Mengenal Feed Additive dan Manfaatnya untuk Budidaya Udang


849

Feed additive adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan, fortifikasi (penambahan zat gizi penting dalam pakan udang), dan percepatan produksi budidaya udang. Feed additive berupa nutrisi dan gizi tambahan yang dapat merangsang pertumbuhan udang secara optimal. Biasanya, feed additive dicampurkan ke pakan yang akan diberikan ke tambak udang dengan dosis tertentu. Jika dosisnya salah, feed additive dapat menyebabkan penyakit menyebar di tambak, gagal panen, dan kematian massal. Nah, bagi Anda yang masih bingung dalam pemberian feed additive pada udang, berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan. Penasaran? Simak ulasannya!

Mengenal Feed Additive dan Manfaatnya untuk Budidaya Udang

Feed additive memiliki peran utama dalam meningkatkan efisiensi pakan dan menghasilkan rasio konversi pakan (FCR) yang rendah dalam budidaya udang. Feed additive dapat berupa bahan nutrisi dan non-nutrisi yang ditambahkan saat pembuatan pakan. Feed additive ditambahkan sesuai dengan tujuan tertentu dalam jumlah yang kecil, besar, atau kombinasi untuk meningkatkan kualitas udang hingga panen. Selain itu, feed additive dapat mempertahankan kualitas fisik dan kimia pakan untuk menjaga kualitas lingkungan perairan.

Jenis-Jenis Feed Additive

Jenis-jenis feed additive yang digunakan dalam tambahan pakan udang adalah binders, vitamin, asam amino, antioksidan, enzim, antibiotik, mineral, dan acidifiers. Feed additive telah terbukti efektif dalam meningkatkan Survival Rate (SR) udang dalam situasi terpapar bakteri patogen. Feed additive dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

1. Nutritive feed additive

Nutritive feed additive adalah penambahan bahan baku ke dalam ransum (bahan pakan utama yang diberikan selama sehari semalam) untuk meningkatkan kandungan nutrien ransum, seperti vitamin, asam amino, dan mineral.

See also  Jenis, Peluang, & Tips Lengkap Bisnis Ekspor Udang

2. Non-Nutritive Feed Additive

Non-nutritive feed additive adalah penambahan bahan baku ke pakan yang tidak mempengaruhi kandungan nutrien ransum. Fungsi nutrien ransum tergantung pada jenisnya, seperti meningkatkan palatabilitas (warna dan rasa), mengawetkan pakan (antioksidan), menghambat mikroorganisme patogen, dan membantu pencernaan untuk meningkatkan pencernaan nutrien (acidifier dan enzim).

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!