Untuk memulai budidaya ikan gabus, Anda harus mengetahui cara memilih induk ikan gabus terbaik dengan gen unggulan. Dengan begitu, benih ikan gabus yang dihasilkan dari perkawinan indukan tersebut dapat menghasilkan benih berkualitas unggulan. Permintaan ikan gabus di pasar cukup tinggi, baik itu ikan gabus anakan maupun gabus dewasa, karena selain untuk dikonsumsi, ikan gabus juga dapat dijadikan ikan hias atau ikan peliharaan di rumah seperti ikan mas dan ikan koi. Budidaya ikan gabus memiliki banyak peminat, sama seperti budidaya ikan mas. Salah satu faktor krusial untuk kesuksesan budidaya ikan gabus adalah cara memilih induk ikan gabus.
Cara Memilih Induk Ikan Gabus
Saat memilih indukan ikan gabus, Anda harus memperhatikan kondisi fisik dan tingkat kematangan/gonad indukan tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Ciri Fisik Indukan Ikan Gabus
Cara memilih induk ikan gabus yang pertama adalah dengan memperhatikan ciri fisik dari indukan gabus jantan dan betina. Kriteria fisik indukan ikan gabus berkualitas unggulan adalah:
– Bobot tubuh antara 750-1.800 gram
– Bentuk tubuh simetris
– Tidak memiliki cacat tubuh seperti sirip hilang, penutup insang rusak, atau mata rusak
– Lincah saat berenang
Ciri-ciri spesifik indukan gabus jantan dan betina yang telah siap untuk melakukan pemijahan bisa dilihat di sini:
Ciri-Ciri Fisik Indukan Ikan Gabus
Kriteria Indukan Jantan Indukan Betina
Usia Minimum 1 tahun Minimum 4 tahun
Warna Kulit Lebih gelap dengan sisik halus Terang dengan sisik kasar
Bentuk Tubuh Panjang dan perut ramping Pendek, bulat, dan perut buncit
Bentuk Kepala Oval panjang Bulat
Gerakan Bergerak lebih lincah Bergerak lebih lambat dibandingkan indukan jantan
Kondisi Kelamin Bentuknya memanjang ke belakang, warna kemerahan, dan terlihat jelas di belakang anus Bentuknya oval, warna merah, dan terlihat jelas di belakang anus
Kriteria lainnya Saat perut diurut ke arah ekor maka akan terlihat cairan berwarna putih susu (sperma) keluar Saat perut diurut ke arah ekor maka akan terlihat cairan berwarna kuning (ovum) sebagai bakal telur keluar
2. Tingkat Kematangan Gonad
Kriteria utama agar indukan ikan gabus dapat dikawinkan adalah tingkat kematangan atau gonad. Tingkat kematangan gonad indukan jantan dan betina berbeda. Cara menilai kematangan gonad adalah dengan melihat ciri fisik pada indukan betina, yang ditandai dengan perut buncit/membesar dengan tekstur lembek. Jika perut betina diurut, akan keluar bakal telur dan warna kelamin akan berwarna kemerahan.
Tingkat kematangan gonad indukan jantan dapat dilihat dari bobotnya, minimum 1 kg. Saat indukan jantan telah mencapai gonad, akan terlihat titik berwarna agak kemerahan pada lubang kelamin. Jika kelamin tersebut ditekan, akan keluar cairan berwarna bening.
Selain ciri-ciri di atas, tingkat kematangan gonad pada indukan ikan gabus juga dapat ditentukan dari usianya. Indukan jantan mencapai gonad pada usia 1 tahun, sedangkan indukan betina mencapai kematangan gonad pada usia 4 tahun.
Pakan ikan gabus juga mempengaruhi kematangan gonad pada indukan, terutama indukan betina. Pakan ikan yang mengandung nutrisi dan protein tinggi dapat mempengaruhi fekunditas dan kualitas telur pada ovarium betina.
Tips Perawatan Induk Ikan Gabus
Setelah mendapatkan indukan gabus berkualitas yang siap untuk melakukan pemijahan, langkah selanjutnya adalah mengawinkan kedua indukan tersebut. Tips merawat indukan gabus yang akan dan sedang dikawinkan adalah dengan memperhatikan kondisi media pemijahan, kondisi indukan itu sendiri, dan kondisi kematangan indukan.
1. Kolam Pemijahan
Anda bisa menggunakan kolam tanah, kolam beton, atau kolam fiber sebagai media pemijahan untuk indukan gabus. Ukuran kolam bervariasi tergantung jumlah indukan yang akan dikawinkan. Ukuran minimum kolam pemijahan adalah 8 m x 6 m x 1 m atau 8 m x 5 m x 3 m dengan ketinggian air antara 30-60 cm. Kolam tersebut dapat menampung 7-30 total indukan jantan dan betina.
Untuk meningkatkan kenyamanan indukan gabus, terutama indukan yang ditangkap langsung dari alam, Anda dapat membuat kolam pemijahan yang menyerupai habitat aslinya, misalnya dengan menambahkan tanaman eceng gondok di atas permukaan kolam. Kolam yang digunakan untuk pendederan larva hingga benih juga menggunakan waring yang dibuat dari kerangka kayu berukuran 4 m x 6 m dengan penutup di atasnya. Di sekitar waring juga ditambahkan eceng gondok.
2. Kondisi Indukan Ikan Gabus
Jika Anda mendapatkan indukan gabus langsung dari alam, perlu menjinakkannya terlebih dahulu dengan mengkarantina indukan dalam media pemeliharaan khusus selama sekitar dua bulan. Pakan yang diberikan adalah anak ikan hidup atau udang kecil yang masih hidup, sebanyak 2-3 ekor per induk gabus.
3. Kondisi Kematangan Gonad
Tips terakhir adalah memperhatikan kondisi kematangan gonad pada indukan gabus. Untuk membantu tingkat kematangan gonad, Anda bisa memberi pakan ikan rucah air tawar atau ikan rucah air laut dengan kadar feeding sebesar 1,5-2% per biomassa per hari. Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menyuntikkan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dengan dosis 300 IU/kg, namun pastikan Anda sudah mendapatkan dosis dan arahan yang tepat sebelum melakukannya.
Cara Tepat Memperhatikan Pakan Indukan Ikan Gabus
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perawatan indukan gabus sebelum dan selama proses pemijahan melibatkan pengawasan terhadap tingkat kematangan gonad indukan tersebut. Untuk meningkatkan kematangan gonad, perlu memberikan pakan dengan kadar yang sesuai, yaitu sekitar 3% dari bobot indukan gabus.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!
