11 Alat Tambak Udang yang Efektif Optimalkan Panen Udang!


848

Kelengkapan alat tambak udang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang. Dengan adanya ketersediaan alat tambak udang yang memadai, maka proses budidaya udang akan makin optimal! Alat tambak udang adalah hal utama yang harus dipersiapkan sebelum menjalankan budidaya. Alat-alat pada tambak udang berfungsi untuk membantu proses budidaya dan untuk mengecek kesehatan udang. Oleh karena itu, sebelum memulai budidaya udang, Anda disarankan untuk mengetahui jenis dan manfaat berbagai macam alat yang digunakan untuk budidaya udang. Hal ini berguna untuk mempermudah dan mengoptimalkan budidaya udang yang sedang Anda jalani. Yuk, simak jenis alat tambak udang di sini!

Jenis-Jenis Alat Pendukung Tambak Udang

Ketersediaan alat-alat untuk budidaya udang vaname adalah hal utama yang harus Anda persiapkan sebelum menjalankan budidaya. Dengan memiliki peralatan yang lengkap, maka proses budidaya akan berjalan dengan optimal. Alat yang digunakan untuk budidaya udang sangatlah beragam. Masing-masing alat memiliki jenis dan fungsi untuk memaksimalkan proses budidaya udang. Berikut adalah alat tambak udang yang harus Anda persiapkan sebelum memulai budidaya:

1. Aerator atau Kincir Air

Aerator atau kincir air sangat diperlukan untuk budidaya udang. Fungsi kincir air pada tambak adalah untuk menjaga kondisi oksigen terlarut dalam air, mengontrol kotoran dan lumpur, mencegah stratifikasi kualitas air, memaksimalkan feeding area, serta mengurangi daerah mati (area rendah oksigen). Oksigen yang dibutuhkan akan bertambah seiring dengan meningkatnya biomassa udang di tambak. Masa puncak kebutuhan oksigen bagi udang adalah pada DOC 60-110.
Sumber: Dramatizen.com
Jumlah dan kekuatan kincir dapat Anda sesuaikan dengan luas kolam serta jumlah udang yang ditebar. Tata letak kincir air yang baik pada tambak sangatlah relatif. Namun, putaran kipas pada kincir air diharapkan bisa menghasilkan arus air yang dapat meratakan oksigen air tambak secara vertikal maupun horizontal. Berikut tips yang perlu diperhatikan saat menata kincir air di kolam tambak udang:

  1. Gunakan kincir yang berkualitas baik.
  2. Perhatikan bahan dasar mesin kincir air. Anda dapat memilih mesin yang tahan karat.
  3. Perhatikan kombinasi antara arah dan posisi kincir air pada satu petakan tambak. Kombinasi tersebut harus menghasilkan pusaran air yang mengarahkan kotoran di dasar tambak ke arah pembuangan air tambak, sehingga kondisi air tambak tetap sehat.
  4. Perhatikan konstruksi tiang penyangga kincir air yang berada di tambak. Tiang penyangga kincir air harus kuat dan stabil.
  5. Tetapkan posisi dan arah kincir sesuai bentuk tambak. Sehingga, letak dan arah kincir air dapat berbeda-beda pada setiap tambak.
  6. Jumlah kincir yang digunakan harus sesuai dengan umur dan tingkat kepadatan udang di dalam tambak.
See also  Aturan dan Cara Memberi Pakan Ikan Nila Kecil Terlengkap

2. Geomembrane (Lapisan Plastik)

Geomembrane menjadi salah satu bahan yang sudah tidak asing lagi untuk digunakan pada tambak. Pasalnya, geomembrane sudah sering digunakan oleh Petambak sebagai dasar tambak air agar tambak tidak bercampur dengan tanah.

Geomembrane merupakan lapisan plastik polietilen yang dikenal memiliki daya tahan tinggi, sehingga awet dan bisa digunakan untuk periode waktu yang cukup lama. Selain itu, geomembrane berfungsi untuk mencegah kebocoran tambak serta menjaga kualitas air agar tetap bersih dan tidak mudah tercemar.

3. Pompa Air

Dalam budidaya udang, kebutuhan pasokan air sangatlah penting. Hal tersebut mengharuskan Petambak untuk memilih pompa air dengan kualitas baik dan tahan lama.
Fungsi pompa pada tambak adalah membantu proses pergantian air. Dalam proses pergantian air, Petambak memerlukan pompa yang dapat bekerja secara optimal. Pompa harus memiliki lapisan epoxy coating yang tebal dan memiliki proteksi terhadap korosi.

4. DO Meter

Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) adalah konsentrasi oksigen terlarut di dalam air. Nilai DO optimal udang adalah > 4-5 mg/l. Kandungan oksigen terlarut yang rendah atau < 1,5 mg/l akan bersifat lethal atau mematikan udang.

Untuk mengetahui kadar DO pada air tambak, Anda bisa menggunakan DO meter. Penggunaan alat ini cukup mudah, Anda Petambak hanya perlu mencelupkan pen DO meter ke dalam air, kemudian tunggu hingga angka yang tertera pada monitor DO meter berhenti. Pengecekkan dengan DO meter dapat Anda lakukan pada saat malam hari. Hal tersebut karena pada siang hari plankton menghasilkan oksigen, sedangkan pada malam hari plankton menggunakannya untuk respirasi.

5. pH Meter

Selama budidaya udang berlangsung, Anda Petambak harus memastikan pH air selalu dalam kondisi optimal. Oleh karena itu, Anda memerlukan pH meter untuk mengukur tingkat keasaman masing-masing kolam tambak.

See also  Mengenal Artemia, Pakan Udang Alami yang Mujarab

Cara menggunakan pH meter cukup mudah. Anda hanya perlu mengambil sampel air tambak dan mencelupkan pH meter pada sampel air. Kemudian, pH meter akan secara otomatis menunjukkan angka pH dari sampel air tersebut. pH air yang optimal bagi udang adalah 7,5-8,5.

6. Refraktometer

Refraktometer digunakan untuk mengetahui tingkat salinitas pada air yang digunakan dalam tambak. Sebelum mulai memasukkan udang ke dalam tambak, Anda perlu mengetahui kadar salinitas pada air tambak agar tidak mengganggu pertumbuhan udang.

Kadar salinitas yang optimal untuk tambak udang adalah 15-25 ppt. Untuk itu, Anda perlu melakukan pengecekkan rutin terhadap salinitas di tambak. Hal tersebut untuk mengetahui salinitas tambak tiap harinya. Jika salinitas menurun, udang akan kekurangan mineral.

7. Secchi Disk

Secchi disk digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan air pada tambak. Air tambak yang terlalu keruh dapat mengakibatkan oksigen menjadi rendah, batas pandang udang berkurang, dan nafsu makan udang menjadi terganggu. Tentunya, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan udang yang menjadi kurang optimal.

Seperti namanya, secchi disk berbentuk lingkaran menyerupai cakram dengan permukaan berpola warna hitam dan putih. Cara menggunakannya cukup mudah. Anda dapat mengikatnya dengan tali dan memasukkannya ke dalam air. Tingkat kecerahan optimal pada budidaya udang adalah 30-40 cm. Apabila Anda melihat kecerahan air < 30 cm, maka perlu dilakukan pergantian air tambak hingga mencapai standar optimum. Sedangkan, tingkat kecerahan air tambak udang > 40 cm, maka Anda perlu melakukan pemupukan ulang agar plankton di tambak dapat kembali tumbuh sesuai standar.

8. Selang Siphon

Siphon dalam budidaya udang adalah teknik yang digunakan untuk penyedotan lumpur di dasar tambak dengan menggunakan selang. Siphon berfungsi untuk menjaga kualitas air, mencegah penyakit, serta mengetahui adanya kematian dan molting pada udang.

See also  Harga Ikan Jelawat Per Kg Segar Terbaru!

Teknik siphon memanfaatkan gaya gravitasi dan tekanan air. Berikut adalah cara kerja metode siphon:

  1. Pasanglah saluran pembuangan air di luar tambak.
  2. Arahkan selang siphon pada lumpur di dasar kolam.
  3. Buanglah lumpur pada saluran pembuangan dengan selang siphon.
  4. Siapkan air pengganti setelah melakukan siphon pada tambak, karena pada proses siphon akan mengeluarkan beberapa air pada tambak.

9. Jala Udang

Jaring atau jala udang adalah salah satu peralatan tambak udang yang sangat diperlukan ketika panen tiba. Tak hanya itu, jaring udang juga diperlukan setiap hari untuk sampling udang dan digunakan untuk menghalau hama seperti kepiting yang akan masuk ke dalam tambak.

10. Anco Udang

Anco atau feeding tray adalah alat yang digunakan oleh Petambak untuk mengetahui tingkat konsumsi pakan pada udang. Bisa dikatakan bahwa anco dapat digunakan untuk mendeteksi nafsu makan udang, sehingga Petambak dapat menentukan jumlah pakan yang akan diberikan.

Pengamatan tingkat konsumsi pakan udang dengan anco dapat membantu Petambak dalam menentukan jumlah pakan. Tentu saja, penggunaan anco sangatlah efektif karena pakan yang Anda berikan tidak kurang maupun lebih. Selain memantau efisiensi pakan, anco juga dapat digunakan untuk memonitor kesehatan udang. Dengan adanya pengecekan, Anda dapat memantau apakah udang yang Anda budidayakan terserang penyakit atau tidak.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!