Kenali Penyakit Ikan Lele dan Cara Mencegahnya!


838

Ikan lele adalah salah satu ikan air tawar yang memiliki ketahanan tubuh yang tinggi terhadap penyakit. Dalam kata lain, ikan lele mampu bertahan dari serangan penyakit dan dapat beradaptasi dengan cepat dalam berbagai kondisi. Meski demikian, hal ini tidak berarti bahwa ikan lele tidak akan pernah terkena penyakit sama sekali. Jika ikan lele terkena penyakit, penyakit tersebut dapat menular ke ikan lele lainnya. Untuk itu, simak artikel ini untuk mengetahui berbagai macam penyakit ikan lele yang sering muncul dan cara mengatasinya!

Penyebab Penyakit pada Ikan Lele

Penyakit pada ikan lele dapat disebabkan oleh faktor internal ikan itu sendiri dan faktor lingkungan sekitar. Kondisi air kolam dan cuaca dapat mempengaruhi kesehatan ikan lele. Air kolam yang terlalu kotor dapat mengandung amoniak dan bakteri yang berbahaya bagi ikan. Sementara itu, cuaca yang tidak stabil dapat mempengaruhi suhu air di kolam. Perubahan suhu yang terlalu cepat tidak disukai oleh ikan lele dan dapat mengganggu metabolismenya sehingga menyebabkan stres. Ketika imunitas ikan lele menurun, ikan lele akan rentan terhadap serangan hama atau penyakit yang ada di sekitarnya. Penyakit pada ikan lele juga dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak tepat, baik dari jenis pakan maupun manajemen pemberiannya.

Jenis Hama dan Penyakit Ikan Lele

Meskipun dikenal sebagai ikan yang memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, ikan lele juga dapat terserang penyakit. Penyakit-penyakit berikut ini tidak hanya menyerang organ luar ikan, tetapi juga bisa menyerang organ dalam ikan. Yuk, simak penjelasannya!

See also  Tips Cara Budidaya Ikan Nila Cepat Panen dan Untung Besar!

1. Penyakit Bintik Putih

Penyakit bintik putih pada ikan lele disebabkan oleh protozoa jenis Ichthyphyhirius multifillis. Untuk mencegahnya, disarankan untuk menjaga kebersihan kolam ikan lele dan mempertahankan suhu air kolam pada suhu 28°C. Untuk mengobati ikan yang sudah terjangkit penyakit bintik putih, dapat ditaburkan garam ke kolam sebanyak 2-3 kali per hari. Untuk menghindari penularan ke ikan lele lainnya, ikan yang terjangkit penyakit bintik putih dapat dipisahkan dari ikan lainnya dan sistem sanitasi di kolam dapat diperbaiki.

2. Penyakit Jamur Air

Biasanya, jamur hanya menginfeksi ikan yang sedang sakit atau terluka, bukan ikan yang sehat. Jamur tumbuh pada tubuh ikan yang sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Saat terinfeksi jamur, akan muncul benang berbentuk kapas pada tubuh ikan, terutama di bagian yang terluka. Jika terserang jamur, ikan juga akan kehilangan agresivitasnya. Untuk mengobati ikan lele yang terkena jamur, disarankan untuk mengkarantina ikan di kolam yang sudah steril.

3. Penyakit Cotton Wool

Penyakit pada ikan lele selanjutnya adalah penyakit Cotton Wool. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri flexibacter columnaris. Penyakit ini menyerang insang ikan lele. Jika terinfeksi penyakit ini, akan muncul luka, lapisan putih, dan bintik putih di permukaan tubuh ikan. Ikan lele yang terinfeksi penyakit Cotton Wool juga akan bergerak lambat dan terlihat lesu. Penyakit ini muncul karena sisa pakan yang membusuk di dasar kolam dan suhu air yang terlalu tinggi. Untuk mencegahnya, dapat diperbaiki manajemen pemberian pakan dan menjaga suhu air pada suhu 28°C.

4. Penyakit Cacar

Penyakit cacar pada ikan lele umumnya disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Cacar biasanya muncul pada ikan yang hidup di kolam dengan air kotor dan kurang perawatan. Untuk mencegah dan mengobati ikan lele yang terkena cacar, disarankan untuk merawat dan memperbaiki kualitas air kolam dengan menggantinya secara rutin. Penting untuk diingat, penyakit cacar adalah penyakit yang menular. Jadi, jika menemukan ikan lele terkena cacar, pisahkan ikan tersebut dari ikan lainnya.

See also  Cara Pemanenan Ikan Gurame yang Tepat agar Kualitas Terjaga

5. Penyakit Gatal

Penyakit gatal pada ikan lele disebabkan oleh bakteri Trichodina sp. Gejala yang timbul pada ikan saat terkena penyakit ini adalah gerakan yang lemas dan warna kulit yang kusam. Karena merasa gatal, ikan akan sering menggosokkan tubuhnya ke dinding atau dasar kolam. Sama seperti penyakit lainnya, penyakit ini juga dapat menular melalui air. Untuk itu, jika gejala-gejala yang disebutkan di atas sudah terlihat, disarankan untuk memisahkan ikan yang terkena penyakit dengan ikan yang masih sehat. Untuk mencegahnya, bisa mengurangi kepadatan bibit ikan karena penyakit ini juga dapat disebabkan oleh kurangnya kandungan oksigen.

6. Serangan Bakteri Aeromonas hydrophila

Bakteri aeromonas hydrophila sering menyerang ikan lele. Jika ikan lele terkena bakteri ini, perutnya akan membengkak, siripnya akan membengkak, dan permukaan tubuhnya akan terluka. Sama seperti penyakit Cotton Wool, bakteri ini muncul karena sisa pakan yang membusuk di permukaan kolam. Oleh karena itu, untuk menghindari ikan lele dari bakteri ini, perlu mengatur manajemen pemberian pakan dengan baik.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!