Basmi Myo pada Udang dengan 6 Rekomendasi Obat Ini!


842

Penanganan Penyakit Myo pada Udang Vaname dengan 6 Rekomendasi Obat Unggulan

Sebagai pelaku budidaya udang, pemahaman mengenai cara mengatasi penyakit Myo pada udang vaname adalah suatu keharusan. Khususnya, penyakit Myo atau Infeksi Myonecrosis Virus (IMNV) merupakan ancaman umum yang dapat menyapu budidaya udang Anda.

Udang yang terjangkit penyakit Myo akan mengalami perubahan warna menjadi pucat. Tanda-tanda lain yang mengindikasikan udang terinfeksi Myo adalah munculnya bercak putih atau gumpalan putih pada segmen tubuhnya, perubahan warna abdomen hingga ekor menjadi merah, terjadinya kram pada jaringan otot, serta penyusutan hepatopankreas. Sayangnya, penyakit Myo juga dapat berujung pada kematian udang. Karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki pemahaman mengenai obat-obatan yang mampu membantu mencegah serta mengatasi penyakit ini dalam tambak budidaya udang Anda.

Berikut adalah 6 rekomendasi obat yang efektif untuk mengatasi penyakit Myo:

1. Aqualisan: Aqualisan adalah disinfektan yang ramah lingkungan yang digunakan dalam budidaya udang. Produk ini aman, ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan memiliki efektivitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan produk disinfektan lainnya.

Manfaat Aqualisan:

  • Mengendalikan serta membasmi virus, bakteri, dan mikroorganisme berbahaya.
  • Mengoksidasi dan menghilangkan senyawa berbahaya seperti H2S, NH3, NO2, dan racun alga.
  • Ramah lingkungan serta tidak membahayakan udang.
  • Menjaga biosekuritas tambak udang.

Dosis dan Cara Penggunaan Aqualisan: Pengaplikasian Aqualisan disesuaikan dengan jenis mikroorganisme yang ditargetkan. Pastikan penggunaannya tidak bersamaan dengan penggunaan probiotik. Waktu dosing yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Untuk menargetkan alga biru-hijau (BGA), dosis diberikan saat matahari mulai terbenam.
  • Untuk menargetkan alga hijau (GA), dosis diberikan pada sore hari.
  • Untuk menargetkan bakteri, dosis diberikan pada malam hari setelah tidak ada sinar matahari. Dosis harus disesuaikan dengan tingkat kecerahan, jenis alga (BGA atau GA), komposisi plankton, rasio TVC/TBC, dan jenis kolam. Dosis tipikal di kolam tanah adalah 4 ppm, sedangkan di kolam HDPE, plastik, mulsa, dan beton adalah 2 ppm (sesuaikan dengan kualitas air). Konsultasikan dengan ahli budidaya udang untuk dosis yang tepat.
See also  Tips Cara Budidaya Ikan Bandeng, Cepat Panen & Untung Besar!

2. Aquasept 3.0: Aquasept adalah disinfektan dalam bentuk tablet effervescent yang mudah dan cepat diaplikasikan pada tambak udang.

Manfaat Aquasept 3.0:

  • Mengurangi jumlah bakteri patogen dalam tambak.

Dosis dan Cara Penggunaan Aquasept 3.0:

  • Pada tahap persiapan air: Gunakan 1 tablet untuk 5 m3 sebagai 1 ppm. Lakukan disinfeksi pada air dan dasar kolam untuk membunuh vibrio, bakteri patogen, dan lainnya.
  • Pada kolam reservoir: Gunakan 1 tablet untuk 10-20 m3 sebagai ¼-½ ppm. Lakukan disinfeksi (air dan dasar) untuk mengurangi kandungan asam besi dan bahan organik.
  • Untuk pengondisian vibrio (kultur, DOC > 30): Gunakan 1 tablet untuk 30-40 m3 sebagai ⅛-1/6 ppm. Hitung dosis sesuai kebutuhan kolam dan masukkan tablet Aquasept 3.0 langsung ke dalam kolam.

3. Coforta A: Coforta A adalah pakan tambahan yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan metabolisme udang serta mengurangi stres.

Manfaat Coforta A:

  • Meningkatkan sistem imun dan pertumbuhan udang.
  • Memulihkan kesehatan udang akibat perubahan lingkungan atau panen parsial.
  • Meningkatkan metabolisme udang.

Dosis dan Cara Penggunaan Coforta A:

  • Pada DOC < 30: Campurkan Coforta A pada pakan sebanyak 20% dari total pakan. Berikan 3 gr/pakan sekali sehari.
  • Pada DOC > 30: Campurkan Coforta A pada pakan sebanyak 15% dari total pakan. Berikan 3-5 gr/kg pakan dua kali dalam tiga hari berturut-turut, dengan jeda tujuh hari.

4. Nitro TP: Nitro TP adalah inokulum mikroba yang bermanfaat untuk menjaga kualitas air tambak udang.

Manfaat Nitro TP:

  • Meningkatkan dan menstabilkan kualitas air tambak.
  • Menstabilkan saluran pencernaan udang.
  • Membantu mengendalikan pertumbuhan alga pada tambak.
  • Sebagai probiotik yang menguntungkan bagi udang.
  • Melakukan denitrifikasi pada H2S dan nitrit.

Dosis dan Cara Penggunaan Nitro TP:

  • Tahap persiapan air: Dosis yang direkomendasikan adalah 0,05-0,1 mg/liter.
  • Tahap penebaran benur: Dosis yang direkomendasikan adalah 0,05-0,1 mg/liter.
  • Masa pemeliharaan: Dosis yang direkomendasikan adalah 0,05-0,15 mg/liter setiap 14 hari hingga panen.
See also  7 Produk Budidaya Udang agar Sukses Bisnis Tambak Udang

5. Paraqua Lacto: Paraqua Lacto adalah probiotik yang menghasilkan asam laktat. Bakteri ini membantu meningkatkan proses pencernaan dan sistem kekebalan udang.

Manfaat Paraqua Lacto:

  • Meningkatkan kualitas air tambak.
  • Meningkatkan sistem imun udang.
  • Membantu dekomposisi pakan di dasar kolam.

Dosis dan Cara Penggunaan Paraqua Lacto:

  • Sebarkan di kolam sesuai dosis yang direkomendasikan, yaitu 0,2-0,3 ppm dengan interval 2-3 hari.

6. Stimuno Plus C-Take: Stimuno Plus C-Take adalah vitamin yang mendukung budidaya udang.

Manfaat Stimuno Plus C-Take:

  • Melengkapi kebutuhan vitamin udang dan ikan.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh udang.
  • Mencegah kekurangan vitamin pada udang dan ikan.

Dosis dan Cara Penggunaan Stimuno Plus C-Take:

  • Campurkan ke dalam pakan sebanyak 2 gr/kg setiap jam pakan.

Menghadapi penyakit Myo pada budidaya udang vaname memerlukan penanganan yang tepat. Dalam hal ini, mengenal obat-obatan yang efektif menjadi kunci utama. Dengan memilih obat yang tepat dan menerapkan dosis yang sesuai, Anda dapat mengatasi serta mencegah penyebaran penyakit Myo di tambak udang Anda. Sebagai tambahan, konsultasikan dengan ahli budidaya udang untuk mendapatkan saran dan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi tambak Anda.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!