Langkah & Tahapan Budidaya Udang Vaname Bioflok


838

Umumnya, masalah Petambak udang adalah tingginya biaya pembelian pakan udang yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional budidaya udang. Untuk mengatasi masalah ini, Petambak udang dapat menerapkan metode budidaya udang vaname dengan bioflok. Tidak dirahasiakan lagi bahwa biaya penyediaan pakan udang dapat mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya operasional budidaya udang yang diperlukan. Angka ini tentu sangat besar. Oleh karena itu, banyak Petambak udang melakukan inovasi melalui sistem bioflok pada udang vaname. Namun, Anda perlu menerapkan prinsip manajemen budidaya yang benar dan konsisten agar menghasilkan udang vaname terbaik dengan limbah pakan yang sedikit.

Apa Itu Sistem Bioflok Udang?

Budidaya udang vaname bioflok adalah metode budidaya udang vaname yang menggunakan sistem nitrifikasi dalam melakukan pengurasan dan penggantian air kolam sehingga menghasilkan produksi yang lebih stabil dengan nilai yang berkelanjutan. Sistem bioflok mengandalkan mikroorganisme sebagai sumber produktivitasnya dalam mencegah berbagai jenis penyakit pada udang. Mikroorganisme ini menjadi pakan tambahan untuk udang vaname. Oleh karena itu, metode ini tidak cocok untuk meningkatkan produktivitas Petambak udang. Daripada menggunakan cara budidaya udang dengan sistem konvensional yang dapat menyebabkan biaya operasional meningkat dengan waktu budidaya yang cukup lama tetapi menghasilkan udang vaname yang kurang maksimal, lebih baik Anda beralih ke sistem bioflok ini.

See also  Bisnis Bibit Ikan Mujair: Ikuti Tipsnya supaya Untung!

Jika Anda melakukan budidaya udang vaname menggunakan bioflok, maka tidak perlu lagi mengganti air di kolam budidaya. Bioflok mengadopsi sistem nitrifikasi di mana metode ini dapat mengurangi FCR serta meminimalkan penyebaran penyakit dari udang itu sendiri. Dengan demikian, mikroorganisme yang tumbuh di kolam berubah menjadi bakteri baik daripada alga.

Nantinya, bakteri-bakteri ini akan membentuk flok dan mengolah nitrogen dari kotoran dan sisa pakan 100 kali lebih baik daripada alga. Selain itu, mikroorganisme ini dapat bekerja setiap hari tanpa terpengaruh oleh perubahan cuaca. Di Indonesia, cara budidaya udang vaname dengan sistem bioflok telah digunakan beberapa tahun terakhir dan terbukti dapat menjaga kualitas air dan efisiensi pakan udang hingga 10 hingga 20 persen. Dengan begitu, udang vaname dapat berkembang pesat melebihi target yang telah ditetapkan. Bahkan, dalam rentang waktu 2010 hingga 2014 saja, Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan target produksi udang dari 400 ribu ton menjadi 699 ribu ton, di mana produksi udang vaname juga ikut meningkat. Indonesia juga menjadi negara ketiga terbesar dalam ekspor udang di pasar global setelah Thailand dan India.

Manfaat Sistem Bioflok untuk Budidaya Udang Vaname

Salah satu manfaat yang paling terlihat dari penggunaan sistem bioflok dalam budidaya udang vaname adalah metode budidaya ini sangat ramah lingkungan. Pada umumnya, dalam metode budidaya konvensional, limbah buangan yang dibuang ke lingkungan sekitar mengandung amonia dan nitrogen hasil dari pemecahan protein dan asam amino, serta sisa pakan dan feses udang. Namun, dalam metode bioflok, limbah nitrogen ini dapat diubah menjadi pakan udang yang kaya akan nutrisi yang baik bagi udang. Sejalan dengan itu, Petambak udang dapat menekan biaya pakan udang karena pakan dapat terbentuk melalui proses bioflok. Keunggulan lain dari budidaya udang vaname dengan sistem bioflok adalah meningkatkan laju pertumbuhan udang dan hasil panen udang yang lebih gurih dan enak karena pakan udang menggunakan mikroorganisme.

See also  Berkenalan dengan Teknisi Tambak Udang dan SDM Lainnya

Cara Budidaya Udang Vaname dengan Sistem Bioflok

Berikut ini adalah cara budidaya udang vaname dengan menerapkan sistem bioflok untuk menghasilkan udang vaname yang gurih dan lezat.

1. Mempersiapkan Kolam atau Tambak Budidaya Udang Vaname

Standar kolam atau tambak budidaya udang vaname adalah sebagai berikut:
– Ukuran tambak tergantung pada jumlah udang yang akan dibudidaya.
– Pastikan tambak tidak bocor dan mampu menampung air dan arus air yang tinggi. Anda dapat melapisi tambak dengan plastik HDPE atau semen.
– Pertimbangkan kedalaman tambak agar dapat menampung udang, minimal kedalaman tambak adalah 1,2 meter. Dalam kasus tertentu, kedalaman tambak udang dapat mencapai dua sampai tiga meter.
– Perhatikan sistem aerasi.
– Sertakan juga kincir air untuk mendukung kinerja agar menghasilkan kualitas air yang baik, tetap stabil, dan memastikan kebutuhan oksigen untuk udang terpenuhi.

Setelah tambak udang selesai dibuat, Anda dapat mengisi tambak tersebut dengan air hingga ketinggian 80 sampai 100 centimeter. Selanjutnya, masukkan probiotik ke dalam air sebelum memasukkan udang. Bakteri probiotik ini merupakan unsur penting dalam sistem bioflok. Ada beberapa jenis bakteri probiotik yang dapat dipilih. Biasanya, Petambak udang menggunakan bakteri bacillus subtilis yang mampu menguraikan nitrogen dengan baik dan mudah ditemukan di pasar dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, bakteri jenis lainnya adalah bacillus cereus yang memiliki keunggulan mampu membentuk flok bakteri dan mengontrol pertumbuhan green algae. Selain kedua bakteri tersebut, Anda perlu mempersiapkan bakteri isolat denitrifikasi seperti bacillus licheniformis, bakteri bacillus polymyxa, bakteri lactobacillus, bakteri nitrocomonas, dan nitribacter.

2. Menebarkan Bibit Udang Vaname

Langkah berikutnya dalam budidaya udang vaname dengan sistem bioflok adalah menyebar bibit udang vaname yang telah dipilih oleh Anda. Tips agar menghasilkan udang vaname berkualitas terbaik adalah memilih bibit yang memiliki ukuran yang sama. Hal ini bertujuan untuk menghindari kanibalisme atau perbedaan ukuran udang.

See also  Cara Pemasaran Ikan Gabus yang Paling Cepat Ludes Terjual

3. Memberikan Pakan Udang Vaname

Sebelum flok bakteri terbentuk, idealnya Petambak udang memberi pakan udang dua kali sehari, yaitu di pagi hari dan sore hari. Jenis pakan tergantung pada biaya operasional yang telah dipersiapkan oleh Anda. Setelah flok bakteri terbentuk, Anda dapat mengurangi jadwal pemberian pakan karena flok tersebut sudah dapat menjadi pakan udang alami. Dengan demikian, Anda dapat menekan biaya operasional, terutama biaya pakan udang.

4. Menyuplai Oksigen Terlarut di Kolam Budidaya Udang Vaname

Oksigen terlarut atau dissolved oxygen perlu diperhatikan terutama di malam hari agar udang tidak kekurangan oksigen dalam air. Anda dapat menggunakan kincir air, blower, atau aerator sebagai alat penyuplai oksigen tambahan.

Tips Sukses Melakukan Budidaya Udang

Agar proses budidaya udang lainnya berhasil dan menghasilkan udang berkualitas terbaik, Petambak udang dapat berkonsultasi dengan ahli atau Tim Akuakultur mengenai kendala atau masalah yang dialami selama proses budidaya.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!