10 Larangan Haji yang Harus Dihindari Jamaah


835

10 Larangan Haji yang Harus Dihindari Jamaah

Ketika menjalankan ibadah haji, ada sepuluh larangan haji yang harus dihindari oleh para jamaah selama berada di tanah suci. Jamaah haji yang melanggar salah satu larangan haji tersebut akan dikenakan sanksi oleh pihak berwenang Saudi.

Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam yang mampu secara jasmani, rohani, dan ekonomi.

Selain rukun haji, terdapat larangan haji yang sebaiknya Anda pahami. Mari simak apa saja larangan haji bagi jamaah yang menjalankan ibadah di tanah suci.

Larangan Haji Bagi Jamaah

Meskipun terdapat pengecualian, larangan haji berikut ini umumnya memiliki konsekuensi yang mengharuskan Anda membayar fidyah berupa kambing, puasa, dan sebagainya.

Mengenakan pakaian berjahit

Khusus jamaah laki-laki, larangan haji pertama adalah tidak boleh mengenakan pakaian berjahit. Pakaian berjahit yang termasuk dalam larangan haji adalah pakaian yang membentuk tubuh seperti kemeja atau celana.

Namun, ada beberapa kondisi yang memperbolehkan Anda untuk tidak mematuhi larangan haji ini. Misalnya, jika Anda tidak menemukan kain ihram, maka boleh memakai celana yang tidak ketat.

Menutup kepala bagi laki-laki

Larangan haji bagi jamaah laki-laki adalah memakai penutup kepala yang melekat seperti topi atau bahkan peci. Namun, Anda masih diperbolehkan menggunakan payung jika cuaca terlalu terik.

See also  Sedang Mencari Situs Freelance? Ini 10 rekomendasinya!

Menutup wajah bagi perempuan

Bagi jamaah perempuan, larangan haji yang sebaiknya tidak dilakukan adalah menutup wajah kecuali melewati laki-laki yang bukan mahram. Anda disunnahkan memakai pakaian yang menutup aurat, tidak ketat dan membentuk tubuh, serta berwarna agak gelap agar tidak menimbulkan fitnah.

Memotong rambut

Ada larangan haji yang tidak memperbolehkan jamaah memotong rambut selama menjalankan ibadah haji. Memotong rambut adalah salah satu proses yang harus dilakukan setelah jamaah haji menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Menurut Nahdlatul Ulama, standar minimal memotong rambut setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji adalah tiga helai rambut.

Memotong kuku

Saat pergi menjalankan ibadah haji, Anda tidak diperkenankan memotong kuku tangan dan kaki. Namun, larangan haji ini tidak berlaku jika sebagian kuku Anda terbelah dan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu ibadah, sehingga harus dipotong.

Mengenakan wewangian

Seseorang yang sedang menjalankan ibadah haji dilarang memakai minyak wangi, baik untuk badan maupun untuk kain ihramnya. Larangan haji ini ada karena anggapan bahwa minyak wangi termasuk hal yang dapat membangkitkan nafsu.

Membunuh binatang buruan

Jamaah yang melanggar larangan haji ini wajib mengganti hewan yang setara dengan binatang yang dibunuhnya. Jika tidak mampu, maka bisa membayar dengan harga yang setara dengan binatang yang dibunuh tersebut. Jika masih tidak mampu, jamaah yang melanggar harus menggantinya dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa selama harga binatang yang dibunuhnya.

Melangsungkan akad nikah

Akad nikah yang dimaksud di sini bisa berarti jamaah menjadi orang yang menikah, menikahkan, atau menjadi wakil dalam akad nikah. Bagi jamaah yang melanggar larangan haji ini, ibadah hajinya menjadi tidak sah dan diharuskan untuk menyembelih seekor kambing.

See also  6 Langkah Tepat Untuk Tingkatkan Bisnis Kopi Anda

Berhubungan badan

Berhubungan badan merupakan jenis larangan haji yang memiliki hukuman terberat. Hal ini akan merusak seluruh rangkaian ibadah haji seorang jamaah di tahun tersebut. Sebagai gantinya, jamaah yang melanggar larangan ini diwajibkan untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji hingga selesai dan menggantinya pada tahun berikutnya.

Bermesraan dengan lawan jenis

Selain larangan haji yang tidak memperbolehkan melakukan hubungan suami istri, jamaah haji juga sebaiknya menghindari bermesraan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Sepuluh larangan haji di atas sebaiknya menjadi pemahaman dasar bagi Anda yang akan menjalankan ibadah haji dalam waktu dekat. Dengan begitu, Anda tidak akan terkena sanksi dari pihak berwenang Arab Saudi.

Sunnah saat Ibadah Haji

Tidak hanya larangan haji saja yang perlu Anda pahami, namun sunnah haji juga sebaiknya dipahami agar Anda bisa menjadi haji yang mabrur.

Melakukan ifrad

Ifrad adalah melaksanakan ibadah haji tanpa disertai dengan umrah terlebih dahulu. Haji ifrad merupakan bentuk haji yang tidak mewajibkan jamaah membayar denda (dam) dalam bentuk penyembelihan unta atau kambing.

Membaca doa talbiyah

Jamaah laki-laki disunnahkan untuk membaca doa talbiyah atau doa selama ihram sampai melontar jumrah pada hari raya haji dengan suara keras, sedangkan bagi jamaah perempuan cukup didengar oleh dirinya sendiri.

Adapun bacaan doa talbiyah sebagai berikut: “Aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.”.

Membaca dzikir saat tawaf

Saat melakukan tawaf di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, sebaiknya Anda membaca dzikir seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu membaca doa sapu jagat.

See also  Contoh Usaha Kreatif dan Inovatif Dengan Modal Minim Dan Untung Maksimal

Doa sapu jagat adalah doa yang dipanjatkan untuk meminta kebaikan di dunia dan akhirat. Doa ini diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim yang berbunyi: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka.” (HR. Muslim).

Shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf

Setelah tawaf, Anda bisa menunaikan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika tidak memungkinkan, shalat sunnah dapat dilakukan di Hijir Ismail. Jika tidak memungkinkan juga, shalat sunnah tawaf bisa dilakukan di masjid atau di mana saja asalkan masih berada di tanah suci.

Memasuki Ka’bah

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Barang siapa yang masuk ke dalam Ka’bah, maka ia telah masuk ke dalam kebaikan serta ia akan keluar dengan mendapat ampunan” (HR. al-Baihaqi).

Pelaksanaan ibadah haji memang memiliki rangkaian yang cukup panjang, sehingga membutuhkan persiapan yang matang agar bisa menjadi haji yang mabrur. Selain mempersiapkan pengetahuan mengenai sunnah dan larangan haji, Anda juga perlu mulai menyisihkan dana untuk berangkat haji agar lebih fleksibel.

****
Subscribe, follow @dramatizencom dan ikuti terus dramatizen.com untuk berbagai inspirasi terbaru dan agar hari harimu makin seru!