Ketahui 5 Cara Mengendalikan Amonia pada Tambak Udang


844

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan amonia pada tambak udang. Namun, perlu diingat bahwa jumlah amonia dalam perairan tidak dapat sepenuhnya dihilangkan karena amonia berperan dalam proses nitrifikasi. Penting untuk menjaga kadar amonia agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Artikel ini akan membahas dampak amonia pada udang dan cara mengendalikan amonia dalam tambak udang. Yuk, temukan informasi selengkapnya di sini!

Apa itu Amonia?

Amonia adalah limbah nitrogen yang dihasilkan dari akumulasi pakan yang tidak terkonsumsi, feses, dekomposisi organisme yang mati, dan ekskresi (zat sisa metabolisme yang tidak digunakan oleh tubuh udang) melalui insang udang. Amonia ada dalam dua bentuk dalam perairan, yaitu amonia bebas (NH3) dan amonium terionisasi (NH4+). Kedua bentuk ini disebut sebagai TAN (Total Ammonia Nitrogen). Banyak peneliti mengatakan bahwa amonia juga penting dalam budidaya tambak udang. Mengapa penting? Karena amonia dapat dimanfaatkan oleh fitoplankton dalam ekosistem akuatik. Fitoplankton berperan dalam mengubah gas dinitrogen menjadi nitrogen dan menggunakan nitrogen sebagai nutrisi untuk pertumbuhan. Fitoplankton juga berperan dalam fiksasi karbon atau sintesis organik. Kadar amonia dalam tambak udang sebaiknya tidak melebihi 0,1 ppm. Jika kadar amonia tinggi, dapat memperlambat pertumbuhan udang, meningkatkan stres, menyebabkan penurunan oksigen, FCR yang buruk, rendahnya pertahanan terhadap penyakit, menghambat pengikatan oksigen ke hemoglobin, dan bahkan menyebabkan kematian massal.

Dalam budidaya udang, faktor kualitas air terutama kadar amonia menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh petambak. Konsentrasi amonia yang tinggi dapat mengurangi pasokan oksigen dalam jumlah besar dan mengubah parameter kualitas air lainnya.

See also  Ini Dia Cara Menghitung SR Udang dengan Benar!

Penyebab Kadar Amonia Tinggi

Salah satu penyebab kadar amonia tinggi adalah hasil metabolisme udang setelah makan. Protein dari pakan yang dikonsumsi oleh udang dipecah oleh tubuh udang dan digunakan sebagai sumber energi. Sisa protein ini diekskresikan melalui insang dan dalam urin udang. Selain itu, kadar amonia tinggi juga dapat berasal dari limbah berupa lumpur atau bahan organik yang menumpuk di dasar tambak. Beberapa sumber limbah tersebut adalah:

  1. Pakan udang yang tidak dikonsumsi karena overfeeding
  2. Kotoran udang (feses)
  3. Dekomposisi organisme yang mati

Konsentrasi amonia akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah udang di dalam tambak. Hal ini karena kebutuhan pakan juga akan meningkat seiring dengan pertumbuhan udang.

Pengaruh Amonia Berlebih pada Tambak Udang

Pengaruh pertama dari kadar amonia tinggi adalah kerusakan pada jaringan insang udang. Insang akan membengkak sehingga udang kesulitan menggunakan alat pernapasan untuk mengambil oksigen dari air. Hal ini dapat membuat udang lebih rentan terhadap penyakit dan akhirnya menyebabkan kematian. Selain itu, kadar amonia berlebih juga memiliki dampak negatif lainnya, seperti:

  1. Meracuni udang
  2. Menyebabkan stres pada udang
  3. Menyebabkan resistensi pada udang
  4. Meningkatkan kerentanan terhadap penyakit
  5. Menurunkan nafsu makan udang
  6. Memperlambat pertumbuhan udang
  7. Menurunkan kelulushidupan udang

Cara Mengendalikan Amonia

Amonia dalam tambak udang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan karena pakan merupakan sumber nitrogen utama dalam budidaya udang. Namun, menjaga kadar amonia tetap rendah selama budidaya dapat meningkatkan kinerja udang. Jika kadar amonia terlalu tinggi, petambak harus segera mengendalikan amonia dengan cara berikut:

  1. Mengontrol kualitas air dengan rutin mengukur kadar amonia menggunakan alat ukur amonia untuk mengatasi masalah dan mencegah peningkatan kadar amonia yang berlebihan.
  2. Mempertahankan pH air. pH juga dapat membantu mengurangi penumpukan amonia dalam air karena amonia beracun biasanya tidak berkembang pada tingkat pH yang optimal. pH air tambak yang optimal adalah 6,5-9.
  3. Meningkatkan aerasi dan sirkulasi/pergantian air. Aerasi akan menghilangkan amonia beracun terlarut melalui difusi dari air ke udara. Selain itu, sirkulasi/pergantian air juga dapat mengurangi konsentrasi amonia dan mengurangi toksisitas air.
  4. Menerapkan manajemen pemberian pakan dengan menggunakan eFeeder. Protein dari pakan udang merupakan penyebab utama penumpukan amonia dalam air. Pengurangan pemberian pakan dapat dilakukan sebesar 25-50% dari total volume air. Anda dapat menggunakan alat pemberi pakan otomatis untuk mengoptimalkan FCR.
  5. Memberikan probiotik secara rutin. Penggunaan produk probiotik dalam budidaya udang memiliki banyak manfaat. Penambahan probiotik dapat mengatasi akumulasi amonia beracun dalam tambak udang.
See also  Tempat Jual Ikan Cepat dan Terpercaya Secara Online

Keberhasilan jangka panjang dalam budidaya udang harus didukung dengan produk yang dirancang untuk mengelola amonia dengan baik. Selain itu, petambak juga harus selalu memiliki alat ukur amonia untuk perawatan budidaya udang secara keseluruhan.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!