Balanced Scorecard: Pengertian, Tujuan & Contohnya


841



Perusahaan memerlukan beberapa strategi demi keberlangsungan dengan dunia bisnis. Balanced scorecard adalah salah satu dari sekian banyak strategi bisnis yang digunakan. Apa yang dimaksud dengan balance scorecard dan mengapa perusahaan memerlukannya? Simak pembahasannya di bawah ini!   

Pengertian Balanced Scorecard

Balanced Scorecard adalah strategi manajemen untuk meningkatkan, mengidentifikasi, dan mengukur beberapa fungsi internal bisnis dan bagaimana hasil eksternal dari bisnis tersebut. Data yang digunakan sangat penting untuk mendukung hasil kuantitatif untuk dipertimbangkan oleh manajerial perusahaan sebagai bahan penentuan keputusan.Scorecard mempunyai makna lain berupa kartu skor. Kartu skor yang dimaksud yaitu kartu yang digunakan dalam merencanakan strategi berdasarkan skor yang diwujudkan pada masa yang akan datang. Sedangkan balanced memiliki makna seimbang, mengukur kinerja seseorang secara seimbang dari sisi keuangan dan non keuangan, jangka panjang dan jangka pendek, internal dan eksternal. 

Keunggulan Balanced Scorecard untuk Bisnis

Penggunaan balanced scorecard dapat mendukung jalannya proses bisnis. Berikut keunggulan penggunaannya:

  1. BSC dapat memuat berbagai data dalam satu laporan sehingga dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga yang dikeluarkan.
  2. BSC dapat menunjukan kualitas dan kondisi perusahaan yang memungkinkan pegawai perusahaan untuk mengambil keputusan dalam pencapaian tujuan.
  3. Balanced scorecard dapat meningkatkan efisiensi proses bisnis dengan hasil yang tepat.

 

Karakteristik Balanced Scorecard

Karakteristik Balanced Scorecard Balanced Scorecard memiliki misi untuk menjabarkan strategi perusahaan ke dalam tujuan operasional perusahaan dan parameter kinerja. Berikut keempat karakteristiknya: 

  1. Komprehensif

Balanced Scorecard memperluas perspektif yang terdapat pada pengukuran kinerja. Dari awalnya hanya terdiri dari perspektif pelanggan, proses bisnis perusahaan, serta  pembelajaran dan pertumbuhan melahirkan perspektif lain, yaitu data keuangan. Data keuangan menghasilkan manfaat dan mempersiapkan perusahaan untuk memasuki lingkungan perusahaan yang penuh rintangan.  

  1. Koheren

Balanced Scorecard harus menghubungkan setiap perspektif untuk membangun relasi yang merupakan  sebab akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis. Setiap sasaran yang ditetapkan dalam perspektif selain data keuangan harus memiliki hubungan sistematis dengan data keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung.  

  1. Seimbang

Proses keseimbangan antara perspektif dalam balanced scorecard yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis, yang harus menghasilkan kinerja data keuangan yang bersifat jangka panjang.  

  1. Terukur

Balanced Scorecard mengukur sasaran strategis yang cukup rumit untuk diukur. Sasaran strategi di perspektif pelanggan, proses bisnis perusahaan, serta pembelajaran dan perkembangan merupakan sasaran yang tidak mudah terukur.  Namun, ketiga perspektif non keuangan tersebut telah ditentukan ukurannya sehingga dapat digunakan sebagai tolak ukur kinerja perusahaan. Baca Juga: HR Scorecard dan Manfaatnya dalam Penilaian Kinerja 

See also  Pengaruh Insentif terhadap Kinerja Karyawan

Perspektif Balanced Scorecard

Menyusun Balance Scorecard memerlukkan beberapa perspektif. Perspektif tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dan melalui tahapan panjang dalam menghasilkan suatu keputusan strategis. Ada beberapa perspektif yang dijadikan acuan untuk membuatnya: 

  • Pembelajaran dan Pertumbuhan 

Elemen yang digunakan untuk menganalisis aspek pembelajaran dan pertumbuhan adalah sumber daya manusia, yaitu seberapa baik informasi ditangkap dan seberapa efektif karyawan menggunakan informasi untuk mengubahnya menjadi kemampuan kompetitif atas perusahaan. Kemampuan kompetitif tersebut dipengaruhi oleh kepuasan kerja, retensi pekerja, produktivitas pekerja. Baca juga : Pemberdayaan Karyawan untuk Perusahaan 

  • Proses Bisnis Perusahaan

Perusahaan harus mengevaluasi dan menyelidiki seberapa baik produk diproduksi. Sisi manajemen yang digunakan dalam evaluasi ini adalah manajemen operasional untuk melacak keterlambatan, kekurangan, dan fraud dalam produksi produk atau layanan perusahaan. Ada beberapa pedoman dalam proses bisnis perusahaan yaitu inovasi, operasi, dan purna jual.  

  • Pelanggan

Suatu perusahaan perlu mengukur kepuasan pelanggan dengan kualitas, harga, dan ketersediaan produk atau layanan. Perusahaan harus memahami terlebih dahulu bagaimana segmentasi perusahaan mereka, kemudian merancang bagaimana cara untuk mengambil data kepuasan pelanggan. Pelanggan memberikan umpan balik tentang kepuasan mereka dengan produk  atau layanan saat ini melalui survey yang dilakukan oleh perusahaan. 

  • Data keuangan

Data keuangan yang digunakan untuk analisis antara lain: penjualan, pengeluaran, dan pendapatan. Data-data tersebut digunakan untuk memahami kinerja keuangan suatu perusahaan meliputi return of investation dan laba bersih. Data keuangan memiliki peran penting yang mempengaruhi perspektif lainnya. Semua perspektif bergantung pada pengukuran data keuangan, yang menunjukan implementasi dari strategi dan memberi dorongan kepada perspektif lainnya mengenai target wajib perusahaan. 

Tujuan Balanced Scorecard

Tujuan Balanced Scorecard Metode yang digunakan cukup panjang dan memerlukan beberapa tahapan analisis yang tidak bisa dilewati. Namun, hal tersebut sangat berguna untuk merancang strategi dan keputusan bisnis yang akan dilakukan oleh perusahaan.  Berikut ini adalah 4 tujuan penggunaannya:

  1. Untuk mengomunikasikan target perusahaan 
  2. Menyusun job desk karyawan yang Sesuai dengan Strategi
  3. Menentukan prioritas proyek, produk, dan layanan
  4. Mengukur dan memantau perkembangan perusahaan menuju target 
See also  Cari Tahu Jenjang Karir Terbaik Anda Berdasarkan Enneagram Test

 Baca juga : Sistem Reward dan Punishment Efektif dari HRD  

Contoh Balanced Scorecard

Setelah penjelasan singkat mengenai balanced scorecard di atas, di bawah ini salah satu contohnya: 

4 (Empat) Perspektif Balanced Scorecard serta ukuran kinerja Standar Realisasi
Perspektif Pelanggana) Indeks Kepuasan Pelanggan Min. IKC dapat dikategorikan puas atau berada dalam interval antara 1285,2 sampa dengan 1587,6 point.i  Indeks 1324 point atau dikategorikan puas.
 b) Indeks Citra Perusahaan   Min. IKC dapat dikategorikan baik atau berada dalam interval antara 428,8 sampaidengan 529,2 points.    Indeks 449 point atau dikategorikan baik.
Proses Bisnis Internala). Peningkatan Inovasi     b). Pelayanan Penggunaan Sistem Informasi  Min. IKC dapat dikategorikan baik atau berada dalam interval antara 428,8 sampaidengan 529,2 point.  Penerapan Sistem Informasi di perusahaan  Indeks 443 point atau dikategorikan baik.   Telah Diterapkan AMS (Automatic Management System)
Perspektif Pembelajaran dan Perkembangana). Employee Satisfaction Index    b). Learning Index   Min. IKK dapat dikategorikan puas atau berada dalam interval antara 2.856 – 3.528 point.  ≥ 52,17%   IKK adalah 2. 564 point ataudikategorikan cukup.  ≥ 59,7%
Perspektif Data Keuangan    
Profit ≥ Rp48.510.240.512 Rp124.610.091.888
Total Cost ≤ Rp3.604.257.996 Rp3.771.321.307
Return On Asset (ROA) ≥ 62,35 % 70,26%
Return On Equity (ROE) ≥ 45,46% 78,40%
Total Asset Turnover (TATO) ≥ 0,6 x 1,1 x
Revenue Growth (RG) ≥ 21,12% 155,7 %

 Dapat dilihat melalui tabel bahwa terdapat total 12 ukuran kinerja, 10 tolak ukur yang sesuai standar atau target yang ditetapkan, sedangkan 2 lainya tidak memenuhi. Untuk menghitung total persentase kerja, digunakan rumus jumlah standar yang dicapai / jumlah ukuran kinerja x 100%.Maka, 10/12 x 100% = 83,33%. Dengan demikian, 83,33% dapat dikatakan perusahaan secara keseluruhan mempunyai kinerja sangat baik. Lihat contoh perancangan balanced Scorecard lebih lengkap, dapat dilihat di sini.  Baca Juga: Rumus Excel untuk Penambahan, Pengurangan, Pembagian dan Perkalian 

Contoh Balanced Scorecard untuk Perusahaan Manufaktur 

Perusahaan manufaktur memiliki ruang lingkup operasi yang paling kompleks dibandingkan dengan perusahaan jasa dan dagang. Berikut contoh penerapan balanced scorecard pada CV. Global Mandiri. Global Mandiri merupakan perusahaan bahan baku ramah lingkungan untuk melapisi kayu pada furniture yang masih jarang digunakan yaitu HPL (High Pressure Laminate).  Berikut adalah contoh hasil pengukuran dari 4 perspektif pada tahun 2015:

See also  Inventory Turnover: Rumus, Pengertian, Cara untuk Meningkatkannya
Perspektif Pengukuran Perhitungan Nilai Bobot  N x B
Perspektif Keuangan Tingkat Investasi ROA 3 7,5% 0,23
Tingkat Margin NPM 2 6,5% 0,13
Tingkat Kontribusi Asset  TATO 5 5% 0,25
Tingkat Perputaran Persediaan Inventory Turnover  4 6% 0,24
Perspektif Pelanggan Customer Retention Persentase pelanggan tetap 5 8% 0,4
Customer Acquisition Persentase pertumbuhan pelanggan 4 8% 0,32
Customer Satisfaction Indeks kepuasan pelanggan 3 9% 0,27
Perspektif Bisnis Internal Sistem Informasi Internal Kesalahan pengiriman barang 5 12,5 % 0,62
Ketepatan Waktu Proses Mengukur dari PO s/d siap diantar atau diambil 3 12,5 % 0,37
Perputaran Karyawan Tingkat perputaran karyawan 4 7,5% 0,3
Produktivitas karyawan kepuasan karyawan Tingkat produktivitas  5 7,5% 0,37
Kepuasan karyawan Indeks kepuasan karyawan 4 10% 0,4
Total nilai Balanced Scorecard Tahun 2015 3,9

 Umumnya, perhitungan balanced scorecard akan dilakukan dengan 2 data tahunan untuk kemudian dibandingkan dengan melihat hasilnya. Namun, dari tabel di atas dapat dilihat bahwa untuk tahun 2015 CV Global Mandiri mendapat skor sebesar 3,9. Ini artinya kinerja CV. Global Mandiri BAIK yang berarti, kinerja CV Global Mandiri telah mendekati standar normal atau target perusahaan atau sedikit di bawah standar normal, namun telah menunjukkan perbaikan.  

Kesimpulan

Menggunakan balanced scorecard dalam organisasi dan perusahaan pada akhirnya akan membuat tim manajemen menghasilkan strategi untuk merefleksikan hubungan antara tujuan strategis, inisiatif dan langkah-langkah untuk membantu keberhasilan, serta menentukan keberhasilan jangka panjang. Perusahaan dan tim manajemen harus mengetahui dan memahami dengan benar apa yang dibutuhkan untuk mengukur kinerja perusahaan. Tidak ada salahnya untuk kembali memeriksa apakah perusahaan berkembang dengan baik atau tidak.   Mudah-mudahan penjelasan singkat mengenai balanced scorecard di atas mampu dijadikan contoh dan inspirasi bagi perusahaan untuk melakukan balanced scorecard demi perkembangan perusahaan. Saat ini perusahaan juga dapat memanfaatkan fitur balanced scorecard yang ada di HRIS Software . Dengan fitur ini manajemen dapat memantau serta melihat pergerakan kinerja perusahaan secara lebih menyeluruh tentunya hal ini agar kinerja dapat meningkat menjadi lebih baik lagi.Segera hubungi ntuk informasi lebih detail mengenai fitur dan demo gratis! 



****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!