Kunci sukses dalam budidaya ikan nila adalah bagaimana Anda merawat anak ikan nila yang baru lahir. Dalam budidaya ikan nila, modalnya tidak terlalu besar tetapi harganya tinggi di pasaran. Nila adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak diminati, belum banyak orang yang tertarik dengan bisnis ini sehingga persaingannya masih sedikit. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan informasi mengenai cara merawat dan memberi pakan anak ikan nila agar panen dengan bobot tubuh yang ideal. Bacalah sampai selesai, ya!
Cara Merawat Anak Ikan Nila yang Baru Lahir
Hal paling penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan nila adalah merawat anak ikan nila. Mengapa demikian? Dengan merawat anak ikan nila yang baik, benihnya akan cepat tumbuh. Berikut adalah cara merawat anak ikan nila yang baru lahir:
1. Menjaga Debit Air
Terkadang, debit air sering diabaikan. Padahal menjaga debit air sangat penting karena menjadi salah satu komponen perawatan anak ikan nila. Kolam yang memiliki debit air rendah, kondisi oksigen terlarutnya cenderung menurun dan hasil metabolismenya tidak segera terbuang. Debit air sangat berperan dalam sirkulasi air sebagai pembawa bahan terlarut dan tersuspensi, menstabilkan suhu, dan membantu distribusi oksigen ke segala arah sehingga memudahkan ikan bernafas dan memperlancar proses metabolisme.
2. Memperhatikan Kelarutan Oksigen
Selain menjaga debit air, Anda perlu memperhatikan oksigen terlarut dalam kolam. Jagalah agar oksigen terlarut > 5 mg/l dan pH air berkisar 6,5-8.
3. Meningkatkan Debit Air
Anda perlu meningkatkan debit air secara bertahap. Pada tahap awal, tinggi air dalam kolam cukup 40 cm saja, kemudian dinaikkan lagi 10 cm/hari sampai dengan ketinggian optimal.
4. Menjaga Kondisi Air Kolam
Anda perlu mengupayakan agar air kolam selalu berwarna hijau atau kecoklatan. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa kolam mengandung banyak pakan alami.
5. Pemberian Antibiotik
Antibiotik berfungsi sebagai obat yang memberikan kekebalan. Pemberian antibiotik sangat perlu untuk melawan bakteri atau penyakit agar larva tetap dalam kondisi sehat.
6. Pemberian Probiotik
Probiotik adalah nutrisi agar nafsu makan anak ikan nila bertambah serta tidak mudah sakit. Probiotik diberikan secara rutin dan teratur, minimal dua kali dalam seminggu.
7. Pemberian Pakan yang Tepat
Meski masih berupa larva, Anda tidak boleh memberikan pakan sembarangan. Jika Anda memberikan pakan secara asal-asalan maka kualitas anak ikan nila akan menurun. Pakan yang diberikan sebaiknya memiliki kandungan protein tinggi. Pakan alami ikan nila yang baru menetas adalah zooplankton, seperti Artemia sp., Rotifera sp., Moina sp., dan Daphnia sp.
8. Pemberian Vaksin
Tahap kedelapan adalah melakukan vaksinasi pada ikan nila. Vaksin bertujuan untuk melindungi serangan penyakit. Lakukan vaksinasi setidaknya dua kali dalam satu bulan secara merata.
Jenis Makanan Anak Ikan Nila yang Baru Lahir
Dalam merawat anak ikan nila baru lahir, Anda perlu mengetahui jenis makanan yang cocok untuk anak ikan nila. Pemberian pakan yang baik akan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Berikut adalah jenis makanan anak ikan nila yang baru lahir:
1. Artemia sp.
Artemia merupakan salah satu jenis hewan air berukuran kecil yang sangat baik untuk makanan ikan nila agar cepat besar. Artemia mengandung lemak dan protein yang banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan nila. Ukuran artemia yang kecil sangat baik untuk anak ikan nila yang baru lahir. Kadar kandungan gizi pada artemia berupa protein 62,78% dan lemak 6,51%.
2. Rotifera sp.
Rotifera merupakan zooplankton yang sering digunakan sebagai pakan alami ikan terutama untuk larva ikan. Rotifera mempunyai ukuran yang kecil dan sesuai dengan bukaan mulut anak ikan nila. Selain itu, rotifera berenang lambat sehingga cocok bagi anak ikan.
3. Moina sp.
Moina adalah jenis pakan anak ikan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap dan mudah dicerna. Ukuran moina sesuai dengan bukaan mulut anak ikan. Kadar kandungan gizi pada moina berupa protein 37,38%, lemak 13,29%, abu 11%, dan kadar air 90,6%.
4. Daphnia sp.
Daphnia adalah pakan alami untuk anak ikan. Daphnia menjadi primadona di kalangan Pembudidaya karena mempunyai kandungan protein sekitar 39-42%, lemak 8, abu 4%, serat kasar 2,58%, dan kadar air 94,78%. Daphnia termasuk golongan udang-udangan yang bersifat planktonik. Ukuran daphnia sangat kecil, yaitu 0,2-5 mm. Salah satu keunggulan daphnia sebagai makanan anak ikan adalah tidak membuat air kolam kotor.
Cara Membuat Pakan untuk Anak Ikan Nila yang Baru Lahir
Mungkin Anda pernah bertanya-tanya cara pembuatan makanan anak ikan nila yang baru lahir. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk, simak cara membuatnya!
1. Kultur Artemia sp.
– Persiapkan alat dan bahan, seperti artemia, garam ikan, wadah kultur, aerator, air bersih, dan serokan ikan.
– Isi wadah kultur dengan air bersih.
– Masukkan garam ikan secukupnya kemudian aduk hingga garam larut.
– Masukkan artemia dengan takaran setengah sendok makan kemudian aduk hingga tercampur rata.
– Nyalakan aerator, biarkan sampai 1×24 jam karena biasanya artemia menetas setelah 24 jam.
– Setelah artemia menetas, saring artemia dengan serokan.
– Artemia dapat diberikan pada anak ikan nila.
2. Kultur Rotifera sp.
– Persiapkan alat seperti, wadah kultur, sikat, saringan rotifera, karet ban, gayung, mortal, dan ember.
– Serta siapkan bahan-bahan yaitu, bibit rotifera, fitoplankton, ragi (5 gram), madu (5 ml), vitamin B12 (10 butir), vitamin B6 (10 butir), vitamin B1 (10 butir), dan air laut.
– Bersihkan wadah kultur dengan sikat sampai bersih.
– Lengkapi wadah kultur dengan sistem aerasi, pipa air laut, dan pipa fitoplankton.
– Isi wadah dengan air laut.
– Tambahkan bibit rotifera pada wadah kultur sesuai kebutuhan.
– Tambahkan fitoplankton pada wadah kultur.
– Tambahkan kembali fitoplankton di hari selanjutnya.
– Lakukan pemeriksaan kepadatan rotifera setiap hari.
3. Kultur Moina sp.
– Bersihkan wadah kultur.
– Isi wadah dengan air bersih sebanyak 40% dari volume total, tambahkan dolomit dengan dosis 0,1 g.
– Masukkan Chlorella sp. sebanyak 60% dari volume total.
– Masukkan starter (bibit) moina yang bersih sebanyak 50-100 g/ton media.
– Pasang aerasi secukupnya.
– Monitoring kultur moina.
– Panen moina.
4. Kultur Daphnia sp.
– Persiapkan alat-alat yang akan digunakan, seperti akuarium, aerator, selang aerasi, batu aerasi, dan kain strimin.
– Persiapkan juga air bersih dan kotoran ayam.
– Masukkan air ke dalam akuarium dengan volume 100 liter.
– Timbang kotoran ayam dengan dosis 100 gr/100 liter, kemudian masukkan ke dalam kain strimin dan diikat agar tidak tercecer ke mana-mana.
– Masukkan kotoran ayam yang telah dibungkus dengan kain strimin ke dalam air yang ada di akuarium.
– Remas-remas kain strimin yang berisi kotoran ayam agar sari-sari kotoran keluar.
– Setelah air kolam berwarna coklat, diamkan selama 1 hari.
– Setelah didiamkan selama 1 hari, masukkan bibit daphnia ke dalam air.
– Panen daphnia setelah berumur 7 hari dari penebaran bibit.
****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!

