Penyebab dan Cara Meningkatkan Nafsu Makan Udang Vaname


846

Langkah-langkah untuk meningkatkan nafsu makan udang vaname cukup mudah, yaitu dengan mengendalikan kualitas air dan pakan agar udang terhindar dari stress dan penyakit. Dalam budidaya udang, perhatian khusus terhadap kualitas air dan pakan sangat penting untuk mencegah hilangnya nafsu makan dan kekurusan pada udang. Budidaya udang vaname dikenal sebagai salah satu budidaya yang menguntungkan jika Petambak berhasil mendapatkan hasil panen yang maksimal, seperti udang dengan bobot tubuh besar dalam jumlah yang banyak. Namun, jika pada masa panen bobot udang masih kecil dan kurus, berarti terdapat kesalahan dalam proses pembesaran udang. Oleh karena itu, kenali gejala kehilangan nafsu makan pada udang, penyebabnya, dan cara meningkatkan nafsu makan udang vaname berikut ini.

Ciri-Ciri Udang Vaname Tidak Mau Makan

Ketika menemukan udang dengan bobot tubuh yang kurang ideal pada usia tertentu atau angka Average Daily Growth (ADG) yang kecil, maka perlu khawatir dan memeriksa seluruh udang untuk mengetahui apakah semua udang kehilangan nafsu makan atau tidak. Dengan demikian, dapat diketahui apakah terdapat gejala kehilangan nafsu makan pada udang dan segera mengatasinya. Cara untuk mengetahuinya cukup mudah, yaitu dengan menyebarkan pakan pada alat khusus bernama anco. Kemudian masukkan anco ke dalam tambak dan biarkan selama beberapa waktu. Setelah itu, angkat kembali anco dan perhatikan apakah pakan masih ada atau tidak. Jika pakan telah habis, berarti udang dalam keadaan normal. Namun, jika masih terdapat banyak sisa pakan, itu merupakan ciri-ciri udang vaname tidak mau makan dan perlu dilakukan tindakan selanjutnya.

See also  Tips dan Trik Sukses Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Penyebab Nafsu Makan Udang Vaname Turun

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi nafsu makan udang, seperti penurunan kualitas air, stres pada udang, perubahan cuaca, paparan penyakit, dan kualitas pakan yang buruk.

1. Kualitas Air Menurun

Penurunan kualitas air tambak akan membuat udang vaname merasa tidak nyaman dan menolak untuk makan. Pada kondisi tersebut, udang lebih rentan terhadap penyakit dan stres. Kualitas air yang perlu diperhatikan adalah tingkat keasaman (pH air), kadar oksigen terlarut, dan suhu air. Suhu air yang tepat untuk tambak udang vaname adalah antara 28-32 derajat celcius. Suhu air mudah berubah terutama saat terjadi perubahan cuaca, oleh karena itu perlu rutin memeriksa suhu air. pH air harus berada dalam kisaran 7-8,5, dan kadar oksigen terlarut normal minimal 4mg/l. Penggunaan aerator, kincir, atau blower dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air. Selain itu, menjaga kebersihan kolam dengan rutin membersihkannya dari sisa pakan dan kotoran, serta menggunakan filter air, juga penting.

2. Tingkat Stres Udang Vaname Tinggi

Kehilangan nafsu makan adalah gejala stres pada udang vaname. Penyebabnya bisa karena gangguan kondisi lingkungan tambak atau perubahan suhu air. Gejala stres pada udang dapat dikenali dari perilakunya. Biasanya udang yang stres akan berenang dengan cepat tetapi tanpa arah yang jelas. Selain itu, kadar glukosa pada udang yang stres akan tinggi. Ciri-ciri dan cara mengatasi udang yang stres dapat dibaca di sini: Jangan Sepelekan Udang Stres! Ini Cara Mengatasinya.

3. Perubahan Cuaca yang Ekstrim

Perubahan cuaca yang ekstrim dapat mempengaruhi kondisi udang dan menurunkan nafsu makannya. Misalnya, perubahan cuaca dari panas menjadi terlalu dingin. Saat kondisi tersebut terjadi, akan terjadi fluktuasi suhu di dalam tambak. Perubahan suhu inilah yang mengganggu metabolisme udang sehingga mudah terpapar penyakit dan bakteri serta mengganggu pola makannya.

See also  Teknik Pembesaran Ikan Nila Agar Lebih Cepat & Hemat Pakan!

4. Udang Terinfeksi Penyakit

Udang vaname yang tidak mau makan bisa jadi merupakan gejala udang terinfeksi penyakit bakteri atau virus tertentu. Beberapa penyakit yang dapat menyerang udang vaname akibat bakteri antara lain EMS dan WFD, sedangkan yang disebabkan oleh virus antara lain WSSV, TSV, IMNV, dan IHHNV.

5. Kualitas Pakan Buruk

Pakan udang vaname yang buruk adalah pakan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi udang. Udang vaname membutuhkan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat, dan abu. Kelima nutrisi tersebut membantu proses pertumbuhan udang vaname hingga mendapatkan bobot tubuh yang maksimal. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, itu akan mengganggu metabolisme tubuh udang dan menyebabkan hilangnya nafsu makan. Ada tiga jenis pakan udang, yaitu pakan tepung, pakan granul, dan pakan pelet. Selain itu, terdapat juga pakan alami seperti siput kecil, serangga kecil, cacing, dan plankton. Jika menggunakan pakan hasil olahan pabrik, perhatikan tanggal kadaluarsa pakan tersebut. Jika sudah kadaluarsa, jangan berikan pakan kepada udang.

Cara Meningkatkan Nafsu Makan Udang Vaname

Setelah mengetahui ciri-ciri udang vaname yang tidak mau makan dan penyebabnya, berikut ini cara meningkatkan nafsu makan udang vaname, yaitu dengan memperhatikan kualitas pakan udang, kualitas air, kesehatan udang, dan pemberian probiotik khusus.

1. Menjaga Kualitas Air

Terdapat empat faktor utama untuk menjaga kualitas air, yaitu menjaga suhu air, kadar oksigen, tingkat keasaman, dan kebersihan kolam. Suhu air mudah berubah terutama saat terjadi perubahan cuaca yang ekstrem, oleh karena itu perlu memeriksa suhu kolam menggunakan alat pengukur suhu khusus. Kadar oksigen dapat diukur menggunakan DO meter. Jika kadar oksigen menurun, gunakan aerator, kincir, atau blower untuk menyuplai oksigen pada kolam. Jika tingkat keasaman air terlalu tinggi, berikan kapur agar kondisi kolam kembali netral. Kebersihan kolam dapat dijaga dengan menggunakan filter air untuk membersihkan kotoran atau sisa pakan agar tidak menimbulkan racun karena terlalu lama mengendap di kolam. Jika air kolam terlihat keruh, buang sebagian air tambak dan ganti dengan air segar hingga volume air seperti semula. Jika air terlalu jernih, berikan probiotik khusus untuk mengembalikan kualitas air.

See also  Ide Bisnis Olahan Ikan Gurame, Lengkap dengan Resepnya!

2. Memantau Kesehatan Udang Vaname

Cara kedua adalah dengan memantau kesehatan udang vaname secara berkala. Hal ini penting karena saat udang vaname sakit, salah satu gejalanya adalah hilangnya nafsu makan. Ada banyak cara untuk memantau kesehatan udang vaname, seperti melalui kotoran udang. Jika kotoran udang berwarna putih seperti benang, itu merupakan gejala penyakit white feces pada udang. Selain itu, perhatikan juga gejala fisik udang mulai dari mata, perut, warna tubuh, hingga ekor. Gejala fisik udang vaname yang sakit antara lain mata pucat, perut kosong, warna tubuh pucat, ekor tidak bergerak, udang berenang ke permukaan air, dan sering menggosokkan tubuhnya ke kolam.

3. Memastikan Kebutuhan Pakan Udang Vaname Tercukupi

Pakan udang vaname yang baik adalah yang mengandung protein 30%, lemak 6%, serat 4%, dan abu 15%. Pakan alami yang kaya protein untuk udang vaname antara lain cacing tanah yang mengandung protein 75%. Saat udang mengalami molting, pemberian pakan harus disesuaikan dengan fase molting. Pada fase pre molt, nafsu makan udang menurun secara normal, sehingga jumlah pakan perlu dikurangi 50-70%. Pada fase inter molt, berikan pakan sebanyak 80-100%. Pada fase post molt atau setelah cangkang lepas, berikan pakan sebanyak 50%. Saat memilih pakan udang vaname, pilihlah yang masih baru dan belum kadaluarsa. Salah satu produk pakan yang baik untuk udang vaname adalah Minaraya Brevis.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!