Waspada Penyakit Ikan Nila! Cegah Dari Sekarang!


839

Saat melakukan budidaya ikan nila, penyakit dan wabah adalah sesuatu yang akan dihadapi, namun tidak perlu ditakuti. Meskipun ikan nila diketahui kuat, penyakit tetap bisa datang dan menyerang tubuhnya. Hal ini dapat mengganggu proses budidaya Anda.

Penyakit Pada Ikan Nila

Ada banyak penyakit yang bisa menjangkit komoditas nila, di antaranya:

1. Penyakit Bintik Merah

Penyakit bintik merah pada ikan nila menyebabkan sisik terkelupas dan luka merah. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis jamur seperti Aphanomyces invadans, A. piscicida, A. invaderis dan ERA. Gejala awalnya adalah kehilangan nafsu makan, warna yang kusam, dan ikan terapung di permukaan air. Untuk mengobati penyakit ini, Anda dapat merendam ikan dalam larutan Kalium Permanganat 10-20 mg per liter. Selain itu, juga dapat melakukan penyuntikan dengan Terramycin 0,05 ml sesuai dengan berat ikan per 100 gram. Anda juga bisa mencampurkan Oxytetraxyclin ke dalam pakan sebanyak 50 mg per kg selama 7-10 hari.

2. Tilapia Lake Virus

Wabah baru ini disebabkan oleh virus Orthomyxo-like, virus baru dari keluarga Orthomyxoviridae. Gejala yang timbul jika terkena Tilapia Lake Virus adalah tubuh ikan nila yang menghitam, pembengkakan pada rongga perut dan mata yang bisa menyebabkan katarak. Penyakit ini mudah ditularkan sesama ikan melalui air dan kontak langsung. Untuk mengobati penyakit ini, Anda harus memisahkan ikan yang terkena penyakit untuk memutus rantai penyebaran.

Cara Mencegah Penyakit Ikan Nila Sejak Awal

Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati. Jika penyakit ikan nila sudah menyerang, kerugian yang timbul akan lebih besar. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah hama dan penyakit pada ikan nila:

  • Pastikan Anda memilih benih ikan nila yang bebas dari penyakit dan virus. Dapatkan benih ikan nila dari sumber yang terpercaya.
  • Terapkan sistem biosekuriti atau karantina pada benih yang dipilih. Lingkungan baruĀ akan membuat ikan menjadi stres dan rentan terhadap penyakit. Dengan melakukan karantina, pemulihan akan lebih cepat dan terhindar dari penyakit.
  • Menjaga suhu tetap optimal, yaitu 25-30oC dengan pH air 7-8. Suhu dan pH yang stabil membuat ikan tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun.
  • Menjaga kepadatan ikan di kolam. Untuk benih ikan nila berukuran 10-20 gram per ekor, sebaiknya hanya mengisi 15-30 ekor benih ikan per m2.
  • Perhatikan kualitas air di kolam. Jaga sirkulasi air agar kualitas air tetap terjaga dan kondisi ikan nila selalu sehat.
  • Berikan pakan dengan jenis dan takaran yang tepat. Terlalu banyak memberikan pakan akan mengakibatkan pakan yang tidak terpakai dan mencemari kualitas air di kolam.
See also  5 Jenis Ikan Mas yang Cocok untuk Bisnis Budidaya

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!