Untuk mengetahui apakah proses budidaya ikan gurame berjalan lancar yakni melalui masa panen ikan gurame. Lama panen ikan gurame bisa mencapai 12 bulan, namun ada juga beberapa Pembudidaya yang membutuhkan waktu panen ikan gurame singkat yakni 4-6 bulan.
Itu semua tergantung bobot dan kualitas gurame yang Anda budidaya. Peluang bisnis gurame cukup menarik mengingat tingginya permintaan pasar yang sejalan dengan harga jual yang stabil dan cenderung tinggi. Namun, masalahnya adalah dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga masa panen ikan gurame tiba. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya berikut ini cara ternak ikan gurame cepat panen dengan bobot yang sesuai.
Masa Panen Ikan Gurame
Umur ideal untuk ikan gurame siap panen berkisar antara 8-12 bulan. Dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya, proses budidaya ikan gurame hingga masa panen memang relatif lebih lama. Hal ini karena proses pertumbuhannya yang lambat. Faktor yang memperlambat proses pertumbuhan gurame bisa dikarenakan teknik budidaya yang para Pembudidaya gunakan masih teknik tradisional, kualitas dan mutu benih rendah, ekosistem dan padat tebar, hingga pemberian pakan yang kurang optimal.
Faktanya, gurame memiliki pergerakan yang cukup lambat untuk memakan pakannya. Sehingga apabila Anda menyatukan ikan gurame dengan jenis ikan lain dalam satu kolam pembesaran, maka berpotensi semakin lama proses pertumbuhan gurame. Hal ini dikarenakan gurame kehabisan pakan karena telah dimakan oleh ikan lain dalam satu kolam yang sama.
Trik untuk menekan waktu panen ikan gurame dengan membudidaya dua jenis gurame. Gurame yang dibudidaya sejak menetas membutuhkan waktu 8-12 bulan hingga ikan siap panen dengan bobot tubuh 7 ons hingga 1 kilogram. Sedangkan proses pemeliharaan benih yang baru menetas atau pendederan benih sekitar 3-4 bulan. Sementara itu, gurame yang dibesarkan sejak benih memiliki bobot 2,5 ons atau kurang lebih 100 gram hanya membutuhkan waktu 4-6 bulan saja hingga mencapai bobot siap panen. Saat memasuki masa panen, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:
- Menggunakan jaring yang halus saat melakukan panen gurame agar tidak merusak sirip ikan.
- Menelusuri seluruh kolam menggunakan jaring untuk menangkap ikan, saat ikan tertangkap Anda harus mengangkat jaring tersebut dengan hati-hati.
- Alternatif menangkap ikan gurame bisa dilakukan menggunakan tangan.
- Ikan yang berhasil ditangkap segera masukkan ke dalam wadah terpisah yang telah terisi air bersih.
Baca Juga: Ini Cara Budidaya Ikan Gurame agar Cepat Besar
Cara agar Ikan Gurame Cepat Panen
Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan dalam proses budidaya ikan gurame untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan gurame.
Faktor tersebut berasal dari ekosistem kehidupan ikan, kualitas air, pemilihan dan penebaran benih, pemilihan pakan hingga penanganan pada ikan yang sakit.
1. Penerapan Ekosistem Gurame
Gurame merupakan ikan yang berasal dari perairan air tawar seperti sungai, danau, ataupun rawa-rawa. Jadi, tak masalah bila Anda menggunakan kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam tembok dan semen asalkan memperhatikan dan menerapkan ekosistem asli gurame. Disarankan untuk membangun kolam di atas ketinggian 800 m dari permukaan air laut (dpl). Tujuannya untuk menghindari ikan mudah stress.
Selain itu, perhatikan pula ukuran kolamnya. Sebaiknya membangun kolam dengan ukuran yang luas agar gurame dapat berenang kemana saja. Ikan gurame memerlukan sinar matahari untuk pertumbuhannya, namun bila terlalu panas juga dapat mengganggu kesehatan mental ikan gurame.
Oleh karena itu, sebaiknya menempatkan kolam yang langsung terpapar sinar matahari secara langsung dan menggunakan tumbuhan air seperti eceng gondok atau daun teratai di atas permukaan kolam agar gurame dapat berlindung dari sinar matahari. Kemudian, untuk menjaga ekosistem kolam tersebut, Anda wajib mengganti air selama satu minggu sekali dengan cara menjaga 30% air kolam tidak terbuang, membersihkan dasar kolam dari amoniak dan bakteri lain, memberikan kapur atau dolomit sebanyak 5-10 g/m3 dan probiotik lactobacillus sebanyak 3 ml/m3.
2. Pemantauan Kualitas Air Secara Rutin
Adapun untuk menjaga kualitas air, Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan air kolam. Idealnya air kolam untuk budidaya gurame memiliki suhu berkisar 25-30 derajat celcius dengan tingkat asam basa atau pH air sebesar 6,5-7,5 dan kandungan oksigen terlarut di atas 3.
3. Pemilihan dan Penebaran Benih
Ketika membeli benih gurame, sebaiknya pilih yang beratnya sudah mencapai 100 gram agar masa budidayanya lebih singkat, karena saat gurame dewasa mencapai berat 500 gram, sudah bisa dipanen. Dengan begitu, Anda dapat mempercepat masa panen ikan gurame.
Setelah itu, jangan langsung tebarkan benih pada kolam. Anda perlu melakukan treatment khusus untuk meminimalisir adanya jamur, bakteri, dan penyakit lain pada kolam. Pertama, keringkan kolamnya terlebih dulu selama 10-14 hari. Selanjutnya, untuk meningkatkan kebersihan kolam, Anda dapat memberi kapur kurang lebih sebanyak 200 gram/m2. Treatment khusus juga diberikan kepada peralatan budidaya dengan merendamnya di air larutan kaporit selama setengah jam lalu keringkan semua alat-alat tersebut.
4. Pemilihan Pakan untuk Gurame
Dalam pemilihan pakan, Anda harus memperhatikan kandungan gizinya, khususnya kandungan protein. Anda dapat mencari sumber protein yang berasal dari protein hewani maupun nabati. Gurame membutuhkan kandungan protein hewani minimal 25% untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangannya.
Sedangkan untuk protein nabatinya, Anda bisa memenuhinya dengan memberikan pakan berupa singkong, ubi jalar, pepaya, tauge, selada air, dedaunan kangkung, labu, kacang, jagung rebus, ampas tahu atau dedak (bekatul). Lengkapi pula pakan dengan enzim kompleks sebanyak 2% dari total pakan pabrik.
5. Penanganan Ikan yang Sakit
Apabila menemukan gurame yang sakit, maka segera pisahkan ikan tersebut dan isolasi pada kolam khusus yang telah dicampur dengan larutan garam sebanyak 20 mg/liter selama satu jam. Lakukan pemantauan secara berkala dan intensif agar penyakit pada gurame segera teratasi dan tidak berdampak pada kematian ikan. Sumber penyakit pada ikan biasanya berasal dari kualitas air yang menurun.
Oleh karena itu, Anda perlu membuat manajemen pengelolaan kolam dengan baik seperti rutin mengganti air kolam dan memantau kualitas air kolam. Trik lainnya bila penyakit pada gurame bersumber dari pertumbuhan plankton maka cara mengatasinya dengan penambahan bahan-bahan organik pada kolam.
Itulah cara-cara untuk mempercepat proses pertumbuhan dan perkembangan ikan agar masa panen ikan gurame dapat dipercepat hingga 6-8 bulan saja. Dengan begitu, Anda dapat segera melakukan panen dan meraup keuntungan maksimal.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

