Sangat Mirip, Ini Perbedaan Penyakit BWSS & WSSV pada Udang!


851

Anda Petambak mungkin sudah tidak asing dengan penyakit bintik putih, yaitu WSSV pada udang. Namun, tidak semua penyakit bintik putih adalah WSSV, lho! Ada pula BWSS dengan ciri yang mirip. Nah, apakah Anda tahu bedanya BWSS dengan WSSV?

dan pada udang memang sama-sama menyebabkan timbulnya bercak putih pada cangkang udang. Namun, penyebab keduanya sangat berbeda. Ada yang bisa menyebabkan kematian massal, ada juga yang hanya menyerang organ eksternal udang. Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Apa itu Penyakit BWSS?

adalah gangguan molting yang menyebabkan tumbuhnya bakteri seperti Chinoclastic bacteria di cangkang udang. Penyebab utama yang memicu timbulnya BWSS pada udang adalah bakteri Bacilliform dan Hay bacillus. Sedangkan, bakteri seperti F. odoratum, Shewanella, dan Vibrio cholerae adalah penyebab sekundernya. Di beberapa kasus, BWSS juga bisa timbul akibat paparan pH dan alkalinitas yang tinggi tanpa adanya virus bintik putih ataupun kolonisasi bakteri. Penggunaan probiotik yang mengandung B. subtilis juga diduga menjadi pemicu munculnya BWSS.

Angka kematian yang disebabkan BWSS pada udang tidak terlalu tinggi karena BWSS bukanlah penyakit yang menyerang organ dalam udang. BWSS hanya menginfeksi organ eksternal udang seperti cangkang.

Apa itu Penyakit WSSV?

</White Spot Syndrome Virus> merupakan virus yang juga menjadi penyebab penyakit bintik putih pada udang. Sejak pertama terdeteksi di Taiwan pada tahun 1992, penyakit bintik putih ini telah menyebar secara global. WSSV berpotensi mengakibatkan kematian total pada populasi udang yang ada di tambak. Penyakit ini biasanya menjangkiti udang yang berusia lebih dari 30 hari. Udang yang terjangkit WSSV akan mempunyai bintik putih dengan diameter 0,5-2 mm pada bagian kepalanya.

See also  Cara Mengukur Kecerahan Air Tambak Paling Jitu Ada di Sini!

Ketika sudah makin parah, bintik putih ini bisa menyebar ke seluruh tubuh udang. Selain berbintik putih, tubuh udang yang terkena WSSV akan berubah menjadi pucat kemerahan. Tidak hanya itu, udang juga menjadi lebih lemah dan ususnya kosong karena tidak nafsu makan.

Perbedaan BWSS dengan WSSV

Walaupun sama-sama menjadi penyebab munculnya bercak putih pada tubuh udang, penyakit BWSS dan WSSV ada bedanya, lho Anda! Umumnya, pada udang yang terjangkit WSSV tidak ditemukan fouling organism atau spesies hewan/tumbuhan air yang menempel. Pada banyak kasus, udang yang terjangkit WSSV juga bisa mati dalam 3-7 hari. Hal ini dikarenakan bercak putih pada WSSV bersifat internal dan mengganggu deposit kalsium di dalam tubuh udang.

Berbeda dengan WSSV, BWSS akan membawa fouling organism yang nantinya menempel di cangkang udang saat udang sudah terinfeksi. Udang yang terjangkit BWSS masih bisa bertahan hidup karena bakteri yang dibawa BWSS hanya bisa menghancurkan kitin di permukaan luar kulit udang. BWSS juga akan hilang dengan sendirinya pada saat molting.

Walaupun sama-sama memiliki bercak putih di cangkangnya, bercak putih yang disebabkan WSSV berbeda dengan yang disebabkan BWSS. Bercak putih WSSV lebih padat dan dengan mudah terlihat pada permukaan kutikula udang hidup. Sedangkan, bercak putih BWSS hanya terlihat pada kutikula yang akan molting. Jika dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop cahaya, BWSS tidak membawa virus atau inklusi intranuklear ke tubuh udang. Sedangkan, WSSV membawa virus yang menjangkiti udang.

Baca Juga: 11 Penyakit Udang yang Sering Mengancam Petambak & Cara Pencegahannya

Cara Penanganan Penyakit BWSS dan WSSV

Untuk menangani BWSS pada udang, Anda bisa menggunakan beberapa metode pemeliharaan. Mencegah datangnya BWSS bisa dihindari dengan mengurangi kepadatan bakteri di air tambak. Caranya adalah dengan mengganti air tambak secara rutin. Untuk hal ini, Anda bisa mengkonsultasikannya langsung ke ahli Akuakultur.

See also  7 Produk Budidaya Udang agar Sukses Bisnis Tambak Udang

WSSV yang bisa menyebabkan kematian massal pada udang lebih sulit ditangani dibanding BWSS. Udang yang sudah terinfeksi WSSV bisa menularkannya dengan sangat mudah ke udang-udang lain hingga akhirnya menyebabkan kematian massal. Untuk itu, Anda wajib melakukan identifikasi sejak dini. Apabila udang yang ada di tambak mengalami gejala akibat WSSV, segera periksakan udang ke ahlinya dan pisahkan dengan udang lainnya.

Anda juga bisa melakukan panen prematur agar tidak memperparah kerugian yang diakibatkan WSSV. Namun, udang yang sudah terinfeksi WSSV harus tetap dibuang karena udang tersebut sudah tidak layak dikonsumsi manusia.

WSSV memang sulit disembuhkan, namun WSSV bisa dicegah dengan produk Aqua C Fish Plus dan Coforta A. Aqua C Fish Plus merupakan feed additive dengan kandungan Vitamin C untuk meningkatkan sistem imun (imunostimulan) dan antioksidan. Jika sistem imun udang meningkat, udang akan lebih kebal akan penyakit sehingga performa pertumbuhannya baik.

Selain Aqua C Fish Plus, Anda juga bisa menggunakan Coforta A untuk meningkatkan metabolisme, pertumbuhan, dan mengurangi stres pada udang. Coforta A yang merupakan suplemen pakan mengandung butaphosphan dan vitamin B12 yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Coforta A juga bisa Anda manfaatkan untuk memulihkan kesehatan udang setelah shock effect karena perubahan lingkungan.

Beli Coforta A & Aqua C Hindari Kematian Massal Udang

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sama seperti peribahasa tersebut, mencegah BWSS dan WSSV pada udang lebih baik daripada mengobatinya. Apalagi, udang yang terkena WSSV sulit disembuhkan dan bisa menyebabkan kematian massal.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!