Tingkat respons pembeli terhadap perubahan harga adalah topik yang penting dalam dunia ekonomi. Permintaan akan barang mewah cenderung menurun secara drastis ketika harga dinaikkan. Hal ini terjadi karena barang-barang mewah bukanlah kebutuhan pokok, sehingga pembeliannya dapat ditunda atau dihindari sama sekali. Sebaliknya, permintaan akan barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok, seperti makanan, jasa telepon, dan operasi darurat di rumah sakit, dikatakan tidak elastis. Permintaan terhadap barang atau jasa jenis ini diperkirakan akan tetap ada meskipun terjadi perubahan harga, karena kebutuhan tersebut tidak dapat ditunda atau diabaikan.
Elastisitas permintaan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejauh mana perubahan harga suatu barang atau jasa mempengaruhi jumlah permintaan. Hal ini merupakan alat ukur yang digunakan dalam ekonomi untuk menentukan seberapa sensitifnya permintaan terhadap perubahan harga. Misalnya, jika harga suatu produk turun, maka jumlah permintaan terhadap produk tersebut cenderung meningkat.
Mekanisme elastisitas permintaan dapat dilihat dari perbandingan persentase perubahan harga dengan perubahan jumlah permintaan. Terdapat dua penilaian elastisitas permintaan, yaitu elastis dan inelastis.
Apabila nilai elastisitas permintaan lebih dari 1, maka jumlah permintaan dipengaruhi oleh perubahan harga. Dalam konteks ini, permintaan dikatakan elastis. Sebaliknya, apabila nilai elastisitas permintaan kurang dari 1, maka permintaan tidak dipengaruhi oleh perubahan harga. Dalam konteks ini, permintaan dikatakan inelastis.
Sebagai contoh, elastisitas permintaan dapat dilihat pada komoditas yang memiliki substitusi atau alternatif lain. Jika suatu komoditas memiliki pengganti atau alternatif, maka permintaan terhadap komoditas tersebut cenderung elastis. Sebaliknya, jika suatu komoditas tidak memiliki pengganti yang substansial, permintaan terhadap komoditas tersebut cenderung inelastis.
Sebagai contoh, tarif listrik. Berapapun kenaikan tarif listrik, hal ini tidak akan secara signifikan menurunkan permintaan konsumen akan daya listrik. Konsumen akan tetap membayar biaya sesuai dengan tarif yang telah ditentukan oleh produsen. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap listrik bersifat inelastis.
Barang atau jasa yang bersifat inelastis umumnya merupakan kebutuhan dasar bagi konsumen. Karena itu, konsumen akan tetap membeli barang atau jasa tersebut meskipun terjadi perubahan harga. Misalnya, makanan adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Meskipun harga makanan naik, konsumen akan tetap membelinya.
Dalam konteks keuangan, elastisitas permintaan merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pengetahuan mengenai elastisitas permintaan dapat membantu dalam perencanaan kebijakan ekonomi dan pengambilan keputusan yang tepat untuk mempengaruhi permintaan barang dan jasa.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

