Blue green algae (BGA) adalah salah satu jenis fitoplankton yang perlu diwaspadai. Meskipun fitoplankton umumnya digunakan sebagai pakan udang, jenis BGA ini dapat mengganggu kesehatan udang jika jumlahnya terlalu banyak. Mari kita kenali lebih lanjut tentang blue green algae melalui artikel ini!
Apa Itu Blue Green Algae?
Blue green algae atau cyanobacteria adalah jenis fitoplankton yang melakukan fotosintesis untuk mendapatkan energi. Warna biru hijau pada BGA disebabkan oleh pigmen klorofil dan fikosianin.
BGA berkembang biak melalui pembelahan sel dan pembentukan spora. Mereka hidup di air tawar, payau, dan asin pada suhu 25-35 °C dengan pH air 7,5-9.
BGA dapat membahayakan pertumbuhan udang karena dapat menghasilkan racun yang merusak jaringan hepatopankreas. Jika udang memakan BGA secara langsung, mereka dapat terkena penyakit.
Namun, tidak semua spesies BGA berbahaya bagi udang. Beberapa BGA memiliki peran penting, seperti meningkatkan kadar oksigen di dalam air tambak melalui fotosintesis. Fitoplankton ini juga dapat menjadi bioindikator kondisi tambak.
Apa Itu Blooming Algae?
Blooming algae adalah istilah lain untuk ledakan alga di perairan seperti kolam, tambak, dan danau. Blooming cyanobacteria atau BGA umumnya terjadi di perairan dengan rasio nitrogen dan fosfor yang tinggi. Genus BGA yang dominan adalah Microcystis sp. dan Synechococcus sp..
Namun, jika rasio nitrogen dan fosfor rendah, blooming cyanobacteria didominasi oleh Oscillatoria sp. dan Anabaena sp. Hal ini terjadi karena kemampuan BGA untuk memfiksasi nitrogen dari udara. Ketersediaan fosfor adalah faktor utama pembentukan Cyanobacteria, sehingga semakin tinggi fosfor, kepadatan BGA juga meningkat.
Meskipun BGA dapat meningkatkan kadar oksigen di air tambak, mereka sangat berbahaya jika jumlahnya terlalu banyak. Populasi BGA yang besar dapat menjadi racun yang mematikan bagi udang, terutama setelah terjadinya blooming.
Jika air tambak berwarna hijau, artinya jumlah fitoplankton sebagai pakan alami udang dalam batas yang aman. Namun, jika air tambak berwarna kebiruan, itu menunjukkan ledakan BGA. Meskipun kejadian ini jarang terjadi, tetaplah berhati-hati!
Penyebab Munculnya Blue Green Algae
BGA memiliki kemampuan unik untuk mengapung di permukaan air tambak sehingga lebih mudah mendapatkan nutrisi dan cahaya. Kemampuan ini membuat mereka mendominasi populasi plankton di tambak dan menyebabkan ledakan populasi atau blooming.
Selain itu, blooming algae disebabkan oleh kelebihan nitrogen dan fosfor di air tambak. Kelebihan ini berasal dari sisa pakan yang tidak dimakan oleh udang dan terakumulasi di dasar tambak. Jumlah BGA seringkali lebih dominan karena mereka mengeluarkan zat yang menghambat pertumbuhan fitoplankton lain.
Faktor lain yang memicu kemunculan BGA adalah konsentrasi bahan organik yang tinggi, suhu yang tidak stabil, intensitas cahaya yang terlalu tinggi, air berpH basa, dan salinitas rendah.
Dampak Kemunculan Blue Green Algae
Salah satu dampak buruk dari pertumbuhan berlebihan BGA adalah penumpukan bahan organik di dasar kolam dan penurunan kadar oksigen secara drastis saat BGA mati massal. Hal ini dapat menyebabkan akumulasi senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida.
Beberapa jenis BGA juga menghasilkan racun yang berbahaya bagi pencernaan udang. Jika udang terkena racun ini, mereka dapat mengalami penyakit White Feces Disease yang dapat menyebabkan kematian massal.
Cara Mencegah dan Mengatasi Blue Green Algae
Salah satu cara mencegah pertumbuhan berlebih BGA adalah memberikan pakan secukupnya, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sisa pakan berlebihan akan mengendap di dasar tambak dan memicu pertumbuhan BGA melalui nitrogen dan fosfor.
Jika tambak mengalami ledakan atau blooming BGA, segera atasi untuk mencegah kematian udang. Berikut cara mencegah dan mengatasi blooming algae:
- Jaga dan perbaiki kualitas air secara berkala karena BGA terkait erat dengan pH, suhu, dan nutrien.
- Lakukan sirkulasi air untuk mengencerkan kepadatan BGA.
- Berikan desinfektan Aqualisan untuk membunuh BGA, lalu lakukan siphoning.
- Tingkatkan salinitas air tambak karena beberapa jenis BGA tidak tahan dengan salinitas tinggi, tetapi perhatikan kisaran salinitas yang optimal bagi udang.
- Kurangi intensitas cahaya di tambak dengan menambahkan atap atau waring hitam di atas kolam. Hal ini mencegah pertumbuhan BGA yang mendapatkan energi melalui fotosintesis.
- Terapkan budidaya sistem bioflok untuk merangsang pertumbuhan mikroba yang mengubah limbah nitrogen menjadi pakan alami udang.
- Lakukan resirkulasi air untuk mengencerkan kepadatan BGA.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

