Proses pemeliharaan larva udang vaname dimulai dari stadia nauplius, zoea, mysis, hingga post larva udang. Saat ini, pembenihan larva udang vaname yang diproduksi Petambak belum memenuhi permintaan pasar. Masalahnya adalah kurangnya pengetahuan Petambak pemula tentang teknik pemeliharaan udang. Tetapi jangan khawatir, Anda dapat menerapkan tips siklus dan teknik pemeliharaan larva udang vaname dengan mudah. Simak penjelasannya di bawah ini!
Siklus Larva Udang Vaname
Udang vanamei adalah crustacea yang memiliki 10 kaki dan karapas yang menutup kepala. Udang vaname juga mencari makan pada malam hari. Proses pembuahan udang vaname ditandai dengan udang betina yang loncat tiba-tiba. Udang betina mengeluarkan sel telur yang bersamaan dengan udang jantan mengeluarkan sperma, sehingga terjadi proses pembuahan. Tahap selanjutnya di siklus hidup udang setelah pembuahan adalah stadia nauplius, stadia zoea, stadia mysis, stadia post larva, stadia juvenil, udang muda, dan udang dewasa. Berikut penjelasannya:
1. Telur
Telur udang vaname diperkirakan tenggelam ke dasar tambak pada saat pemijahan. Diameter telur udang vaname berukuran kurang dari 1/64 inci. Jumlah telur yang diperoleh tergantung pada ukuran induk. Induk udang vaname dengan berat 30-45 gram bisa menghasilkan 100.000-250.000 butir telur. Telur akan berkembang menjadi larva sempurna dengan suhu antara 26-28 ÂșC, DO 5-7 mg/l, dan salinitas air 35 ppt.
2. Nauplius
Nauplius adalah tahap setelah telur menetas. Udang memiliki warna tubuh cenderung abu-kecoklatan yang mengkilat. Nauplius memiliki kemampuan berenang yang terbatas dan biasanya merupakan bagian dari plankton samudera. Nauplius hanya boleh diperoleh dari pemasok dengan reputasi baik dan status Bebas Patogen Spesifik atau Specific Pathogen Free (SPF) bersertifikat. Telur dan nauplius harus didisinfeksi selama pemindahan ke tangki penetasan atau budidaya larva. Nauplius sensitif terhadap cahaya, sehingga cenderung berkumpul dalam satu titik cahaya.
3. Zoea
Zoea berukuran dari 1/25 hingga 1,5 inci. Bentuk tubuh zoea mengalami perkembangan pada bagian mulut dan perut sehingga larva mulai aktif mencari makanan sendiri.
4. Mysis
Mysis adalah planktonik di air tawar yang memiliki beberapa bentuk tubuh yang sudah terlihat seperti ekor kipas dan ekor.
5. Post Larva
Ada dua tahap post larva, yaitu ukuran sekitar 1/6 sampai 1/4 inci. Pada tahap ini, larva memiliki bentuk paling sempurna dibandingkan tahapan sebelumnya. Pada tahap ini, larva mulai aktif bergerak horizontal dan vertikal di kolom perairan tambak udang.
6. Juvenil
Udang post larva berkembang langsung menjadi udang juvenil. Pertumbuhannya cepat, hingga 2,5 inci per bulan. Pada tahap juvenil, bentuk tubuh sudah mirip dengan udang dewasa.
7. Udang Muda
Pada tahap ini, udang terus tumbuh tetapi pada tingkat yang lebih lambat dibandingkan fase juvenil. Udang muda biasanya belum menunjukkan tanda-tanda kematangan ovarium (udang betina) atau belum layak memijah. Udang muda yang berumur di bawah 2 bulan memerlukan kadar garam 15-25 ppt agar pertumbuhannya tetap optimal. Setelah umur lebih dari 2 bulan, kadar garam air dijaga antara 5-30 ppt untuk pertumbuhan udang hingga stadia udang dewasa.
8. Udang Dewasa
Udang vaname dewasa memiliki panjang 5-8 inci di umur 1,5 tahun. Udang dewasa memiliki bentuk tubuh yang lengkap, seperti mata, cephalothorax, abdomen, kaki, ekor, dan antena. Saat musim pemijahan tiba, udang dewasa betina ditandai dengan ovarium berwarna cerah berbondong-bondong ke tengah kolam tambak untuk melakukan pemijahan dengan udang dewasa jantan.
3 Teknik Pemeliharaan Larva Udang Vaname
Ketersediaan larva udang berkualitas menjadi faktor penting keberhasilan budidaya udang. Larva udang dari alam hanya 20% dari total kebutuhan tambak udang di Indonesia, sedangkan 80% sisanya diharapkan dapat diproduksi sendiri atau oleh hatchery. Pemeliharaan larva udang vaname dapat dilakukan dengan teknik berikut:
1. Penebaran Larva
Penebaran larva dilakukan secara bertahap dengan memilih benih larva yang bebas dari penyakit. Selanjutnya, larva diaklimatisasi dengan cara merendam kantong plastik berisi larva selama kurang dari 30 menit sebelum dikeluarkan ke kolam tambak yang sudah diberi perlakuan khusus.
2. Pengelolaan Kualitas Air
Monitoring kualitas air perlu dilakukan secara teratur untuk menjaga kelangsungan hidup larva udang hingga panen. Pengukuran parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (DO) harus dilakukan.
3. Pengelolaan Pakan
Pengelolaan pakan merupakan hal penting dalam pemeliharaan larva udang vaname. Jenis pakan, dosis pakan, waktu pemberian pakan, frekuensi pemberian pakan, dan cara pemberian pakan untuk larva udang vaname harus diperhatikan. Pakan larva harus mengandung nutrisi yang tinggi untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang optimal.
Untuk mendapatkan kualitas larva udang yang baik, teknik di atas harus dilakukan secara terus menerus. Larva udang sangat sensitif terhadap lingkungan ekstrem, sehingga data budidaya harian sangat penting untuk membantu Petambak dalam menentukan langkah perawatan yang tepat.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

