Piutang


798


Pengertian Piutang

Dalam bidang akuntansi, piutang sering disebut dengan AR yang merupakan akronim dari “Account Receivable” atau terjemahan dari kata piutang dalam bahasa Inggris. Piutang dapat didefinisikan sebagai salah satu jenis transaksi akuntansi yang melibatkan penagihan kepada konsumen yang memiliki hutang kepada perusahaan. Dengan kata lain, piutang adalah hak milik perusahaan yang masih berada di tangan orang lain, baik berupa uang maupun penjualan yang belum dibayar lunas.

Pengertian Piutang Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pengertian yang berbeda tentang piutang. Berikut adalah beberapa definisi dari piutang menurut para ahli:

– Wibowo dan Abu Bakar Arif (2005:151) mengatakan bahwa piutang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang. Pengertian piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu.

– Enny Pudjiastuti (2004;117) menjelaskan bahwa piutang (receivables) merupakan proses penjualan barang hasil produksi secara kredit.

– Martono dan Harjito (2007 : 95) mendefinisikan piutang dagang (account receivable) sebagai “tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan”.

– Warren Reeve dan Fess (2005:404) menyatakan bahwa piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi lainnya. Piutang juga mencakup jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau menggunakan jasa secara kredit.

– Mohammad Muslich (2003:109) menjelaskan bahwa piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan.

See also  Saham Sektor Infrastruktur

Ciri-ciri Piutang

Ada beberapa ciri yang membedakan suatu transaksi sebagai piutang. Berikut adalah ciri-ciri atau karakteristik transaksi piutang:

– Nilai jatuh tempo adalah jumlah dari nilai transaksi utama ditambah dengan nilai bunga yang harus dibayarkan pada tanggal jatuh tempo. Seorang pembeli yang melakukan transaksi secara kredit tidak hanya membayar nilai barang yang dibeli, tetapi juga membayar bunga sebagai konsekuensi dari meminta waktu untuk membayar.

– Tanggal jatuh tempo dapat diketahui dari lamanya atau umur piutang. Umumnya, penjual menggunakan dua pengukuran umur, yaitu bulan dan hari. Jika umur piutang diukur dalam bulan, maka tanggal jatuh tempo sama dengan tanggal transaksi kredit, tetapi bulan berbeda. Jika umur piutang diukur dalam hari, maka perhitungan harus dilakukan untuk menentukan tanggal jatuh tempo yang tepat.

– Ada bunga yang berlaku dalam piutang. Piutang dapat terjadi karena pembeli memilih untuk melakukan transaksi secara kredit, dan hal ini mengakibatkan pembayaran bunga. Bunga dibayarkan sebagai konsekuensi dari permintaan pembeli untuk waktu pembayaran tertentu, dan sebagai keuntungan atau kompensasi bagi penjual atas periode waktu pelunasan kredit tersebut.

Jenis-jenis Piutang

Terdapat beberapa jenis piutang yang perlu diketahui. Berikut adalah jenis-jenis piutang yang umum:

– Piutang Usaha (Account Receivable): Piutang usaha adalah jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang ini muncul sebagai hasil dari penjualan barang atau jasa. Piutang usaha ini biasanya diharapkan akan tertagih dalam waktu 30-60 hari. Secara umum, jenis piutang ini merupakan piutang yang paling banyak dimiliki oleh perusahaan.

– Wesel Tagih (Notes Receivable): Wesel tagih adalah surat formal yang diterbitkan sebagai bukti utang. Wesel tagih biasanya memiliki jangka waktu pembayaran antara 60-90 hari atau lebih lama, dan mewajibkan pihak yang berutang untuk membayar bunga. Wesel tagih dan piutang usaha yang muncul karena transaksi penjualan biasanya disebut sebagai piutang dagang (trade account).

See also  Loan To Value

– Piutang Lain-Lain (Other Receivable): Piutang lain-lain mencakup piutang selain piutang dagang. Contohnya adalah piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum, piutang jenis ini tidak berasal dari kegiatan operasional perusahaan dan diklasifikasikan dan dilaporkan secara terpisah di neraca.