Ini Detail Biaya Transfer Antar Bank yang Perlu Diketahui
Disadari atau tidak, layanan transfer menjadi salah satu kegiatan perbankan yang sering dilakukan. Layanan transfer adalah kegiatan perbankan yang bertujuan untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening pengirim ke rekening penerima. Transfer dapat dilakukan ke rekening dalam satu bank yang sama atau berbeda, dengan konsekuensi biaya yang berbeda pula. Jika transfer dilakukan dalam satu bank yang sama, tidak ada biaya administrasi yang dikenakan. Namun, jika transfer dilakukan antar bank yang berbeda, biaya transfer antar bank akan dikenakan.
Penting untuk mengetahui biaya transfer antar bank karena saat ini transfer antar bank yang berbeda sering dilakukan. Meskipun banyak orang yang sudah mengetahui adanya biaya transfer antar bank, masih banyak yang tidak mengetahui jumlah pasti biaya yang berlaku.
Dalam era mobilitas dan tuntutan yang serba cepat seperti sekarang, efektivitas menjadi hal yang sangat diutamakan, termasuk dalam hal transfer. Banyak orang rela membayar biaya transfer antar bank untuk menyelesaikan urusannya dengan cepat.
Sebelum membahas biaya transfer antar bank secara detail, ada beberapa jenis layanan transfer yang perlu diketahui. Awalnya, transfer uang dilakukan melalui teller di bank, kemudian berkembang menjadi transfer melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat ini, transfer baik ke bank yang sama maupun berbeda dapat dilakukan dengan mudah secara online melalui SMS banking, mobile banking, internet banking, dan rekening ponsel.
Jenis Sistem Transfer Antar Bank Beserta Biaya
Berikut adalah beberapa jenis layanan transfer:
Sistem Kliring
Sistem kliring biasanya digunakan untuk transfer antar bank. Misalnya, Anda memiliki dana di rekening bank A dan ingin mentransfer sejumlah uang kepada rekan Anda yang memiliki tabungan di rekening bank B. Dalam proses transfer ini, bank A akan melakukan pengecekan apakah dana yang cukup untuk melakukan transfer ke rekening bank B. Proses pengecekan ini disebut kliring.
Kliring umumnya digunakan untuk transfer dengan jumlah biaya yang besar, misalnya di atas Rp 100.000.000, dan dilakukan melalui teller di bank. Proses transfer via kliring membutuhkan waktu 2-3 hari kerja untuk pengecekan hingga sampai ke rekening tujuan. Biaya transfer antar bank pada sistem kliring biasanya berkisar antara Rp 2.900 – Rp 5.000.
Real Time Gross Settlement (RTGS)
RTGS adalah layanan transfer yang memungkinkan uang yang ditransfer tiba di rekening penerima pada hari yang sama. Waktu yang dibutuhkan untuk transfer RTGS relatif lebih singkat, sekitar 4 jam. Namun, jika transfer dilakukan setelah pukul 15.00, dana yang ditransfer baru akan sampai ke rekening tujuan pada keesokan harinya karena bank sedang dalam proses closing. Hal yang sama terjadi jika transfer dilakukan di akhir bulan, transfer akan mengalami keterlambatan selama satu hari karena proses tutup buku bank.
Seperti kliring, transfer RTGS umumnya digunakan untuk transfer dengan jumlah yang besar, di atas Rp 100.000.000, dan dilakukan melalui teller bank. Biaya transfer antar bank pada RTGS lebih tinggi daripada kliring, berkisar antara Rp 25.000 – Rp 50.000.
Real Time Online (RTO)
Layanan transfer RTO adalah yang paling umum dilakukan saat ini. Transfer RTO dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui ATM, internet banking, mobile banking, atau SMS banking tanpa harus melalui teller di bank. Pada RTO, uang yang ditransfer langsung sampai ke rekening tujuan, berbeda dengan RTGS yang membutuhkan waktu beberapa jam atau kliring yang membutuhkan waktu beberapa hari.
Namun, jumlah limit dana yang dapat ditransfer pada RTO relatif lebih kecil daripada RTGS dan kliring. Oleh karena itu, RTO biasanya digunakan untuk transfer dalam kehidupan sehari-hari.
Pada RTO, jumlah limit dana yang dapat ditransfer biasanya berkisar antara Rp 25.000.000 per transaksi. Biaya transfer antar bank pada RTO tergantung kebijakan masing-masing bank, umumnya berkisar antara Rp 6.500 – Rp 7.500.
Kenapa Harus Paham Dengan Biaya Transfer Antar Bank?
Biaya transfer antar bank menjadi pengeluaran yang tidak disadari namun cukup signifikan jika Anda sering melakukan transfer antar bank. Untuk meminimalisir pengeluaran akibat biaya transfer antar bank, ada beberapa tips yang dapat dilakukan:
Gunakan rekening yang tidak mengenakan biaya administrasi
Bank saat ini menawarkan berbagai jenis rekening. Sebelum menabung, pilih jenis rekening yang paling minim atau bahkan tidak dikenakan biaya administrasi.
Gunakan rekening bank berbeda
Untuk menghindari biaya transfer antar bank, memiliki dua atau lebih rekening dari bank yang berbeda dapat menjadi pilihan. Namun, pemilihan bank harus dilakukan dengan cermat berdasarkan faktor seperti ketersediaan jaringan ATM yang luas, jenis tabungan atau rekening yang ditawarkan, serta fasilitas dan keuntungan yang diberikan oleh bank tersebut.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

