Untuk memulai budidaya ikan gurame, Anda perlu mengetahui jenis ikan gurame agar bisa menentukan jenis apa yang cocok dan tepat untuk dijadikan bisnis budidaya. Budidaya ikan gurame merupakan salah satu bisnis budidaya ikan menjanjikan yang berpotensi profit tinggi.
Sebab, gurame memiliki daging yang lembut, gurih, dan lezat sehingga banyak masyarakat di Indonesia yang menyukai daging ikan air tawar ini. Bukan hanya di Indonesia saja, ikan gurame juga menjadi pangan yang digemari se-Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Ikan yang memiliki nama latin atau nama ilmiah Osphronemus goramy ini memiliki banyak sebutan yang berbeda-beda di tiap daerah, tergantung bahasa lokal daerah tersebut, sehingga Anda perlu mencari tahu apa sebutan ikan gurame yang sering digunakan di daerah setempat.
Umumnya, gurame sehat memiliki ciri tubuh berbentuk lonjong dan panjang dengan mulut yang kecil, serta memiliki sisik yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Menariknya, selain diolah menjadi makanan, ikan gurame juga bisa dimanfaatkan sebagai ikan hias. Manakah jenis ikan gurame yang dijadikan makanan dan ikan hias? Untuk menjawabnya, sebaiknya Anda mengetahui jenis-jenis ikan gurame dengan detail.
Jenis-Jenis Ikan Gurame
Untuk memulai bisnis budidaya ikan gurame, Anda perlu mengetahui jenis ikan gurame supaya bisa menentukan jenis gurame mana yang akan dibudidayakan. Berikut ini 7 jenis ikan gurame yang ada di perairan Indonesia.
1. Gurame Batu
Gurame batu merupakan jenis gurame yang memiliki ciri-ciri warna tubuh hitam dan bersisik keras. Gurame batu jarang dijadikan makanan karena total dagingnya terbilang cukup sedikit. Pasalnya, maksimal bobot tubuh ikan ini kecil. Di usia satu tahun saja bobot tubuhnya hanya mencapai 0,5 kg, sehingga gurame batu lebih umum dijadikan ikan hias saja.
2. Gurame Soang atau Gurame Angsa
Ikan gurame yang cepat besar adalah jenis gurame soang atau gurame angsa. Dalam waktu 9 bulan, Pembudidaya sudah bisa memanen gurame soang dengan bobot ikan sebesar 500 gram. Bahkan, bila Anda membudidayakannya lebih lama, jenis ikan gurame yang satu ini bisa mencapai bobot 8 kg dengan panjang 65 cm.
Keuntungan lainnya dari berbudidaya gurame soang adalah telur yang dihasilkan indukannya cukup banyak, yakni antara 5.000-7.000 butir telur per indukan.
Gurame soang atau yang juga biasa disebut gurame angsa memiliki ciri-ciri kepala yang yang sedikit menonjol seperti angsa, serta bentuk tubuh pipih memanjang dengan kombinasi warna hitam dan putih. Bagian ekor gurame soang memiliki warna kemerahan ketika usianya masih di bawah 1 tahun. Gurame soang banyak dijumpai di daerah Jawa Barat, khususnya Cianjur dan Ciamis.
3. Gurame Kapas
Gurame kapas memiliki ciri-ciri warna putih keperakan seperti warna kapas dengan ukuran sisik yang lebar, bertekstur kasar, dan keras.
Sama halnya dengan gurame soang, gurame kapas termasuk ke dalam jenis ikan gurame yang cepat besar. Namun, bobot maksimalnya hanya mencapai 1,5 kg saja. Selain itu, produktivitas indukan gurame kapas juga tidak terlalu besar, yakni hanya mendapatkan 3.000 butir telur per ekor untuk satu kali pemijahan.
4. Gurame Blue Safir
Sekalipun namanya gurame blue safir, jenis gurame yang satu ini justru tidak berwarna biru, tetapi hitam kemerahan atau merah muda cerah.
Gurame blue safir memiliki panjang maksimal 35 cm dengan bobot maksimal 2-4 kg. Perihal produktivitasnya, blue safir termasuk gurame yang memiliki produktivitas cukup baik, yakni dapat bertelur 4.000-5.000 telur per ekor untuk satu kali pemijahan.
5. Gurame Porselen
Gurame porselen menjadi ikan gurame yang populer dan memiliki banyak peminat, khususnya di Indonesia. Maka dari itu, tak heran bila harga jualnya sendiri lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis gurame lainnya.
Ciri-ciri gurame porselen adalah berwarna merah mudah keperakan, tubuh bagian bawah berwarna putih, dan ukuran kepala yang lebih kecil daripada ukuran tubuhnya.
Pertumbuhan gurame porselen terbilang cepat dan bisa mencapai bobot maksimal 1,5-2 kg per ekor. Produktivitas ikan ini cukup tinggi, yakni dalam satu kali pemijahan mampu menghasilkan 8.000-10.000 butir telur per ekor. Untuk memulai budidaya ikan gurame, Anda bisa mencoba dari ikan gurame porselen yang menguntungkan ini.
6. Gurame Jepang atau Gurame Jepun
Gurame jepang atau gurame jepun berasal dari Jawa Tengah. Saat usianya masih kecil, gurame jepang memiliki warna agak kebiruan. Ketika sudah memasuki usia dewasa, gurame jepang memiliki warna hitam pekat di bagian atas, dengan sisik berwarna putih dan garis gelap di bagian tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti berwarna abu-abu. Panjang maksimal gurame jenis ini mencapai 45 cm, dengan bobot tubuh 3,5-4 kg. Indukan gurame jepang mampu menghasilkan 2.000-3.000 butir telur per periodenya.
7. Gurame Paris
Gurame paris memiliki warna dasar tubuh merah cerah dengan bintik-bintik hitam di seluruh tubuh dan warna putih di bagian kepalanya. Bobot maksimal ikan ini hanya 1,5 kilogram saja. Telur yang dihasilkan oleh indukan gurame paris untuk satu kali pemijahan hanya berkisar 5.000-6.000 butir telur.
Prospek Bisnis Budidaya Gurame
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, budidaya ikan gurame memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Ikan gurame, yang termasuk ke dalam jenis ikan air tawar, telah mampu meraih banyak peminat dalam pasar. Oleh karena itu, menjual hasil budidaya ini seharusnya tidaklah terlalu sulit. Anda memiliki berbagai opsi untuk memasarkan ikan gurame ini.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menawarkan ikan gurame kepada pengepul. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa dalam hal ini, terdapat risiko potensial terhadap harga jual yang lebih rendah jika dibandingkan dengan harga pasaran. Kendati demikian, opsi ini tetap layak dipertimbangkan sebagai saluran pemasaran.
Selain itu, Anda memiliki alternatif lain yaitu menjual hasil panen ikan gurame ke pedagang ikan di pasar tradisional, supermarket, dan restoran. Kerjasama dengan pelaku usaha di sektor tersebut dapat memberikan peluang yang lebih luas dalam hal pemasaran dan distribusi. Tidak hanya itu, mempertimbangkan untuk menjual ikan gurame secara langsung kepada konsumen rumah tangga juga merupakan opsi yang menguntungkan.
Dalam menjalankan bisnis budidaya ikan gurame, penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi. Perawatan yang baik terhadap kolam budidaya, pengelolaan pakan yang tepat, dan pengendalian penyakit ikan merupakan faktor-faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha ini.
Kesimpulannya, prospek bisnis budidaya ikan gurame memiliki potensi yang menjanjikan. Dengan pendekatan pemasaran yang tepat, kolaborasi dengan pelaku usaha terkait, serta perhatian terhadap kualitas produksi, peluang kesuksesan dalam usaha ini dapat terwujud dengan baik.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

