Business Continuity Planning (BCP)


825


Langkah-langkah untuk Menerapkan Perencanaan Kelangsungan Bisnis (Business Continuity Planning, BCP)

1. Pembuatan Rencana dan Ruang Lingkup
Pada tahap ini, perlu direncanakan semua elemen yang diperlukan saat terjadi bencana, seperti penanggung jawab, anggaran dana, dan area kritis yang perlu dilindungi dan tetap berjalan. Beberapa area kritis yang termasuk dalam tahap ini antara lain:

– Kebutuhan jaringan WAN, LAN, dan server komputer.
– Kebutuhan komunikasi data dan telekomunikasi.
– Ruang kerja darurat pasca bencana.
– Kebutuhan aplikasi, perangkat lunak, dan data (backup).
– Media dan record untuk menyimpan data-data penting.
– Sumber daya manusia sebagai petugas pasca bencana selama proses produksi.

2. Business Impact Assessment (BIA)
BIA digunakan untuk membantu unit bisnis memahami dampak dari bencana. Dampak dari bencana dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu dampak kuantitatif (berhubungan dengan uang) dan dampak kualitatif (berhubungan dengan operasional). Kedua dampak ini kemudian dianalisis dan panduan penanganannya dibuat. Tahapan ini meliputi analisis risiko dan penentuan dampak terhadap perusahaan jika kerugian yang teridentifikasi oleh analisis risiko benar-benar terjadi.

3. Pengembangan Rencana Kelangsungan Bisnis (Business Continuity Plan)
Proses pengembangan BCP meliputi rencana implementasi, rencana pengujian, dan pemeliharaan rencana yang dijalankan. Tahapan ini juga menentukan strategi pengoperasian alternatif untuk pemulihan bisnis dalam periode waktu pemulihan yang telah ditentukan. Tindakan pemulihan bisnis biasanya dilakukan oleh tim yang bertanggung jawab.

4. Persetujuan Rencana dan Implementasi
Pada tahap ini, dilakukan pengujian terhadap BCP untuk melihat bagaimana sistem yang telah disusun dan melakukan evaluasi serta perbaikan sistem yang ada. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan sosialisasi BCP kepada seluruh karyawan dan mengevaluasi hasil dari pelatihan tersebut. Langkah terakhir adalah mendapatkan persetujuan akhir dari manajemen senior.

See also  Daftar Hitam

BCP sangat penting dalam menjaga kelangsungan bisnis saat terjadi gangguan baik dari faktor internal maupun eksternal. Dengan adanya BCP, perusahaan dapat meminimalkan dampak dari gangguan dan memastikan bahwa proses bisnis tetap berjalan secara normal. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memiliki rencana yang terstruktur dan terperinci mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemulihan sistem pembayaran saat terjadi gangguan.



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!