Alasan Resign dan Langkah Tepat Mengajukan Berhenti Bekerja


850

Alasan Mengundurkan Diri dan Langkah Tepat dalam Mengajukan Resign

Pengertian Mengundurkan Diri

Mengundurkan diri, atau yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah “resign,” adalah tindakan seseorang untuk berhenti bekerja. Keputusan ini biasanya diambil ketika seseorang merasa tidak nyaman lagi di tempat kerjanya atau karena alasan lain yang mendorongnya untuk mengundurkan diri.

Alasan mengundurkan diri juga sering kali ditanyakan saat seseorang sedang melamar pekerjaan dan menjalani tahap wawancara. Untuk dapat lolos dalam tahap wawancara di tempat kerja baru, penting untuk menemukan alasan mengundurkan diri yang tepat dan masuk akal. Jika jawaban yang diberikan salah, kesempatan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya dapat hilang.

Berbagai Alasan Mengundurkan Diri

Tidak semua orang dapat mengungkapkan alasan mengapa mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Mereka merasa tidak nyaman untuk mengatakannya secara langsung kepada atasan yang selama ini telah memperlakukan mereka dengan baik. Namun, di sisi lain, atasan seringkali tidak menerima alasan mengundurkan diri yang diberikan dan membuat proses pengunduran diri menjadi sulit bagi karyawan.

See also  7 Interesting Facts About Indonesian Money

Berikut adalah beberapa alasan mengundurkan diri yang umum:

Alasan Mengundurkan Diri – Pekerjaan Tidak Sesuai dengan Kontrak Awal

Kemampuan yang maksimal dan kemudahan dalam beradaptasi seringkali dieksploitasi oleh perusahaan. Terkadang, perusahaan memanfaatkan kemampuan karyawan secara berlebihan. Jika Anda merasa beban kerja Anda jauh melampaui kontrak awal dan tidak ada kompensasi yang diberikan, maka alasan mengundurkan diri ini dapat dikemukakan. Namun, pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu isi kontrak kerja Anda sebelumnya.

Alasan Mengundurkan Diri – Ingin Melanjutkan Pendidikan

Salah satu alasan mengundurkan diri yang masuk akal adalah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meraih gelar pendidikan yang baik adalah hak setiap orang, baik yang sudah bekerja maupun yang masih sekolah. Gelar tersebut dapat menjadi dasar untuk meraih karir yang lebih tinggi. Tidak ada salahnya mengorbankan pekerjaan untuk fokus pada tujuan pendidikan yang lebih tinggi.

Alasan Mengundurkan Diri – Kemajuan Karir yang Tidak Pasti

Alasan mengundurkan diri terkait dengan kemajuan karir dapat dikemukakan jika Anda sudah bekerja dalam perusahaan tersebut untuk waktu yang lama. Sampaikan alasan mengundurkan diri ini karena bukanlah kesalahan Anda sendiri, melainkan perusahaan yang tidak memberikan kepastian dan kesempatan untuk naik pangkat setelah Anda bekerja lama. Mungkin perusahaan pernah memberikan janji kenaikan jabatan, namun hingga saat ini Anda belum mendapatkannya.

Alasan Mengundurkan Diri – Mendirikan Usaha Sendiri (Wiraswasta)

Alasan mengundurkan diri yang paling kuat adalah ingin mendirikan atau mengembangkan usaha sendiri. Jika Anda merasa memiliki modal dan pengalaman yang cukup, tidak ada masalah untuk mengundurkan diri. Beri tahu atasan Anda bahwa Anda tidak akan bekerja di perusahaan lain. Bahkan, Anda dapat bekerja sama dengan perusahaan lama Anda tanpa menjadi pesaing.

See also  Cara Mendirikan CV yang Benar di 2020

Alasan Mengundurkan Diri – Pindah Tempat Tinggal

Alasan mengundurkan diri ini kemungkinan besar tidak akan ditolak oleh atasan. Jarak antara tempat kerja dan tempat tinggal seringkali menjadi prioritas bagi perusahaan. Semakin jauh jaraknya, semakin tinggi kemungkinan terlambat. Biaya transportasi yang ditanggung perusahaan juga dapat meningkat. Namun, tidak semua perusahaan menanggung biaya transportasi karyawan.

Alasan Mengundurkan Diri – Memiliki dan Mengasuh Anak

Alasan mengundurkan diri ini umumnya digunakan oleh perempuan yang baru menikah. Hal ini umumnya dapat dimaklumi oleh perusahaan. Bekerja dalam keadaan hamil adalah tantangan tersendiri, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kerja lapangan atau penampilan yang baik. Saat ini, banyak ibu muda yang memilih untuk memberikan waktu khusus pada anak mereka mulai dari bayi hingga beberapa tahun. Mereka enggan menitipkan anak mereka kepada pengasuh karena berbagai alasan tertentu. Namun, ini tidak berarti mereka berhenti bekerja selamanya. Biasanya, ibu muda tersebut mengundurkan diri untuk sementara waktu sampai anak mereka dapat ditinggalkan di tempat penitipan anak atau diasuh oleh pengasuh. Setelah itu, mereka memutuskan untuk kembali bekerja.

Langkah-langkah dalam Mengajukan Pengunduran Diri

Bicarakan Langsung dengan Atasan Anda

Pastikan bahwa atasan Anda adalah orang pertama yang mengetahui keputusan Anda untuk mengundurkan diri. Jangan sampai ada gosip di kantor mengenai pengunduran diri Anda sebelum Anda berbicara langsung dengan atasan Anda.

Informasikan Pengunduran Diri Anda Jauh-jauh Hari

Jangan memberikan alasan mengundurkan diri secara mendadak kepada atasan Anda. Pengunduran diri mendadak akan menyulitkan banyak orang. Berikanlah paling tidak satu bulan pemberitahuan sejak Anda mengajukan surat pengunduran diri hingga hari terakhir Anda bekerja. Waktu tersebut diperlukan untuk melakukan transisi pekerjaan dengan orang yang akan menggantikan Anda.

See also  Ini Dia 5 Cara Mudah untuk Cek Mutasi Rekening BRI

Tetap Bekerja dengan Baik

Meskipun Anda sudah mengundurkan diri, bukan berarti Anda boleh bekerja sembarangan. Tetaplah bekerja sebaik mungkin. Jika perlu, selesaikan semua pekerjaan Anda sebelum hari terakhir Anda bekerja sehingga Anda meninggalkan kantor dengan kesan yang positif.

Jaga Ucapan

Mungkin Anda mengundurkan diri karena ketidakcocokan dengan atasan atau rekan kerja Anda. Tetapi, tetaplah menjaga ucapan Anda baik saat mengundurkan diri secara langsung maupun di media sosial. Memburuk-burukkan atasan atau rekan kerja Anda sebagai alasan pengunduran diri akan meninggalkan kesan negatif pada diri Anda. Siapa tahu suatu hari nanti Anda harus bekerja bersama lagi dengan atasan atau rekan kerja tersebut?

Kembalikan Seluruh Barang Kantor

Selama bekerja, Anda mungkin memiliki barang milik kantor seperti laptop atau properti lainnya. Jangan lupa untuk mengembalikan barang-barang ini sebelum Anda pindah ke kantor baru. Biasanya, kantor memiliki formulir serah terima untuk hal ini. Pastikan semuanya beres pada hari terakhir Anda bekerja.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!