Direksi adalah bagian terpenting di perusahaan karena posisi ini mengelola seluruh bagian yang ada di perusahaan, termasuk manajemen operasi dan bisnisnya. Dengan tanggung jawab tersebut, posisi ini umumnya memiliki tugas yang esensial terkait keberlangsungan perusahaan.Seperti apa tugas dan tanggung jawab direksi yang begitu penting di perusahaan? Simak ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini!
Apa Itu Direksi?
Direksi adalah sebuah organ atau jajaran yang memiliki kendali penuh atas tujuan, manajemen, dan pengawasan perusahaan. Organ ini juga bertanggung jawab atas operasi perusahaan, seperti operasi bisnis berdasarkan prinsip pemerintahan yang baik.Direksi akan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pedoman posisi ini umumnya berisi tentang komposisi, pengangkatan dan pemberhentian, persyaratan, tanggung jawab, tugas, kewenangan, dan rapat.Direksi juga dikenal sebagai organ perusahaan yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh untuk pengelolaan perusahaan. Pengelolaan tersebut dilakukan untuk kepentingan yang sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan, baik dalam maupun luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar. Baca Juga: Komisaris: Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya
Jenis-jenis Direksi
Direksi terdiri atas dewan direksi yang mewakili kepentingan manajemen dan pemegang saham perusahaan. Jajaran tersebut umumnya memiliki beberapa jenis dan mencakup keseimbangan yang sama antara anggotanya. Berikut adalah jenis-jenis direksi yang ada di perusahaan.
-
Direksi Independen
Direksi independen adalah posisi dengan keahlian atau koneksi di area tertentu. Direksi independen dipercaya dapat menjaga integritas perusahaan. Umumnya, posisi ini membutuhkan kualifikasi khusus, seperti pemahaman tentang hukum, manajemen, pemasaran, administrasi, operasi teknis, atau hal lain yang relevan dengan perusahaan.Masa jabatan direksi ini umumnya lima tahun dan kandidat bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan selanjutnya. Posisi ini setidaknya harus berjumlah ⅓ dari anggota dewan di setiap perusahaan publik.
-
Direksi Eksekutif
Direksi eksekutif adalah posisi yang kerap berpartisipasi dalam manajemen perusahaan sehari-hari. Posisi ini juga mendorong mereka menjadi direksi perusahaan secara menyeluruh, baik dari keuangan, pemasaran, dan lain-lain.
-
Direksi Pengganti
Direksi pengganti adalah posisi yang bertugas untuk menggantikan posisi lain yang sedang mengalami hiatus atau cuti panjang. Umumnya, posisi ini menggantikan kekosongan untuk menghadiri rapat dadakan yang ditunjuk oleh dewan direksi.Direksi pengganti bersifat sementara. Artinya, mereka akan kembali turun jabatan selepas direksi sebelumnya bisa kembali bertugas.
-
Direksi Tambahan
Seorang yang memiliki jabatan dalam direksi biasanya memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika anggaran dasar perusahaan mengizinkan untuk menambah direksi, mereka akan masuk sebagai direksi tambahan dan memiliki wewenang yang sama dengan direksi lainnya.
-
Direksi Non-eksekutif
Kebalikan dengan eksekutif, direksi non-eksekutif tidak terlalu banyak terlibat dalam setiap kegiatan manajemen secara penuh. Posisi ini tidak memegang wewenang seperti eksekutif dan tidak memiliki hak untuk memberikan perspektif pribadi ke dewan direksi.
Tugas Direksi
Direksi merupakan posisi yang sangat penting di perusahaan. Berikut adalah tugas direksi di perusahaan yang memegang peran vital.
- Memimpin dan mengelola perusahaan sesuai dengan kepentingan dan tujuan dari perusahaan
- Memahami, menjaga, memelihara, dan mengelola aset perusahaan.
- Mengatur pola pembagian tugas masing-masing direksi.
- Membuat laporan keuangan tahunan perusahaan.
- Mewakili perusahaan dalam setiap persidangan.
Tanggung Jawab Direksi
Selain mengemban tugas-tugas di atas, seorang yang menjabat sebagai direksi juga memiliki beberapa tanggung jawab di perusahaan, seperti:
- Mengetahui misi, program, kebijakan, dan kebutuhan perusahaan.
- Mempersiapkan rapat atau pertemuan dengan memeriksa agenda harian.
- Hadir dalam rapat dewan dan berpartisipasi secara aktif dan teliti.
- Mengikuti isu dan tren yang mempengaruhi perusahaan.
- Berpartisipasi dalam melakukan evaluasi operasi bisnis dan eksekutif.
- Menyetujui laporan audit, anggaran, dan keputusan bisnis.
- Berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan perencanaan strategis perusahaan.
- Memahami urusan keuangan perusahaan dan memastikan tanggung jawab fidusia terpenuhi.
- Memastikan perusahaan bisa mematuhi persyaratan hukum.
- Menjaga kerahasiaan semua urusan internal perusahaan.
- Merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan RUPS.
Gaji Direksi
Direksi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat karena harus memastikan perkembangan perusahaan. Oleh karena itu, besar gaji yang didapatkan anggota direksi pun tidak sedikit. Gaji ini meliputi gaji pokok, tunjangan, fasilitas, dan insentif. Di Indonesia sendiri, berikut adalah gaji direksi untuk berbagai perusahaan besar:
- Gaji direksi Pertamina: gaji yang diterima sekitar Rp3 miliar per bulan. Gaji direktur utama ditetapkan berdasarkan pedoman Menteri BUMN, sementara gaji anggota direksi lainnya ditentukan berdasarkan komposisi faktor jabatan sebesar 85% dari gaji direktur utama.
- Gaji direksi PLN: gaji yang diterima sekitar Rp1,3 miliar per bulan.
- Gaji direksi bank BCA: gaji yang diterima sekitar Rp2,16 miliar per bulan.
- Gaji direksi bank BNI: gaji yang diterima sekitar Rp1,03 miliar per bulan.
Baca Juga: Pengertian General Manager Serta Tugas, Tanggung Jawab, dan Gaji
Jenis Dewan Direksi
Board of Directors (BOD) atau dewan direksi adalah sekumpulan direksi yang menjadi badan pengatur perusahaan. Untuk perusahaan publik, anggota ini biasanya dipilih oleh pemegang saham untuk menetapkan strategi dan mengawasi manajemen perusahaan.Dewan direksi kerap mengambil keputusan yang didasarkan oleh keputusan pemegang saham dan atas nama perusahaan. Hal ini membuat mereka terlibat dalam beberapa isu di perusahaan, seperti perekrutan atau pemecatan karyawan, penggajian, dividen, investasi besar, serta merger dan akuisisi perusahaan.Jumlah anggota dewan direksi berbeda pada setiap perusahaan. Namun, umumnya dewan direksi berjumlah tujuh orang.Adapun terdapat dua jenis dewan direksi, yaitu sebagai berikut:
Dewan Direksi Internal
Dewan direksi internal merupakan direksi yang menjadi pemegang saham utama atau karyawan yang menjadi bagian dari perusahaan. Tugas mereka adalah untuk memajukan perusahaan.
Dewan Direksi Eksternal
Dewan direksi eksternal merupakan direksi yang berasal dari luar perusahaan atau independen. Mereka tidak terlibat dalam aktivitas perusahaan sehari-hari, namun bertugas untuk memberikan pendapat yang objektif demi membantu mengembangkan perusahaan.
Software HRIS Membantu Pengelolaan Tugas dan Gaji Direksi
Untuk pengelolaan tugas dan gaji direksi, HR memerlukan bantuan pihak lain guna pengelolaan yang baik. Untuk itu, HR bisa memanfaatkan software HRIS yang dapat membantu pengelolaan tugas dan gaji direksi yang efektif.Dengan software HRIS , perusahaan bisa mengelola pendistribusian gaji dan tugas direksi dengan mudah, aman, dan cepat tanpa harus memakan banyak waktu. Selain itu, HR juga bisa mendefinisikan jajaran direksi dalam struktur organisasi perusahaan melalui software tersebut.Software HRIS juga hadir dengan keunggulan lainnya, seperti Cloud, Premise, jasa payroll outsourcing, hingga aplikasi absensi karyawan yang terintegrasi pada aplikasi HRD .Dengan kemudahan yang ditawarkan aplikasi HRIS , Anda tidak akan mengalami kesalahan dalam menyajikan data yang diakibatkan human error. Selain itu, tampilan aplikasi HRIS juga mudah untuk digunakan oleh semua kalangan, sehingga Anda tidak lagi memerlukan bantuan pihak lain dalam mengoperasikannya. Anda pun tidak perlu repot dan ribet lagi dalam mengelola tugas dan gaji direksi. Percayakan pengelolaan tugas dan gaji direksi di perusahaan Anda pada software . Kunjungi website-nya dan dapatkan demonya sekarang!
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

