikat lainnya untuk mencapai stabilitas air pelet yang diperlukan.
– Salah satu bahan baku nabati yang mengandung protein adalah bungkil kedelai. Bungkil kedelai memiliki salah satu profil asam amino esensial terbaik dari semua bahan pakan nabati yang kaya protein. Tersedia bungkil kedelai dengan sekam (44% protein kasar) dan bungkil kedelai tanpa kulit (48% protein kasar) dalam jumlah yang besar. Produk ini digunakan dalam pakan udang. Udang laut tampaknya mampu mencerna bungkil kedelai dengan efisien.
2. Pembentukan Pelet
Pembentukan pelet dapat dilakukan menggunakan alat extruder. Alat ini khusus digunakan untuk membuat pelet agar proses pengeringannya lebih mudah. Jika Anda tidak memiliki alat tersebut, Anda dapat membuat pelet menggunakan tangan kosong. Pastikan pelet yang terbentuk memiliki tekstur yang merata dan tidak ada gumpalan-gumpalan.
3. Pengeringan Pelet
Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah mengeringkan pelet. Anda dapat menggunakan sinar matahari sebagai sarana untuk mengeringkan pelet. Pengeringan ini penting agar pakan udang vaname dapat bertahan lebih lama. Setelah pelet mengering, sebaiknya simpan dalam kantong plastik kedap udara agar pakan tetap awet dan maksimal.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

